
"Please, Bang. Tolong jelasin semua nya apa yg terjadi.....!" Ujar Mesi memelas.
Aldo langsung memeluknya dengan erat, sambil menciumnya kening Mesi. Mesi pun balas pelukan Aldo. Beberapa saat kemudian, Aldo melepas pelukannya.
"Baiklah. Mari kita kesana" ajak Aldo sambil mengandeng tangan Mesi.
Dan disinilah mereka sekarang di balkon apartemen Aldo. Mereka duduk berdua sambil menikmati pemandangan jalan ibu kota. angin sepoy-sepoy semakin menahbah romantis suasana. Keduanya sal8ng berpandangan.
"Sayang, kamu ingat kan 5 tahun yg lalu, yang mana kamu pergi ke kota Bengkulu" tanya Aldo sambil menatap wajah Mesi intens.
"Yaaa."
"Waktu itu kamu berjanji tidak akan lama disana. Tapi nyatanya, kamu bohong" ujar Aldo dengan raut wajah yg mulai berkaca-kaca.
"Maksud Abang bagaimana? Bukankah aku disini sekarang" ujar Mesi binggung.
"Ya,,sekarng kau sudah kembali" ujarnnya terpotong sambil membuang nafas secara kasar
"Dulu kamu kamu di Bengkulu hanya satu minggu. Setelah itu kamu memberi kabar jika hari itu kamu pulang. Abang sangat bahagia. Walau cuma satu minggu kita tidak bertemu, tapi bagi abang itu terlalu lama. Dan pada waktu bersamaan dosen Abang pun mberi tahu Abang jika skripsi Abang diterima dan Abang bisa segera Wisuda. Setelah mendapat dua kabar yg bahagia, Abang selalu tersenyum. Abang sangat bahagia. Itu pertanda kita sebentar lagi Akan segera mewujudkan impian kita" sejenak Aldo terdiam. Amel pun tak menjawab. Ia menunggu Aldo melanjutkan ceritanya.
"Namun, hari yg Abang kira adalah hari yg bahagia, ternyata itu adalah hari yg tersial, yang menghancurkan semua nya." Sambil memandang kedepan.
"Kamu tau apa yg terjadi sayang?"tanya Aldo memastikan. Mesi yg memang tidak mengetahui pun hanya menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.
"Saat itu juga Abang mendapat kabar dari abang Faris, bahwa pesawat yg kamu tumpangi mengalami kecelakaan. Seketika hati Abang hancur. Yg membuat abang Lebih sakit abang tidak bisa menemukan mu.Abang sudah seperti orang gila, selama 3 bulan Abang mencari keberadaanmu di lokasi kejadian. Namun semua nihil. Hannya barang-barang dan ktp kamu saja yg kami temui. Sementara jasad mu tak ditemukan. Semenjak kejadian itu, hati Abang hancur.abang bagaikan mayat hidup.hari-hari Abang hanya Abang lakukan untuk berkerja-dan berkerja. "
"Hingga suatu hari, Abang bertemu denga seorang wanita, yg wajahnya mirip sekali denganmu. Namanya Amel. Dia dari kampung terpencil yg ada di kita Bengkulu. Abang kira itu kamu sayang. Tapi nyatanya Abang salah. Karna ketertarikan Abang dengannya Abang mulai mencari tahu latar belakang gadis itu. Yg membuat Abang terkejut. ternyata gadis itu adalah kamu sayang, kamu" Dengan derai Air mata Aldo memeluk dan mencium kening Mesi.
__ADS_1
Aldo terus menceritakan semua nya hingga Mesi mulai paham akan cerita kelam itu. Cerita yg membuat kekasihnya itu terpuruk. Mesi tidak menyangka jika semua akan berakhir seperti ini. Mereka pun saling berpelukan saling mengobati rindu satu sama lain.
Aldo yang sudah berjanji kepada Mesi jika ia Akan mengantar Mesi untuk menemui Kakek subejo dan nenek wartinah untuk mengucapkan banyak terimakasih karna sudah mau menampungngnya selama ini. Setelah puas saling melepas rindu. Mereka pun memutuskan untuk tidur.
