Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 57


__ADS_3

Sudah 3 bulan berlalu sejak Toni pergi ke luar negri tak pernah ada satupun kabar berita darinya . Silvi sudah beberapa kali mencoba menghubunginya tapi nomornya tidak dapat di hubungi. entah apa gerangan yang terjadi.


Silvi bingung. Sebelumnya tak pernah terjadi hal seperti ini. Namun ini apa? Mengapa Toni menghilang bak di telan bumi.


Silvi pun sudah pergi ke rumah orang tua Toni. Namun nihil, tak ada satu pun dari mereka rumahnya kosong. Silvi sudah bertanya kepada penjaga, namun tak ada satupun yang mau memberi tahu nya.


Karena sudah terlalu lelah dan pusing dengan semua keadaan ini Silvi pun akhirnya menghubungi kedua sahabatnya. Berharap semoga ia mendapatkan jalan keluar dari masalahnya.


Setelah menelfon kedua sahabatnya, akhirnya mereka pun memutuskan untuk berkumpul di cafe x gemilang. Tempat biasa mereka nongkrong bersama.


Entah mengapa setiap berkumpul di sana, mereka selalu mendapatkan ide-ide berlian yang selalu mampu untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Tempat itu juga nyaman dan sederhana. Apa lagi para pelayan sangat ramah dan tak memandang siapa pun yang datang ke sana. membuat siapapun yang berada di sana pasti betah.


Pukul 11 siang, mereka pun sudah berkumpul. Setelah itu mereka memesan minuman.


"Ehem" Verlita membuka keheningan.


"Ada apa?" Tanya Mesi yang yakin jika sahabatnya itu sedang dalam masalah.


"Ini tentang Toni" Ujarnya dengan nada lirih.

__ADS_1


"Ada apa? Apa dia menyakitimu!" kali ini suara Verlita yang terdengar sangat dingin. Silvi pun mengelng.


"Lalu?"


"Aku binggung. Dia pamit ingin pergi keluar negeri 3 bulan lalu. Tapi yang buat aku binggung kenapa nomornya tidak dapat di hubungi. Aku takut jika terjadi sesuatu" Ujarnya lesu.


"Kamu sudah bertanya kepada orang tuannya?" kali ini Mesi yang menyaut.


"Sudah. Bahkan aku sudah pergi kerumah orang tuanya. Namun nihil. Rumahnya kosong tak ada satupun dari mereka " jawab Silvi lesu.


"Apa kalian. bertengkar sebelumnya ?" Tanya Verlita memastikan.


Verlita dan Mesi saling berpandangan. ia bingung harus berbuat apa. Di juga kasihan, jika melihat keadaan Silvi kali ini. Selama ini Silvi tidak pernah mengeluh dalam masalh apapun. Tapi ini apa? Ia sampai menitihkan air mata.


"Lo yang sabar. Gue yakin Toni tidak akan melakukan itu. Mungkin saja ia sedang sibuk, atau mungkin henponnya hilang jadi loe jangan berpikir yang tidak-tidak " tukasnya dengan seulas senyum.


"Ya. Loe tenang saja. Nanti aku akan bertanya denga suamiku siapa tahu ia dapat menghubunginya " Tukas Verlita berusaha menenangkan Silvi.


"Semoga saja" ujarnya menunduk.

__ADS_1


Setelah puas berbincang-bincang. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Hati silvi Kini sudah sedikit tenang. Walau belum mendapat kabar dari Toni, namun setidaknya ia sudah menceritakan kepada kedua sahabatnya.


kini Silvi pun sedang bersantai di tempat tidur. Tiba-tiba benda pipih nya berdering. dilihatnya sebuah nomor baru mengirim sebuah Vidio. Mesi pun langsung membukannya.


Terlihat seorang pria sedang berciuman mesra. Silvi pun sedikit binggung. Namun detik berikutnya, tubuhnya kaku. Bagai mana tidak terlihat sangat jelas jika yang sedang berciuman itu ia lah Toni kekasihnya dengan seorang wanita cantik dan bule pula.


Seketika air mata Silvi luruh. Ia tidak menyangka Toni akan melakukan ini kepada nya. "Mengapa dia tega?" gumamnya dalam hati.


"Kamu tega" hancur sudah harapannya untuk bisa bersama dengan kekasihnya itu yang sudah ia jalin lebih dari 7 tahun. Kini ia harus mengubur dalam-dalam impian itu ia sungguh tidak menyangka. Disini ia selalu bertahan untuk kekasihnya itu tapi apa balasannya, ia tega telah menjalin hubungan dengan wanita lain.


Maaf, lama up dan sedikit😊😊😊. lain kali Author tambahπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

__ADS_1


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


__ADS_2