Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 86


__ADS_3

Sepulang bertemu Alif, Aldo langsung menanyakan prihal Yeni kepada sang istri.


"Sayang. Sinilah. Abang ingin bicara" dengan nada lembut sambil menepuk kursi kosong di sampingnya.


"Ya Bang. Ada apa" sambil duduk di pangkuan sang suami.


"Apa kamu mengenal tante Yeni sangat dekat?" Sambil mengelus rambut panjang Mesi.


"Hem, tidak terlalu bang. Memang ada apa?" sambil menatap Aldo dengan seribu pertanyaan.


"Tidak, abang hanya penasaran" Elak Aldo.


"Sepengetahuanku. Ayah dan bunda dulu bersahabat sejak bangku SMP. Mereka sudah sangat dekat seperti saudara sendiri. Yang paling tahu cerita mereka adalah om Ridho adik sepupu mamah."


"Om Ridho? Dimana dia sekarang?" tanya Aldo penasaran.


"Dia berada di kota bandung. Nanti saya catat Alamatnya buat Abang.sebenarnya ada apa Bang? Jangan membuatku takut?" sambil mendapat Aldo.


"Tidak ada sayang. Berjanjilah padaku. Apapun yang terjadi jangan pernah temui siapa pun sendiri" pinta Aldo dengan tatapan memohon.


"Baiklah. Aku berjanji" Tukas Mesi sambil memeluk lengan kekar Aldo.


Setelah percakapan itu selesai merekapun kembali bercerita ke sana kemari. Lebih tepatnya menceritakan tentang buah hati mereka yang tingal menghitung bulan lagi.


Sementara kasus kecelakaan Dika dan Aldo terus berlanjut. Hari kelima belum juga di temukan tanda-tanda keberadaan Aldo. Hanya tas dan juga berkas- berkas Aldo yang masih berada di dalam mobil.


Setelah itu tak Ada lagi. Sementara kedua orang yang membuat mobil Aldo blong pun sudah tertangkap.

__ADS_1


Polisi terus menginterogasi ke dua nya. Namun mereka tetap Diam dan engan membuka sura. Mereka selalu mengatakan jika mereka salah sasaran. Mereka tidak berniat mencelakakan Aldo, karna mobil yang hendak mereka celakian sama persis dengan mobil yang Aldomiliki.


Sementara Faris hanya bisa diam. Sebenarnya ia ingin sekali membantu sang Adik. Namun, Aldo melarangnya. Ia meminta Aldo agar menjaga Ibunya, Agar kuat dan tabah. Sebab sampai detik ini ibunya belum mengetahui jika sang putra masih hidup dan dalm keadaan sehat.


Namun untuk papah Andre ia sudah mengetahuinya. Ayah Andre sangat murka kepada sang pelaku. Ia berjanji jika sang dalang sudah di temukan, ia akan membuatnya busuk di penjara.


Kabar penangkapan kedua cecurut Yeni sudah sampai di telinga nya. Yeni was-was. Bagaimana pun ia belum mau tertangkap. Sebab gadis sialan itu belum sepenuhnya merasakan apa yang sedang putrinya rasakan.


Namun yang membuatnya sedikit lega, anak buahnya pasti tidak akan membuka suara. Sebab jika ia mengatakan yang sebenarnya, anak dan istrinya tidak ada yang menghidupi.


Ia pun harus terus berpura-pura agar mereka tak menaruh curiga sedikit pun. Kini Yeni sudah berada di kediaman Herman. Ia ingin menemui Mesi dan.melihat keadaannya.


Yeni pun disebut dengan tangan terbuka oleh ibu Mery. Sebab, Ibu Meri belum mengetahui Jika Yeni lah dalang dari semua ini.


Yeni pun langsung menceritakan siapa dirinya. Setelah mengetahui semua nya tentang Yeni, ibu Mery pun langsung Memanggil putrinya.


Setelah melihat keadaan Mesi kini hati Yeni semakin murka. Bagaimana gadis itu bisa baik-baik saja. Apa yang sebenarnya terjadi? Otak Yeni pun semakin murka. Setelah pulang dari sini ia akan melancarkan rencanannya.


Setelah berbincang-bincang dan bertanya perihal Aldo, Yeni pun undur diri. Walau saat bertanya tentang Aldo Mesi sedikit sedih, namun Yeni dapat menyimpulkan bahwa ada yang sedang Mesi sembunyikan. Entah Apa itu Ia juga kurang tahu.


Yang jelas setelah ini ia akan meminta seseorang untuk mengawasi rumah hermawan.


Setelah spai di Rumah, Yeni sangat murka. Ia membanting semua barang-barang yang berdua di depan mata nya.


"Kurang ajar. Bagaimana gadis itu bisa baik-baik saja" ujarnya frustasi sambil melepar fas bunga jedinding.


"Kau gadis busuk, tidak boleh bahagia. Lihatlah. Aku berjanji, setelah ini tidak akan ada senyuman lagi di bibirmu. Yang ada hanya tangis dan tagisanmu " Ujarnya sambil tersenyum bak setan.

__ADS_1


Di rumah sakit.


Pukul 7 Silvi sudah terbangun. Saat tangannya ada yang mengenggam, ia sedikit merasa aneh. Dalam hati ia bertanya-tanya. Bagaimana ini bisa terjadi? Sementara Dika belum juga tersadar.


Ia pun. hendak melepas dekapan tangan Dika. Namun bukannya terlepas dekapan itu malah semakin erat. Alis Silvi sedikit mengkerut.


Ia pun langsung memperhatikan wajah Dika dari dekat sampai ia dapat merasaka deru nafas Dika.


Saat wajah Silvi semakin Dekat. tiba-tiba mata Dika terbuka. Mesi yang terkejut pun bukannya menjauh, ia malah memantung. Tanpa berpikir dua kali, Dika langsung mengecup bibir Silvi sekilas.


Silvi yang merasakan ada sesuatu benda kenyal yang menempel di bibirnya pun mulai tersadar. Ia pun langsung menjauhkan wajahnya dari hadapan Dika.


Karena malu, Silvi pun hanya Diam. Ia tak berbicara sepatah kata pun. Ia langsung keluar dari ruangan Dika.


Di depan pintu, Silvi mengelus dadanya yang sudah tak beraturan. Malu, itu yang ia rasakan. Setelah menetralakan jantungnya, Silvi pun lansung.memanggil dokter jaga yang ada di sana.


Author gantung sebentar ya sayang😍😍😍😍


Besok di lanjutkan lagi😘😘😘😘😘


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.


Terimakasih semuannnya.


Salam sayang dari saya

__ADS_1


__ADS_2