Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 58


__ADS_3

"Kamu tega" hancur sudah harapannya untuk bisa bersama dengan kekasihnya itu yang sudah ia jalin lebih dari 7 tahun. Kini ia harus mengubur dalam-dalam impian itu ia sungguh tidak menyangka.


Disini ia selalu bertahan untuk kekasihnya itu tapi apa balasannya, ia tega telah menjalin hubungan dengan wanita lain.


Cukup lama Silvi menangis.Setelah puas menumpahkan semua rasa sesak yang ada di hati nya, Silvi pun langsung mencuci wajahnya. Sesudah itu, ia langsung menghubungi nomer tersebut.


Dua kali Silvi menekan tombol hijau. Namu tak ada tanda- tanda panggilan akan tersambung. Namun Silvi tak jerah. Ia terus menghubungi nomor tersebut. Akhirnya panggilan ke 5 baru ada yang mengangkatnya. Namun anehnya panggilan itu langsung di alihkan menjadi panggilan vidio call.


Terlihat dari balik layar seorang wanita cantik, yang berkulit putih, hidung mancung, rambut coklat bergelombang. Dan satu yang pasti ia bule.


Silvi pun diam sesaat mengingat siapa gadis tersebut. Dalam sekejap raut wajah Silvia berubah Merah. ia murka. Ia ingat pasti siapa dia. Ternyata wanita itu adalah wanita yang ada di dalam vidio tersebut.


Silvi pun sekuat hati menahan rasa sesak di dada nya. ia tidak ingin terlihat lemah.Setelah dapat mengontrol diri, barulah Silvi menyapanya.


"Hallo, maaf Anda siapa?" tanya gadis tersebut.


"Saya?" tanya Balik gadis tersebut sambil tersenyum manis.


"Ya, anda!" denga nada dingin.


"Tak usah berbelit. Anda siapa? Apa tujuan anda mengirim saya Vidio tersebut! " Ucap Silvi dengan nada datar dan dingin.


"Ooo, kenalkan, Nama saya Milka" Masih dengan nada santai, seolah tak terjadi hal apa pun.


"Tak usah berlagak manis. Coba kamu jelaskan, apa maksud tujuan kamu?"

__ADS_1


"Saya tidak bermaksud apa-apa. Hanya saja kekasih saya yang memaksa saya untuk mengirimnya" dengan nada santai tanpa rasa takut sedikit pun.


"Siapa pacar Anda?apa motif anda!"


"Ya, ini pacar saya" sambil memperlihatkan pria yang ada si sampingnya. Namun pria tersebut belum menyadari semua nya.


" Bang," ujarnya lirih. Pria tersebut langsung melihat ke arah ponsel.


Dalam sekejap netra mereka saling beradu. Mereka pun saling terdiam. untuk beberapa detik, tak ada satu pun dari mereka yang bersuara.


"Ehem" Toni pun membuka keheningan.


Netra mata Silvi masih mengerjap-ngerjap untuk memastikan pria tersebut adalah Toni.


"Ada apa? Apa kamu masih ingin menggangu ku?" Dengan nada dingin sambil merangkul gadis yang berada di sampingnya.


"Apa maksudmu?" ujar Mesi dengan nada sedikit ketus.


"Aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya memintamu sadar diri. Kau dan aku sangat jauh berbeda. Dulu aku pikir orang tua mu kaya. Namun apa yang terjadi? Ternyata selama ini dugaan ku salah. Kini kau dan orang tua mu dalam kebangkrutan. saya tidak mau dapat imbasnya. maka dari itu, saya lebih baik menjauh dari mu. Aku tidak mau membantu Irang sepertimu." Ujar Toni dengan tatapan bak elang.


"Apa maksudmu Tuan? Jadi selama ini anda memanfaatkan saya?" Tanya Silvi dengan nada tinggi.


"Jika otak mu cerdas, pasti kau dapat mencerna kata-kataku" dengan senyum mengejek.


"Sebegitu picik nya kah engkau? Tega memanfaatkan semua ini?" Dengan nada yang mulai bergetar.

__ADS_1


"Tak usah menangis. saya tidak akan simpati. Dan asal kamu tahu. Milka ini adalah pacarku dari dulu sebelum bertemu kamu. Aku memang sengaja memanfaatkan mu, agar dapat menjalankan rencana ku untuk berbisnis dengan Faris dan Aldo. Yang memiliki perusahaan terbesar nomor dua Di negara ini. Kini tujuanku sudah tercapai. Jadi aku tidak butuh kamu lagi" Ujarnya datar dan tersenyum puas.


"Tega, kamu. Aku bersumpah tidak akan mau lagi melihat wajahmu. Lihat lah. Allah pasti akan membalas semua nya" Jawab Silvi sambil memutihkan air mata.


"Hahaha. Ya ini lah yang Allah telah berikan. Kesuksesan yang selama ini aku harapkan dan usahakan " jawabnya sambil tertawa.


"Terserah apa mau mu. Mulai sekarang aku tidak mau mengenal mu lagi" Ujarnya Silvi dan langsung menekan tombol merah.


Lagi- lagi air matanya mengalir tanpa henti. Ah, apakah Ini jalan takdir yang telah Aalah berikan? Sungguhan ia tak menyangka jika Toni bisa se picik ini. Kini hatinya benar- benar sakit hancur berkeping-keping.


Jika waktu dapat di putar, ia tidak akan mau untuk mengenal Toni. Nasi sudah menjadi Bubur. Kini hatinya sudah tertutup dengan siapa pun. Ia sudah tidak percaya dengan pria mana pun. Dia yakin semua pria itu sama. sama -sama brengsek.


Kini ia hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit yang menimpa nya ini.


Mesi.


Sepulang dari cafe, ia langsung mendatangi kantor suaminya. Ia berharap dapat mendapatkan informasi tentan Toni dari suami nya. Namu, naas belum sampai di ruangan suaminya tiba-tiba ia terpeleset dan hampir tersungkur di lantai jika tidak ada yang menangkapnya.


Maaf, lama up dan sedikit😊😊😊. lain kali Author tambahπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu

__ADS_1


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


__ADS_2