
Silvi terkejut. Saat ia sedang melamun, tiba-tiba tubuh Dika bergetar. Detak jantungnya tiba-tiba berhenti. Dengan panik, Silvi langsung memanggil perawat yang berjaga-jaga.
Tak lama dokter pun datang. Silvi menunggu di luar dengan harap-harap cemas. Pikirannya sudah tak karuan. tubuhnya lemas tak berdaya. Alif yang baru saja datang langsung memeluk sahabat kecilnya itu.
Silvi yang mendapat pelukan pun sontak melihat siapa yang telah berani memeluknya. setelah Melihat itu Alif, ia pun mencari kenyamanan di sana.
"Sabarlah. Yakin lah kepada Allah. Semua pasti baik-baik saja" Ujar Alif sambil mengelus kepala Silvi dengan sayang.
Silvi pun hanya diam. Hatinya tak berhenti berdoa berharap semua akan baik-baik saja.
Sebenarnya Alif datang kemari sengaja ingin melihat ke adaan Dika. Dan ingin melihat apa kah ada yang berniat mencelakai Dika.
Namun ternyata bukannya informasi yang ia dapatkan melainkan sahabatnya yang sedang tersedu-seduh. Melihat ke adaan Dika yang drop, membuat Alif cemas.
Sebagai seorang sahabat ia pun merasa sedih. Dia berharap semua akan baik-baik saja. Lima belas menit dokter berada didalam, akhirnya keluar juga.
Dokter mengatakan pasien yang bernama Dika sudah mulai membaik. Dan dokter juga mengatakan jika sebentar lagi Dika akan siuman.
Silvi pun tersenyum senang. Alif yang melihat sahabatnya bahagia pun kini ia ikut bahagia. Alif langsung meminta Silvi masuk agar saat Dika tersadar, ia lah wanita yang pertama kali ia lihat.
Mendengar penuturan Alif, Silvi pun tersenyum malu. Dika yang melihat senyuman itu semakin yakin Jika Silvi sangat menyayanngi Dika. Silvi pun langsung Masuk ke ruangan Dika. Sementara Alif, ia berusaha mencari informasi dan juga orang-orang yang menurutnya mencurigakan.
Selepas pulang dari kediaman Orang Tua Aldo, Ibu Yeni langsung menyuruh anak buahnya melihat situasi rumah keluarga herman. Sampai sore hari bu Yeni belum juga mendapatkan kabar dari Anak buahnya. Karena kesal, ia pun langsung menghubungi cecurutnya.
"Halo" dengan nada yang sedikit keras.
"Iya. Halo bos " jawab dari sebrang.
"Bagaimana keadaan di sana? Kenapa kalian lama sekali " Ujar bu Yeni kesal.
"Maaf bos. Sedari tadi, saya belum juga melihat keberadaan wanita tersebut " jawab dari sebrang.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin. Apakah ada seseorang yang keluar atau masuk ke rumah itu" Tanya Yeni memastikan.
"Ada nyonya seorang pria muda. Kira-kira berusia dua puluh tahun" jelas dari sebarang.
"Coba tanya seseorang di sana benar tidak itu rumah keluarga Herman" Tukas Yeni.
"Baik nyonya. Tunggu sebentar"
Salah satu dari mereka pun turun dari mobil dan bertanya kepada seorang satpam yang berada di sana.
"Permisi, pak. Mau numpang tanya?" Ujar pria itu sopan.
"Iya, pak. Ada yang bisa saya bantu?" Sambil tersenyum ramah.
"Apa benar, rumah besar yang itu Rumah keluarga pak Herman?"
"Ya, benar. Ada apa bapak menanyakan rumah tersebut. Apa ada yang anda cari?" Tanya satpam itu yang sedikit curiga.
"Ooo,iya benar. Beberapa hari ini Non Mesi berada di sana." Jelas satpam tersebut.
"Benarkah, pak. Kalau begitu terimakasih. Kami akan kesan" ujar pria itu pamit undur diri.
"Ya pak silahkan" Ujar satpam itu kembali menjalan kan tugasnya.
Setelah mendapatkan informasi, pria itu pun segera kembali ke mobil. Ia pun langsung memberi informasi kepada Yeni. Yeni tersenyum lenga. Berarti ucapan ibu Wina benar. Dan itu berarti mereka tidak menaruh curiga sedikit pun kepada nya.
"hahahaha, dasar. kalian semua bodoh" Sambil tertawa bak iblis. "lihatlah, Gadis bodoh. penderitaan mu baru di mulai" sambil tersenyum licik.
Di apartemen.
Setelah mengantar istrinya ketempat keluarga nya, Aldo pun kembali ke apartemennya. Ia menggunakan masker dan topi untuk menutup wajahnya agar tak dapat di kenali orang.
__ADS_1
ya ia sengaja menyuruh Mesi tinggal di sana ketimbang di apartemen. sebab jika mesi tinggal di sana lebih aman dan tidak membuat mamah dan keluarganya yang lain curiga. sementara keluarga Herma, sudah mengetahui semua masalah Aldo. dan mereka pun mendukung semua keputusan Aldo.
Sementara Alif sudah di dalam apartemen ya, tadi sebelum Aldo pergi mengatakan Mesi Alif sudah terlebih dahulu berada di sana.
tak ingin Istrinya mendengar informasi yang membuatnya tak nyaman, Aldo pun memilih mengatakan istrinya terlebih dahulu ketimbang membuat istrinya sedih.
"Bagaimana informasi yang kamu dapatkan Lif" Tanya Aldo to de poin.
"Lihat lah" sambil menyodorkan sebuah map. Aldo pun membuka map tersebut dan membacanya dengan teliti.
"Menurut informasi yang saya dapat dari kedua cecurut, mereka di suruh seseorang yang sudah lama menyewa jasannya. Namu..." Ujar Alif lesu dan sengaja memberi jeda.
"Namun apa Lif? Jangan membuatku penasaran" jelas Aldo yan mulai tak sabar
"Mereka masih dalam keadaan bungkam" Ujar Alif lesu.
"Baiklah. Terus desak mereka. Supaya Memberi tahu siapa dalang dari semua ini. Dan ini Nomor yang selalu meneror istriku. walau nomornya selalu berganti-ganti, siapa tahu dapat membantumu" perintah Aldo.
"Tenanglah. Apapun pasti akan aku lakukan untuk kalian. Kasih saya waktu 3 hari. Pasti semua nya akan terbongkar" Tukas Alif percaya diri dan mengambil berkas yang Aldo sodorkan.
Entah mengapa jika persoalan seperti ini selalu Alif senangi dan gemari. Apa Lagi ini membatu sahabatnya. Semakin membuatnya bersemangat untuk mengungkap semua nya.
Author gantung sebentar ya sayangππππ
Besok di lanjutkan lagiπππππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
__ADS_1
Salam sayang dari saya