
Karena penasaran dengan selembar kertas yang Silvi pegang hingga membuatnya histeris, Dika yang penasaran mulai membacanya. Sebenarnya ini tidak lah sopan. Namun karena jiwa kepo nya meronta - ronta akhirnya ia pun membacanya.
Betapa terkejutnya Dika saat membaca surat tersebut. Ia masih tidak menyangka jika luka hati Silvi sedalam ini. Andai ia tahu, ia pasti tak akan mencemooh dia lagi. Kini ia mulai merasa bersalah. Pelan-pelan tapi pasti, ia ingin merubah semuanya menjadi lebih baik.
Tak begitu lama akhirnya dokter pun datang. Dika buru-buru melipat surat tersebut dan menyimpannya kembali.
"Hay pak Dika apa kabar?" tanya dokter muda itu dengan ramah.
"Baik dok. Tolong periksa tunangan saya" Ujar Dika spontan. Jujur saja sebenarnya ia merasa tak enak Namun ia malas jika harus berurusan dengan dokter genit itu.
"Hem" ujar dokter itu yang.mulai menahan kesal. Ia masih tak percaya dengan ocehan Dika. Ia menganggap semua hanya bualan saja.
"Sepertinya dia baik-baik saja. Hanya sedikit stres. Lebih baik ia jangan terlalu banyak pikiran" Ujar dokter itu lembut.
"Oo,h iya. Jangan lupa buat minum vitamin " ujar dokter itu Kembali.
"Baik dok. Kalau begitu terima kasih" ujar Dika dengan senyum di paksakan.
"Baiklah. Kalau begitu saya permisi. Dan ingat jangan membodohi ku" ujar dokter Anesa.
"Hem. Terserah" Ujar Dika yang langsung menutup pintu.
"Dasar, kurang ajar. Untung aku Cinta. Kalau tidak sudah gue sate loe" ujar Anesa kesal.
Sepeninggalan Anesa, Dika langsung memperhatikan Silvi. Senyum mengembang di hatinya. Cantik. Ya itu yang saat ini ia rasakan.
Silvi pun mulai terbangun. Ia mulai tersadar. "Dimana aku" gumamnya lirih.
"Kamu sudah sadar " Tanya Dika lembut.
"Hem. Aku dimana?" Tanya ulang Silvi.
"Tenanglah. Kamu di tempatku. Aku pastikan kamu akan baik-baik saja" Jawab Dika santai dan berlalu pergi.
Silvi pun hanya mengamati dari kejauhan. Di lihatnya Dika mengambil segelas air putih dan sepiring nasi yang lengkap dengan sayur nya.
"Makan lah. Saya tidak mau kamu sakit dan semakin merepotkan saya" Ujar Dika yang sedikit ketus.
"Baiklah. Jika aku merepotkan mu aku permisi" ujar Silvi kesal dan hendak beranjak meninggalkan Dika. Namun karena tubuhnya yang masih lemas, ia hampir terjatuh.
Dika yang melihat respon silvi pun ia merasa tak enak hati. Bagaimana pun ia sedang terluka. Harusnya ia bisa bersikap lebih baik lagi.
__ADS_1
"Maaf " Sambil menangkap tubuh Silvi yang terjadi.
"Lepas. Aku bisa sendiri. Aku tak akan merepotkan mu" sambil hendak berdiri dan berjalan tertatih tatih.
"Maaf, aku sudah melukai hati mu. Kumohon disinilah sebentar " sambil memeluk Silvi erat.
Silvi tak menjawab. Ia hanya diam. Hatinya benar-benar sakit.
Dika yang melihat respon Silvi pun ia langsung mengendong Silvi ala bridal style. Sontak tatapan mereka beradu. Silvi yang melihat tatapan itu jantungnya berdegup kencang.
Silvi pun berpikir. Dulu saat bersama Toni, ia tak merasakan getaran itu. Tapi ini? Mengapa bisa terjadi? Gumamnya dalam hati.
"Duduklah disini. Aku akan mengambil makananmu" Ujar Dika lembut.
Silvi pun tak menjawab. Ia masih terdiam dalam lamunan. Beberapa menit kemudian, Dika pun sudah berada di hadapan Silvi dengan sepiring nasi berserta lauk pauk.
"Buka mulut mu" Ujar Dika tegas.
"Mau apa? Aku bisa makan sendiri" ketus Silvi.
"Mau aku suap pakai sendok apa pakai mulut?" Ujar Dika tegas.
"Apaan Si. Sini. Aku bisa sendiri" Ujar Silvi kesal.
Silvi yang terkejut langsung melotot.
"Apa-apan kamu......." Belum sempat Silvi melanjutkan omongannya, Bibirnya sudah di ***** Oleh Dika.
Silvi ingin memberontak. Namun apa daya Dika sudah menahan tekuk nya sehingga tidak dapat bergerak. Sedetik kemudian, Dika pun melepaskannya. Walau dalam hati ia masih menginginkan lebih.Namun akal sehatnya masih berfungsi.
"Buka mulutmu. apa kau masih menginginkannya lagi?" ujar Dika sambil mengedipkan mata.
seketika tubuh Silvi bergidik ngeri. ia pun langsung melahapnya.
From Aldo.
Hari-hariku kini sangat bahagia. Apa lagi sebentar lagi akan ada buah hati yang akan hadir. Aku pun seakan tak mau jauh dari istriku. Aku tak mau kejadian waktu itu terulang lagi. Seperti saat ini.
Aku sedang asik memasak untuk istriku tercinta. Walau aku tak dapat memasak, dengan bantuan mbah you tube akhirnya masakan ku pun siap.
"Bang, sedang apa?" Tanya Mesi terkejut ketikan melihat dapur seperti kapal pecah.
__ADS_1
"Tara" sambil membawa sepiring nasi goreng udang dan tak lupa dengan senyuman.
"Waw, sepertinya enak Bang. Ini abang yang masak?" Tanya Mesi tak percaya.
"Iya donk sayang" Ujar Aldo penuh percaya diri.
"Ayo sayang kita makan" ajak Aldo sambil mengandeng tangan sang istri.
Merekapun makan dengan lahap. Walau makanan Aldo tak seenak masakan Mesi, namun setidaknya makanan tersebut dapat dimakan dan yang pasti makanan itu di buat penuh cinta.
Namun berbeda dengan Mesi. menurut Mesi makanan ini sangat lah Lezat. ia pun melahapnya sampai tandas.
Sementara Dicafe.
Yeni sedang bertemu dengan seseorang. Seseorang itu Adalah Anak buah kepercayaannya.
"Ada apa ibu mengajak saya bertemu disini" Tanyanya tude poin.
"Ini ada pekerjaan buat kamu" Ujar ibu Yeni sambil menyodorkan segepok uang.
"Penawaran apa? " tanya pria tersebut.
"Habisi pria itu!" Tukasnya lirih.
"Baik nyonya" sambil menyodorkan sebuah foto.
"Dan ingat jangan sampai gagal. Jika kau berhasil, aku akan tambahkan bonus" Ujar ibu Yeni berbisik .
"Siap bos. Serahkan semua kepada ku" jelas pria berbadan kekar itu dan beranjak pergi.
Dengan pria itu mati aku Pastikan hidup anak mu akan sama seperti anakku,menderita. Gumamnya dalam hati.
Hai. sahabat ku semua nya.
Author balik lagi niπππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
__ADS_1
Salam sayang dari sayaππ