
Setelah kepergian Anesa, hening tak ada yang bersuara. Mereka terhanyut dalam pikirannya masing-masing.
Sementara Dika masih menunggu apa tanggapan Silvi ke pada nya yang sudah berani mengaku-ngaku sebagai tunangannya. ia berharap Silvi dapat memahami maksud dan tujuannya. Sementara Silvi sendiri pun masih menunggu kejujuran Dika. Ia ingin Dika lah yang Akan menjelaskan semuanya.
Namun sayang hingga detik ini, tak ada suara dari Dika. Silvi yang kesal pun hendak pergi. Ia sudah tak perduli lagi dengan ke adaan Dika. Lagian Dika selalu memanfaat kan nya dan selalu mencari kesempatan.
"Mau kemana?" Tanya Dika lembut sambil menatap wajah Silvi dengan penuh kasih sayang.
"Pulang" tukas Silvi kesal.
"Jangan. Ayo, saya ingin keliling rumah sakit. Saya ingin melihat bintang-bintang." sambil memasang wajah memelas.
"Kenapa sih, kamu selalu membuat saya repot. Kapan coba kamu tidak merepotkan ku?" ujarnya kesal, namun langsung membawa kursi roda ke hadapan Dika.
"Hem maaf. Kalau begitu pulang lah. Maaf sudah merepotkan mu. Terimakasih atas semua nya. mulai besok, kamu tak perlu lagi kemari!" sambil berbaring membelakangi Silvi.
"Its oke. Kalau begitu aku permisi dulu, Assalamualaikum" langsung pergi meninggalkan Dika seorang diri.
Kali ini Silvi sangat kesal. Bukannya mendapat penjelasan dari Dika, ini malah menambah angka kekesalannya. Terserah lah apa yang Dika inginkan. Ia sudah tak mau lagi berurusan dengan nya.
Setidaknya ia sudah berusaha sebaik mungkin. jika pada akhirnya harus terjadi hal seperti ini ia sudah ikhlas. ia memang tak membutuhkan hal-hal manis atau pujian. semua nya ia lakukan ikhlas tanpa pamrih.
Sementara Dika, hatinya sedikit nyeri mendengar kata-kata yang Silvi lontar kan. Ia kira selama ini Silvi merawatnya karena memang ia memiliki perasaan dan dengan ke ikhlaskan. Namun nyatanya tidak. Ia melakukan itu karena terpaksa dan kasihan ke padanya.
Dika pun langsung menghubungi keluarga nya dan meminta nya untuk segera menjemputnya. Padahal sedari kemarin ia yang melarang kedua orang tuannya untuk menjemputnya. Sebab ia ingin lebih dekat dengan Silvi.
Namun setelah mengerti akan semuanya, Dika pun langsung ingin pulang ke Amrik dan meninggal kan semua kenangan di Kota Jakarta ini.
Silvi yang kesal. Sesampainya di kediamannya, ia pun langsung membanting pintu nya dengan kencang. Keadaan sepeti ini yang selalu menyiksa hati nya. Ia sedikit menyesal telah melontarkan kata-kata yang seharusnya tidak ia keluarkan. Namun, apa mau di kata semua sudah terjadi. ia pun hanya bisa menerima semua keadaan.
Mungkin ini waktu yang tepat buatnya untuk menghindari Dika. Ia pun sudah merancang semua nya. Ia ingin melupakan semua kenangan yang ada Di kota Jakarta. kenangan yang menurutnya sangat rumit dan selalu menyiksa nya.
__ADS_1
Ia sebenarnya sudah melamar ke sebuah perusahaan busana terbesar yang Ada di bandung. Namun karena suasana seperti ini, ia belum sempat menceritakan kepada kedua sahabatnya.
Silvi akan bercerita nanti setelah mendapat kabar ia di terima di perusahaan tersebut, dan semua nya sudah dalam keadaan membaik.
Sementara Aldo dan Alif, mereka sedang ada Di cafe xx, mereka sedang mencari tahu dimana sebenarnya Yeni sekarang bersembunyi. Walau polisi sudah Dikerahkan, namun sialnya sampai detik ini Yeni juga belum di temukan.
Sepertinya wanita itu sangat licik, hingga dapat memanipulasi semuanya. Setelah mendapat jalan keluar dan semua nya dirasa cukup. Aldo pun segera pulang.
