
Semua yang ada di sana hanya menahan senyum. Silvi sangat malu. Namun berbeda dengan Dika. Ia cuek seolah tak terjadi apa pun.
"Halalin dulu, baru ehem-ehem " Goda Faris sambil tersenyum jahil.
"Aman itu mah. Tinggal nunggu lampu hijau" Jawab Dika sambil menatap Silvi. Sementara yang si tatap hanya menunduk dengan wajah seperti udang rebus.
"Kode itu Vie" Goda Verlita.
Melihat Silvi yang hanya diam, semua keluarga tersenyum terbahak-bahak.
"Denger tu Vie" ujar Mesi yang ikut nimbrung.
"Is, apaan si" Ujar silvi jutek.
Mereka pun akhirnya bercerita kesana kemari. Mama Wina sangat bersyukur Memiliki Keponakan Sebaik Dika. Ya, walau tak ada yang mengetahuinya.
Tak terasa, mereka pu. Berbincang -bincang hingga sore hari. Karna waktu sudah mulai gelap, keluarga Andreansah pun pamit pulang.
Begitu pun dengan Silvi. Ia bersiap-siap ingin ikut pulang. Tubuhnya terasa lelah. Ingin rasanya ia berbaring di atas kasur nya yang nyaman. Sudah hampir 6 hari ia tak pulang dan merasakan empuknya kasur kesayangannya.
Namun, saat ia ingin pulang tiba-tiba tangannya di tahan oleh Dika. "Tunggu sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan"Ujar Dika berbisik sangat pelan. Silvi yang mendapat perlakuan dari Dika pun hanya diam.
Ia malu, jika aksi Dika kali ini di ketahui olah mereka. Dan itu artinya, ia akan menjadi bulan-bulanan sahabat kentirnya kembali. Dalam hati ia sangat kesal dengan perlakuan Dika.
__ADS_1
Dika seolah mencari kesempatan dalam kesempitan dengan keadaanya ini. Namun apalah daya, ia tak tega jika harus meninggalnya sendiri dalam keadaan sakit
Setelah kepulangan mereka. Silvi masih terdiam dan setay di tempat ia berdiri semula.
"Cepat, katakan!" Dengan nada sedikit tinggi dan menekan.
Dika yang melihat Silvi kesal pun, bibirnya sedikit melengkung. Belum sempat Dika menjawab, pintu ruangan Ada yang membuka.
munculah seorang gadis berpakaian seksi. tubuhnya yang berisi semakin membuat pria akan selalu ingin memandangnya.
"Assalamualaikum, maaf. Aku baru bisa.menjengukmu" Ujar Anesa panik dan langsung memeluk Dika yang sedang terbaring.
"waalaikum salam" jawab Silvi sepontan.
Namun, yang membuat Silvi kesal, haruskah mereka mengumbar kemesraan di depannya. dan apa ini? Dika hanya menyuruhnya menonton Adegan mesranya itu? gerutu Silvi dalam hati.
Dika yang melihat ekspresi Silvi, ia sedikit melayang. Terlihat jelas dari raut wajah Silvi jika ia tak menyukai kehadiran Anesa.
Dika yang tersadar pun langsung mendorong Anesa.
"Kenap Dik. Apa salahku?" Tanya Anesa yang sedikit terkejut mendaptar perlakuan tak menyenangkan dari Dika.
"Maaf. Aku hanya ingin menjaga perasaan Tunangan ku" Ujar Dika tegas sambil menarik Silvi agar mendekat kepada nya.
__ADS_1
"Apa.yang kau mau Dika? Jangan coba-coba membodohiku" Ujar Anesa yang mulai ikut terbawa emosi.
"Bukankah beberapa minggu yang lalu saya sudah mengatakannya. Lalu kenpa kau seperti terkejut?" tanya Dila yang mulai kembali ke mode kutupnya.
"Aku kira kau hanya membohongiku " Ujarnya lirih sambil menahan air mata nya yang mulai tergenang.
"Hem. Untuk apa aku membohongi mu. Aku mengatakan yang sebenar nya. Bukan kah waktu itu sudah jelas" Ujar Dika tegas tanpa ragu.
"Maaf, sedari dulu kita hanya berteman, tidak lebih. Maka dari itu, kau harus tahu batasannya" ujar Dika dengan nada sedikit di tekan.
"Baiklah. Kalau begitu aku permisi dulu. Lagian sepertinya kamu sudah baik-baik saja" ujar Anesa sambil menghapus Air mata nya.
Sementara Silvi hanya terdiam. Ia bingung akan situasi ini yang sangat merugikannya. Namun melihat gadis tersebut Silvi merasa iba. Ia pun bingung harus berada di pihak mana.
Hai. sahabat ku semua nya.
Author balik lagi niπππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
__ADS_1
Salam sayang dari saya