
Mesi.
Mesi terbangun dari pingsannya. Samar-samar, ia mendengar suara keramaian. Mata nya menelusuri setiap sudut ruangan. Terlihat sepasang suami istri yang sudah lanjut usia sedang menangis. Mesi tak tahu mereka siapa. Setelah itu terlihat seorang pria tua yg arogan dan ketiga bodyguard yg berjaga-jaga di ambang pintu.
"Akhirnya kamu sadar juga cantik" ujar pira bangkotan itu yg entah siapa Mesi tak mengenal nya.
"Siapa kamu, kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Mesi bingung.
"Apa, kau tak mengenaliku? Aku calon suamimu. Lihat lah. Kedua kakek dan nenekmu yang tidak berguna itu. Mereka sudah berhutang kepadaku. Mereka tidak bisa membayarnya. Maka mau tidak mau kamu harus menikah denganku." ujar pak Eko dengan senyum misterius.
Akhirnya mesi mengetahui jika sepasang suami istri itu adalah kakak dan neneknya yg telah merawatnya beberapa tahun ini.
"Aku tidak sudi. Menikahi denganmu tua bangka. Jangan bermimpi. Berapa hutangnnya aku akan mebayarnya....!!!!" Ujar Mesi emosi.
"Hahaha, dari mna kau mendapatkan uang sebanyak itu? Apa kau akan menju4al diri" dengan senyum mengejek.
"Kurangajar kau tua bangka. Berani-beraninya kau bicara seperti itu. Kau tidak tahu aku siapa? Jaga omonganmu atau aku akan mengh4bisimu..!" Ujar Mesi tak kalah emosi.
"Ah, takut" ejek pak Eko.
"Baiklah. Jika kau tidak mau menikah denganku. Hajar kedua tua bangka yg tidak berguna itu" perintah pak Eko kepada bodyguard nya.
"Berhenti. Baiklah aku bersedia. Tapi lepaskan mereka." Ujar Mesi dan langsung berlari memeluk nenek Wartinah dan kakek subejo.
Mesi tak sanggup jika harus melihat kedua orang tua yg merawatnya kesakitan.akhirnya mau tidak mau ia harus meng iyakan kemauan rentenir itu. Biarlah masal ujung ia akan pikirkan lagi.
"Maafkan kami ndok. Kami sudah menyusahkanmu" ujar kakek lesu.
__ADS_1
"Sudah,kek. Aku tidak papa" jawab Mesi tenang.
Karna hari sudah malam, akhirnya acara sepakat akan di gelar besok. Mesi masih memiliki waktu untuk melarikan diri, atau sekedar memberi kabar pada kekasihnya agar menjemputnya.
Ya Hannya itu pilihan terahir. Karna jika ia kabur, bagaimana jadinya pada kedua kekek dan neneknya. Jika harus membawanyan itu mustahil. Sebab di luar banyak anak buah rentenir itu berjaga-jaga.
Yg semakin membuat Mesi kesal ponselnya terjatuh entah dimana. "Ah, apa yg harus aku lakukan? Aku tidak mau menikah dengan tua bangka itu." teriakknya dalam hati.
Setelah suasana di rasa Aman, Mesi memutuskan bertanya kepada kakeknya. Apakah mereka memiliki ponsel atau tidak. Ah, itu harapan terahirnya. Dan alhamdulillah, kakeknya mempunyai ponsel walau sangat jadul. Mesi pun meminjam nya.
Dia langsung menghubungi no Aldo ,namun sial. Ponselnya tidak dapat dihubungi. Akhirnya dia dengan terpaksa mengirim pesan berharap Aldo akan membukannya dan menyelamatkannya.
Setelah mengirim pesan Mesi langsung beristirahat di kamar yg dulu ia tempati. Ia tidak menyangka jika jalan hidupnya serumit ini. Ia juga takut jika harus menikah dengan tua bangka itu. Ia Hannya bisa berdoa semoga Aldo akan menolongnya tepat waktu.
Pagi hari
Saat Azan subuh berkumandang, Mesi sudah terbangun. Ia pun langsung mengambil wudhu dan sholat. Meminta kepada Allah dan mencurahkan seluruh isi hatinya. Setelah puas, ia langsung keluar mencari udara segar, menikmati suasana desa yg amat bagus.