Dulu ia pikir kebahagiaan haru dengan uang dan kemewahan. Namun nyatanya ia salah. Hanya dengan perhatian dan kasih sayang itu sudah lebih dari cukup. Seperti hal-hal sederhana seperti ini.
Hanya makan bersama dan menikmati hidangan yang sudah istri tercinta nya berikan sudah membuatnya bahagia.
Aldo pun sudah tak sabar lagi untuk sampainya di apartemen nya dan bertemu dengan separuh jiwa nya. Aldo dengan tergesa-gesa menaiki lift. Lift yang biasanya hanya sebentar tapi untuk kali ini mengapa begitu lama. Ini karena Aldo yang terlalu alay atau bagaimana teman-teman? author ngelawak duluπ€£π€£π€£π€£
Sesampainya di depan pintu Aldo langsung masuk dengan cara mengendap-endap seperti seorang pencuri. ia pun langsung mencari keberadaan sang istri. ia pun langsung menuju ke dapur, sebab terdengar kebisingan di sana.
Terlihat jelas istrinya sedang berkutan dengan panci dan penggorengan. Aldo pun langsung memeluk istrinya dari belakang.
Mesi yang sudah hafal dengan tabiat suaminya pun ia hanya tersenyum. "Bang. Kebiasaan" Ujar Mesi sambil mencubit lengan kekar suaminya.
"Hem, mulai deh. Lebay " ujar Mesi sambil senyum terbahak- bahak.
"Is, dasar nakal. Ya sudah, ada yang Abang bisa bantu sayang?" sambil melepas pelukannya dan mencium pipi gembul istrinya itu.
"Gak ada bang. Semua nya sudah selesai. Sana buruan abang mandi. Bauk tu " ejek Mesi sambil menutup hidungnya.
"Is, mana ada abang bauk. Sini kalau gak percaya. coba cium. orang wangi begini kok" Sambil mengangkat ketiak nya lalu menempelkan nya di wajah Mesi.
"Is Abang. Udah ah, sana! Nanti dedeknya marah lho" goda Mesi Sambil mengelus-elus perutnya yang sudah membesar.
"Hem. Baiklah. Demi jagoan papah, aku mengalah." Sambil mencubit hidung Mesi dan berlalu pergi.
__ADS_1
"Abang" Teriak mesi yang kesal.
Aldo pun masuk ke kamar mandi dengan. senyum lebar. Entah sejak kapan kebiasaan membuat istrinya kesal adalah menjadi hobi dan kesenangan saat ini.
Ia sangat bersyukur, walau banyak rintangan yang ia dan Mesi harus hadapi namun mereka dapat melaluinya.
Setelah membereskan semua peralatan bekas ia memasak tadi, Mesi pun langsung menyiapkan hidangan yang telah ia buat. Bertepatan dengan itu, Aldo pun sudah terlihat rapi dan santai. Apa lagi dengan rambutnya yang basah semakin membuat kadar ke tampan nya bertambah.
Mesi pun tersenyum melihat kehadiran pujaan hatinya. Namun sedetik kemudian mode nya berubah. Ia sedikit lesu dan engan menyantapnya makanannya. Aldo yang menyadari langsung perubahan istrinya pun ia langsung menghampiri nya.
"Ada apa sayang?" sambil membelai rambut Mesi.
"Bang, tiba-tiba Dedek mau krupuk udang yang ada Di depan" Ujar Mesi lirih.
"Ya sudah. jangan sedih gitu dong, nanti cantiknya hilang. sebentar ya sayang, Abang belikan" Ujar Aldo bersemangat dan tak lupa dengan senyumannya.
silvi yang melihat Aldo bersemangat pun ia langsung tersenyum lebar.
Aldo yang melihat senyuman itu, iapun langsung Bergegas turun dan mencari sesuatu yang istrinya inginkan.
Setelah mendapatkan yang ia cari, Aldo langsung bergegas kembali. Ia tidak ingin membuat istrinya menunggu. Setibanya di apartemen, Aldo langsung terkejut dan histeris. tubuhnya terasa kaku
apa yang terjadi dengan Mesi???
Author gantung sebentar ya sayangππππ
Besok di lanjutkan lagiπππππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
__ADS_1
Terimakasih semua nya.
Salam sayang dari saya