Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Baba 96


__ADS_3

Sudah tiga bulan dari peristiwa itu, kini kehidupan Aldo semakin berwarna. Kini Aldo dan keluarga kecilnya tak lagi tinggal di apartemen.


Setelah kepulangannya dari rumah sakit, Aldo langsung menuju rumah yang memang sudah ia persiapkan sejak dulu. Hannya saja rumah itu belum selesai, dan masih dalam renovasi.


Ya bangunan dua tingkat yang Minimalis asri seperti yang Mesi impikan. Dengan taman Bungan di halaman depan dan sebuah gazebo memnghadap ke sebuah kolam remang yang ada di halaman samping. Jika Dilihat dari depan,kolam renang tidak nampak karna ada sebuah penghalang yang memisahkan keduanya.


Jadi mau tidak mau mereka pun harus tinggal di apartemen terlebih dahulu. Sambil menunggu Renovasi selesai. Namun jika tahu.pada ujungnya akan terjadi hal seperti itu. Aldo lebih baik tinggal di kediaman orang tuannya daripada harus melalui peristiwa yang mengerikan.


Namun setelah kejadian itu, Aldo dan Mesi sepakat tak ingin lagi melihat dan menempati apartemen itu. Kenangan beruk itu seolah berputar-putar di atas kepalannya.


Entah apa apartemen itu akan mereka jual atau mereka akan biarkan kosong.


Kini gadis mungil nya itu sudah berusia tiga bulan. Gadis cantik itu kini sudah kelihatan gembul. Setiap orang yang melihat nya pasti akan gemas dan ingin mencubit hidung mancungnnya.


Hari ini adalah hari minggu. Waktu untuk bersantai bagi setiap kaum yang sudah beraktifitas satu minggu.


Kebetulan putrinya yang ia berinamas PUTRIANA ADE ZAKIA, sedang berada di rumah mamah Mery mertua Aldo.

__ADS_1


Tadi pukul Tuju, mamahnya sudah heboh mengambil sang putri. Bunda Mery harus melakukan drama terlebih dahulu untuk mbawa sang cucu. Sebab Mesi sangat susah jika itu berurusan dengan putrinya.


Dengan bantuan Aldo, akhirnya drama di menangkan oleh mama Mery.


Mesi yang kesal pun, engan untuk berbicara kepada suami nya. Aldo yang mengerti jika istrinya itu sedang merajuk, ia langsung membawa istrinya ke kolam renang. Kebetulan setiap hari minggu asisten Aldo selalu libur. Jadi tak ada penganngu di antar mereka berdua.


Mesi yang mendapat serangan suami pun ia histeris. Ia memukul bidang dada suaminya dan memberontak berharap Aldo akan melepasnya.


Namun sial. Bukannya melepasnya, Aldo malah semakin gencar. Langkah nya pun semakin lebar. Dan byurrr...Keduannya masuk kedalam kolam.


"Iya sayang" sambil tersenyum jahil.


"Apaan sih. Kenapa coba senyum-senyum gak.jelas banget " Ujar Mesi sambil berjalan hendak meninggalkan kolam.


"Hap," Aldo pun langsung memeluknya dengan erat.


"Lepas, bang. Apaan si " Ujar Mesi memberontak.

__ADS_1


Tanpa berkat untuk yang kedua kalinya, Aldo pun langsung melahap bib*r Mungil Mesi. Awalnnya Aldo melakukannya dengan lembut. Namun lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi panas.


Mesi yang Awalnya menolak pun kini malah semakin bersemangat. Pergulatan yang baru pertama kali mereka lakukan di tempat terbuka pun semakin membuat sensasi tersendiri.


Aldo yang memang sudah lihai membuat istrinya melayang pun, tanpa Mesi sadari mereka sudah tak mengenakan sehelai benang pun.


Suara eksotis dari bibir kedaunnya semakin memberi kesan romantis dan kenikmatan sendiri bagi kedua nya.


Cukup lama mereka melakukan pergulatan itu hingga keduannya sama-sama merasakan terbang melayang.


Setelah melakukan hal yang panas, kini mereka beristirahat di gazebo masih dengan mode saling berpelukan satu sama lain.


Inilah akhir dari kisah Mesi Dan Aldo. Setelah melalui lika liku kehidupan yang rumit akhirnya mereka dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Terimakasih sahabat yang selalu setia menemaniku. Tak akan ada saya jika tak ada kalian. Habis ini author tambah ekstra prat untuk Dika dan Silvi ya terimakasih atas dukungannya. salam sayang dari Saya Lilis zulistia. Love youuu😘😘😘😘😘


good bayπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2