"Hay, Amel. Apa kabarmu?" teriak seorang gadis yang entah siapa aku pun tak mengenalinnya.
Aku tak menjawab sapaan gadi tersebut aku hanya tersenyum ke arahnya.
"Ada apa? Apa kamu sedang ada masalah? Cerita lah. Kita kan sudah bersahabat dari dulu" ujarnya dengan senyum manis.
"Ah, tidak ada. Bukankah kamu sudah mendengar kabar yg beredar. Mengapa kau harus bertanya kembali" ujarku dengan nada dingin sedingin es.
Entah mengapa walau aku tak mengingat perihal gadis itu, tapi hati kecilku yakin jika ia dalang dari semua masalah yang menimpaku. Walau aku tahu suudzon adalah perbuatan tidak baik, tapi hati kecilknya tidak bisa di pungkiri lagi.
__ADS_1
Gadis tersebut menunduk."maaf. Aku tidak bermaksud. Aku hanya ingin menghiburmu." Ujarnya sok sedih.
"Sudahlah. Tak apa." jawab Mesi datar.
Satu lagi poin yang Mesi dapatkan. Ternyata orang-orang di kampung tidak ada yg mengetahui siapa dia sebenarnya. Kini yg menjadi masalah baginya, bagaimana ia bisa menggagalkan pernikahan jika nanti Aldo tidak bisa menolongnya.
Akhirnya, ia bertanya kepada gadis tersebut menanyakan prihal pak Eko. Awalnya gadis ity engan untuk memberi tahu. Namun setelah Mesi memaksa nya ia akhirnya mendapatkan kartu As milik pak Eko. Rencana ia akan menggunakannya nanti jika ia benar-benar menjadi istri pak eko yg bangkotan itu.
Siang hari,
Orang-orang pak eko sudah sibuk berlalu-lalang mempersiapkan semuanya. Dari make up Amel hingga dekorasi sudah ada yang mengatur. Rencana acara akan di lakukan pukul 2. Karna pak eko menginginkan kesan kemewahan pada pernikahannya kali ini.
Mesi sedikit lega. Ia berharap Aldo akan membuka pesannya dan menuju kemari.Kini, waktu sudah menuju pukul 1 siang hari. Mesi sedang di rias secantik mungkin.
Kali ini ia mengunakan pakaian adat bengkulu yg semua serba merah. Ya pakaian itu berna pskaian adat Rejang lenong. Merupakan percampuran dari melayu Jambi, Melayu Riau, Melayu Deli, Palembang dan Lampung.pecampuran ini menghasilkan pakqiqn Melayu yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.
Mesi melihat pantulan wajahnya dari cermin. Ia terlihat sangat cantik dan menawan. Ia sangat yakin, jika Aldo yg melihatnya pasti ia akan tepukau dan terpesona. Mengingat Aldo, mesi membuang nafas nya dengan kasar. Sudah pukul 2 tapi belum ada kabar dari Aldo. Kini nyali nya sudah menciut. Ia hanya bosa pasrah kepada Allah semoga di berikan jalan yg terbaik.
Sebentar lagi acara akan segera di mulai amel sudah duduk di ruangan yg telah di siapa. Penghulu dan para saksi sudah hadir. Semua nya sudah siap tinggal acara ijab kabul dimulai. Mesi yg duduk di kempit dengan kakek dan neneknya hanya bisa pasrah.
Ia berharap Ada ke ajaiban dari semua ini.
Sura pak penghulu sudah mulai terdengar. Iru artinya sebentar lagi acara ijab mobil segera di mulai.
Kedua tangan penghulu dan pak eko sudah berjabatan. Mataku yg melihat pemandangan di depan sudah mulai berkaca-kaca hingga terdengar suara tegas yg menghentikan semua nya. Aku sudah cukup senang ketika ada yg menghentikan acara tersebut. Tapi ternyata hatiku semakin don.
Ternyata itu bukan kekasihku, melainkan orang suruhan pak eko. Mereka pun melanjutkan acara ijab khobul itu.
__ADS_1
apakah pernikahan Mesi dan pak eko akan berlanjut atau tidak? Ayo tebakππππ
Author ngelawak sebentar πππ