Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 77


__ADS_3

Sementara Mesi dan Aldo masih asik saling memeluk satu sama lain.


"Woy, ada gue yang jomblo ini. Jangan buat panas" Ujar Silvi kesal.


"Dasar. Bilang aja loe iri" Ejek Verlita.


"Weh, songong ni bocah." Ujar Silvi pura-pura kesal.


Mereka pun mengobrol ke sana kemari hingga mereka lupa mengabari kedua orang tua Aldo. Dasar songong. Bisa-bisanya sampai melupakan hal penting.


Sementara di rumah sakit. Ibu Wina mulai panik melihat keadaan Dika. Ia juga panik. Bagai mna tidak sang anak belum di ketemukan. Dan apa lagi ini kabar Dika saat ini tengah koma. Itu sangat membuat keluarga Faris tertekan .


Sebelum Aldo di temukan, ibu Wina belum ingin memberitahu kepada kedua menantunya. terutama Mesi. ia takut akan membuat menantinya itu don.


Teruntuk ibu Wina. Sebagai seorang ibu kabar berita ini pasti sangat menyakitkan . Apa lagi melihat ke adaan Dika yang seperti itu. Membuat pikirannya tak karuan. Mana lagi anaknya tak di ketemukan. Itu membuatnya semakin tak karuan..


Sementara kedua anak buah bu Yeni terus saja mengawasi perkembangan tentang Aldo. Setelah mendapatkan informasi seputar Aldo, mereka pun langsung memberi informasi.


"Hallo" jawab bu Yeni dari sebrang.


"Halo, kami ingin memberi informasi' jelas Anak buah Bu Yeni.


" Bu ada kabar bagus. Kabar yang baru kami terima, menyatakan Dika koma. Sementara keberadaan Aldo sampai detik ini belum di ketemukan. Perkiraan polisi Aldo jatuh ke jurang" Jelas nya.


"Bagus. Dengan seperti ini aku yakin wanita itu akan semakin stres dan Anaknya pasti akan meninggal, haahahaha. Terus awasi mereka." Tukas Yeni.


"Baik bos " jawab dari sebrang. Dan percakapan itu mengakhiri sambungan telefon.


"Lihatlah Fer. Aku akan Pastikan, kali Ini Me si anakmu akan aku buat lebih menderita dari pada putriku. Baru setelah itu aku akan membunuhnya hahahaha " ujarnya sambil tertawa lantang.

__ADS_1


Sementara Di rumah. Mereka semua sepakat untuk menyembunyikan keberadaan Aldo hingga sang pelaku tertangkap. Dan untuk masalah orang tuannya, Aldo sengaja tidak memberikan Kabar. Sebab ia yakin. Pasti ada seseorang yang mengawasi mereka di rumah sakit.


Nanti ketika mereka pulang baru Aldo akan memberi tahunya.


Setelah ini, Aldo akan bersembunyi hingga perkara ini akan terungkap semua nya. Alif yang mendengar ceritanya ia pun berniat membantu Aldo.


Dan itu sangat bagus menurut mereka. Sebab belum ada yang mengetahui atau pun mengenai Alif jadi mereka dapat lebih leluasa.


Silvi juga belum mengetahui perihal kecelakaan Dika. Namun sampai detik ini ada sesuatu yang mengajal hatinya. Sejak menelfon tadi tak ada lagi kabar tentang Dika. Silvi yang penasaran pun akhirnya membuka sura.


"Sebentar bang. Kalau abang disini, Lalau siapa yang membawa mobil Abang?" Tanya Silvi lantang.


"Seperti yang kamu tahu. Dimana ada saya di situ pasti ada Dika" jelas Aldo santai sebab ia ingin.melihat ekspresi Silvi.


"Jadi bang, yang masuk jurang itu Dika?" tanya Silvi terkejut.


"Ya Allah, bang. Bagai mna dia? Bagaimana keadaannya? Apa mungkin, dia akan pergi sama seperti Toni? " Tanya Silvi lesu dan mulai meneteskan air mata.


"Maksud kamu apa Vie?" kali ini Verlita yang berbicara.


"Toni, Ver. Dia ternyata tidak selingkuh!" Ujar Silvi lirih.


"maksud kamu?" tanya kedua sahabatnya yang terkejut.


"Hem. Toni sudah tenang di sana Ver " sambil menunjuk ke atas lahir.


"Jelasin yang benar Vie jangan buat penasaran" Kali ini Mesi lah yang berbicara.


Sementara Aldo dan Alif, ia hanya diam mendengarkan semua nya.

__ADS_1


"Toni, terkena kangker hati stadium akhir. Ternyata wanita itu sepupunya. Ia sengaja ingin menjauh dariku dan berpura-pura. Sebab dengan begitu baginya aku akan mudah melupakannya " Jelas Silvi panjang lebar.


"Inalillahi wainnailaihi Raji'un. Kamu harus kuat ya Vie. Kami berjanji. Jika suatu saat nanti semua nya sudah beres kita akan cari tempat peristirahatan Toni yang terakhir " Ujar Verlita yang kini air matanya sudah mengalir deras.


"Benar Vie. Maafkan aku. Andai aku tahu.masalh mu serumit ini, aku tidak akan menambah beban pikiranmu" jelas Mesi yang ikut merasa bersalah.


"Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri. Ini semua sudah suratan takdir yang harus aku jalani" jelas Silvi yang kini sudah sangat dewasa. Mereka bertiga pun langsung berhamburan memeluk Silvi..


Kedua pria itu hanya mengamati drama tiga sahabat yang tak terpisahkan.


"Bang. boleh gue lihat keadaan Dika? Gue janji gak akan memberi informasi apa pun tentang mu " Ujar Silvi memelas.


"Hem, baiklah. Tapi abang tidak mau kamu sendiri. biar Alif yang mengantarmu " Tukas Aldo.


" baik lah bang" ujar Silvi pasrah.


Sejak dulu Aldo akan seperti itu kepada nya. Ia sudah menganggap Aldo seperti Abangnya sendiri begitu pun. sebaliknya.


"Ayo Vie mari kita berangkat " Ajak.Alif dan hanya si anggukkan oleh Silvi.


Dalam perjalanan hening tak ada satu pun yang bersuara. Mereka tengelam dalam pikirannya masing- masing.


Hai. sahabat ku semua nya.


Author balik lagi niπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.

__ADS_1


Terimakasih semuannnya.


Salam sayang dari saya


__ADS_2