Satu bulan telah berlalu. Kini setatus hubungan mereka telah berubah sebagai tunangan. Ya, selepas dari bandung satu minggu kemudian mereka melangsungkan pertunangan, dan rencana satu bulan kedepan mereka akan melangsungkan pernikahan di hotel bintang lima, yg memang hotel tersebut milik kluarga Erwin Sanjaya, Ayah Aldo.
3 minggu menuju hari bahagia, sebelum acara pernikahan di gelar, Mesi meminta agar Aldo segera mempertemukan Mesi kepada kakek Subejo dan nenek Wartinah terlebih dahulu. Rencana mereka akan berangkat ke kota bengkulu lusa.
Hari ini Aldo sudah berangkat ke kantor. Sementara Mesi yang memang sudah tinggal bersama orang tua angkat nya memilih bersantai. Ya, semenjak peristiwa itu kini mereka sangat akarab tak ada dinding yg.membatasi di antara mereka.
Awanya Mesi ingin bersantai, sebelum mendapat kabar dari kedua sahabatnya yg memintanya untuk datang ke cafe favorit mereka zaman dulu. Tanpa berpikir dua kali, Mesi pun langsung bersiap-siap pergi setelah berpamitan kepada mamanya.
Mesi pun memilih mengunakan taksi online ketimbang harus mengunakan mobil miliknya. Ia malas. 30 menit berlalu, akhirnya Mesi sampai di tempat tersebut. Setelah membayarnya, Mesi bergegas pergi menghampiri kedua sahabatnya. Verlita yg melihat kedatangan Mesi pun langsung melambaikan tangan. Mesi pun membalas lambaian tangan tersebut.
Hingga datang lah sebuah mobil jip warna hitam dan langsung membekap Mesi dan pergi. Kejadian sangat cepat. Hingga tidak sempat Verlita dan Silvi menolong Mesi.
Mereka berdua terkejut. Setelah kesadaran mereka kembali, Verlita segera mengambil benda pipih miliknya dan mencari kontak Aldo setelah itu langsung menekan tombol hijau. Terdengar nada dari ponsel setelsh itu terdengar suara dari sebrang.
"Waalaikum salam. Do tolong Mesi. Mesi di culik" ujar Verlita dengan nafas yg memburu.
"Maksud kamu apa kak? Bukan kah Mesi di rumah?" Tanya Aldo yg binggung.
"Sudah lah. Cepat datang ke cafe xx tempat dimana kita sering nongkrong dulu" pinta Verlita dan langsung menekan tombol merah.
Sementara Aldo tanpa pikir panjang langsung pergi menemui kakak iparnnya itu.
Dengan hati yg gusar, Aldo langsung menginjak gas m9bilnya dengan kencang. Sesekali ia menerobos lampu merah. Upatan dari pengendara lain tidak ia hiraukan. Pikirannya kini Hannya Mesi. Siapa yg sudah berani menculik kekasihnya itu. Sudah tidak bisa di biarkan lagi. Lihat saja kalau sampai terjadi sesuatu pada calon istriku, aku akan membunuh nya .
__ADS_1
akhirnya setelah lima belas menit berlalu Aldo sampai juga di cafe tersebut. Ia pun langsung mencari keberadaan kakak iparnnya dan Silvi. Dan terlihat pula kedua pria yg selalu berada di samping nya. Siapa lagi kalau bukan Faris dan Toni.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Aldo sambil menarik kursi langsung duduk.
Verlita pun langsung menceritakan semua nya.
"Ah, sial" ujar Aldo kasar sambil menarik Rambutnya.
"Sabar Do, jangan panik. Bukannya kemarin Abang sudah bilang, jaga Mesi baik-baik. Tapi kau tidak mendengarnya. Sekarang lihatlah apa yg terjadi." Ujar Faris yg mulai kesal.
"Maaf bang. Aku tidak tahu jika masalah ini belum tuntas. Aku kira setelah Angga tertangkap masalah Mesi selesai. Ternyata aku salah" ujar Aldo memelas.
"sudahlah. mari kita cari jalan keluar nya"ujar Faris sambil menepuk bahu Aldo. dan mereka pun saling berunding. sebelum Aldo mengingat sesuatu.
Author gantung dulu yaaa
Besok di sambung lagiπππππ
Maaf, lama upπππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
__ADS_1
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburππ