
Pagi hari
Mesi sudah bersiap-siap. Hari ini Aldo melakukan aktifitasnya seperti biasa. Sementara Mesi berniat menemui sahabatnya Silvi.
Sejak kejadian satu bulan lalu, ia tidak bertemu kembali, bukan karena ada apa, melainkan karna kesibukan masing-masing.
Mereka pun berangkat bersama dengan saling mengandeng satu sama lain. Kehidupan Mesi kalai ini sangat bahagia.
Impian untuk memiliki mahligai rumah tangga yang harmonis, dan mawada warohmah sudah ia dapatkan. Tinggal menunggu kehadiran si buah hati yang akan menjadi pelengkap kebahagiaan mereka.
Aldo mengatakan istrinya itu ke tempat Silvi. Setelah memastikan istrinya selamat sampai tujuan, baru setelah itu ia pergi kekantor.
Dari depan toko, terlihat seorang gadis muda sedang berkutan dengan sebuah mesin jahit. Tubuhnya yang ramping, kulit yang putih, rambutnya yang di ikat keatas, sehingga memperlihatkan leher jenjangnya semakin membuat siapa yang melihatnya akan tertarik dan terpesona.
Apa lagi kini dengan statusnya yang jomblo, menjadikan ia primadona. banyak pria yang berusaha mendekatinya. Namun, Silvi acuh. Ia seolah engan untuk berdekatan oleh siapa pun. Troma di hatinya membuatnya memberi dinding tebal kepada siapa saja lawan jenis yang ingin mendekatinya.
Tak urung, pria-pria yang hanya ingin bermain-main dengannya akan mundur secara berlahan. karna melihat Silvi yang tidak meresponnya. Mesi langsung menghampiri Silvi dengan senyum yang tidak pernah luntur di bibirnya.
Baginya melihat sahabatnya tidak putus semangat sudah cukup membuatnya bahagia. Ternyata Silvi tidak sendiri,melainkan sudah bersama sahabatnya Verlita.
Bersama putra semata wayangnya yang amat manis dan tampa ya itu beby Kenzo yang kini usia nya sudah menginjak 6 tahun. Bicara pun sudah lantang dan rencana tahun ini sudah memasuki pendidikan dasar.Mesi pun langsung menghampiri Mereka.
Kini sifatnya sudah terlihat seperti Ayahnya yang dingin dan sombong. Verlita terkadang kesal melihat tingkah keduan namun sifat manja pun tak luput dari mereka berdua.
Tentu saja sifat manjanya hanya di perlihatkan kepada orang-orang tertentu. Mesi pun langsung menghampiri kedua sahabatnya.
"Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab serenta.
"Tante. Kenapa lama?" Tanya Kenzo dengan raut wajah merajuk.
"Hay, tampan. Maaf tante tadi sudah berusaha secepat mungkin" dengan ekspresi bersalah.
"Hem tante bohong. Bilang saja tante lebih sayan uncle ketimbang Kenzo " ujarnya merajuk.
"Is, pinter banget si keponakan tante ini. Kenzo mau eskrim?" Tanya Mesi sambil memperlihatkan sebuah eskrim yang ia beli didepan. Ia sudah menyangka jika Kenzo akan marah kepada nya.
Alhasil, ia pun teringat akan sebuah eskrim kesukaannya. Tanpa pikir panjang ia pun langsung membelinya. Dan benar saja ternyata ia membutuhkannya. Semoga saja Kenzo dapat ia bujuk. Sebab akan sangat susah jika anak itu sudah merajuk.
"Jangan bilang tante akan membujuk ku!" ujarnya ketus dan sedikit sombong.
"Tidak. Jadi Kenzo mau tidak?" tanya Mesi sambil menahan senyum.
Sementara kedua sahabatnya ity sudah cengengesan gak jelas. Mesi pun sangat kesal karna kedua sahabatnya tidak membantunnya.
"Is kalian. tega Amat" ujar Mesi jutek.
"Lagian, salah sendiri telat" Ujar Silvi jutek.
"Salahin saja tu si Aldo, yang ngurung gue dari tadi. Sebel gue." Ujarnya kesal.
"Hahaha. Itu si derita loe" Ujar Silvi dan Verlita serentak.
mereka pun akhirnya berbincang-bincang kesana kemari membahasa masa-masa abu-abu Mereka bersama.
__ADS_1
Aldo.
Sesampainya di kantor, Aldo langsung di hadiahkan dengan kedatangan Vika. Dengan tidak tahu dirinya, Vika langsung bergelenjut manja di lengan Aldo. Aldo yang merasa risih langsung menghempas tangan Vika.
Sontak semua mata yang ada disana tersenyum mengejek. Vika yang kesal pun langsung berjalan mendahului Aldo.
Sementara Aldo cuek tidak mengubris Vika.
Setelah Di ruangan Aldo Vika pun langsung protes akan sikap Aldo.
"Apa-apaan kamu do? Berani-beraninya kamu mempermalukanku?" ujar Vika dengan mata berapi-api.
"Itu salahmu " ujar Aldo dingin.
"Apa? Kenapa kau berubah. Apa karna gadis ****** itu?" teriaknya lantang.
"Jaga mulut mu. Di bukan ******. Dia istriku. Dan asal kamu tahu, ia sangat lebih baik dari kamu. Pergi lah. Sebelum aku bertindak kasar. Dan untuk kerja sama kita, aku batalkan. Aku tidak mau melukai hati istriku" ujar Aldo dengan Mata tajam
Vika pun langsung pergi meninggalkan Aldo. Hatinya sungguh hancur. Sudah berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan Aldo tapi apa pun usahannya sia-sia. Ia berjanji pada dirinya sendiri. jika Aldo tak bisa ia dapatkan, maka tidak boleh ada yang mendapatkannya. Ujarnya dam hati.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
__ADS_1
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