Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 79


__ADS_3

"Bang, apa ini ada hubungannya?" ujar Mesi yang terhenti.


"Apa maksud kamu sayang? Jangan bilang ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Aldo dengan mata menelisik.


"Maaf" Ujar Mesi tertunduk lesu.


"Coba jelaskan. Ada apa?" tanya Aldo kini dengan nada lembut.


"Selepas acara 7bulanan kemari, ada yang menerorku" ujar Mesi tertunduk lesu.


"Maksudmu apa sayang" ujar Aldo yang belum mengerti maksud sang istri.


"Begini Bang. Selepas acara kemarin banyak teror lewat ponselku. Kadang tengah malam. Orang itu selalu mengancam ku Bang. Aku pikir itu hanya orang iseng. Tapi setelah melihat keadaan abang seperti ini aku yakin orang itu pasti serius ingin membuatku menderita" Ujar Mesi yang mulai gemetar.


"Kamu masih menyimpan bukti-bukti itu sayang?" tanya Aldo lembut.


"Aku selalu menghapusnya bang. Setiap mengancam, dia selalu mengunakan nomor yang berbeda" sesal Mesi.


"Hem, baiklah. lain kali jangan pernah menyembunyikan apa pun dari ku sayang. Kalau begitu kemari kan ponselmu" pinta Aldo.


"Buat apa bang?" tanya Mesi memastikan.


"Gak ada, abang tidak mau kamu terlalu banyak pikiran. Untuk sementara gunakan ponsel abang" Jelas Aldo sambil menyerahkan ponselnya.


"Hem. Baik lah bang. semoga masalah ini segera berakhir" ujar Mesi sambil memeluk Suaminya itu.


"Ayo sudah malam sayang. Kita istirahat" ajak Aldo sambil mendekap tubuh mungil sang istri.


"Maaf, sayang.Padahal usia kandungan mu sudah menginjak tuju bulan. Itu artinya tinggal 2 bulan lagi masa bersalin mu. Seharusnya kamu dapat fokus dengan kelahiran buah hati kita. Tapi ini apa? Bukannya fokus malah semakin banyak masalah yang harus kita hadapi" jerit hati Aldo yang merasa bersalah.


Malam ini Aldo tak dapat tidur nyenyak. Ia selalu terbayang akan masalah yang menimpanya. Biasanya Dika lah yang mencari jalan solusi nya. Tapi kini apa? Ia harus bisa menyelesaikannya sendiri.

__ADS_1


Ia pun langsung menghubungi Alif lewat chat wa. Sebab jika melalui telefon, ia takut akan ada yang mendengarnya.


Setelah meminta Alif untuk menyewa detektif. Aldo sedikit merasa lega. Ia pun akhirnya dapat terlelap ke alam mimpi.


Di rumah sakit.


Kedua orang tua Aldo masih setia menunggu kesadaran Dika. Begitu pun dengan Mesi. Semalam bahkan gadis itu menyempatkan diri menemani Dika.


Walau ia belum mengetahui rasa cinta atau bukan yang ia rasakan terhadap Dika. Namun. ia tak ingin.kehilangan orang yang perduli pada nya. Selama Silvi disana, tetap saja Dika masih setia dengan tidur panjangnya.


Sementara Faris pagi-pagi sekali sudah pergi ke kantor polisi guna mendapatkan informasi selanjutnya.


Ternyata belum ada tanda-tanda keberadaan Aldo. Polisi masih terus mencari keberadaan Aldo. Faris pun pulang kerumah guna menenangkan diri dan menemui anak dan istrinya.


Sesampainya di rumah kedua orang tuannya, faris langsung mecari keberadaan istrinya. Namun rumah sepi seperti tak berpenghuni.


Faris langsung mencari istrinya di dalam kamar.


Saat ia memasuki kamar terdengar gemericik air. Hati Faris sedikit tenang. Itu artinya istrinya sedang mandi. Sambil menunggu sang istri, Akhirnya Faris memilih berbaring di atas kasur.


Verlita yang baru keluar dari kamar mandi ia terkejut. "Astagfirullah, maz. Sejak kapan kami di sana?" tanya Verlita terkejut.


"Hem " Gumam Faris lesu.


"Ada apa Mas coba cerita. Sepertinya kamu amat lelah " Ujar Verlita lembut sambil membelai wajah sang suami. Jangan lupa Verlita masih mengunakan handuk yaπŸ˜‹πŸ˜‹


"Hem. Aldo belum ada kabar berita sayang. Sampai detik ini belum ada tanda-tanda keberadaanya" Ujar Faris lesu.


"Oo, masalah itu. Mas tenang saja Aldo pasti baik-baik saja " ujar Verlita santai. Aldo yang mendengar penuturan istrinya sedikit menahan emosi.


" maksud kamu apa? Mengapa Kamu bisa sesantai itu? Apa karna di bukan Adik kandungmu? " Ujar Faris sedikit meninggikan nadannya.

__ADS_1


"Maksud mas apa? Sebegitu buruknya aku Di matamu hinnga kau berpikir seperti itu " Tukas Verlita sambil menahan sesak di dadanya.


"Lalu? Bagai mna kamu bisa sesantai itu!" Balas Faris.


"Asal mas tahu. Aldo baik-baik saja. Dia hanya mengalami luka-luka sedikit." Ujar Verlita kesal.


"Bagaimana kamu mengetahuinya? Polisi saja belum menemukan keberadaannya" Tukas Faris.


"Kemarin malam waktu Abang pergi kerumah sakit. Aldo pulang. Dia hanya mengalami luka-luka sedikit. Kami sengaja tidak menghubungi Mas. Sebab Aldo yang meminta nya. Ia ingin mengetahui dalang dari semua nya " Tukas Verlita panjang lebar. Sementara Faris hanya Diam membisu.


"Jika aku memang sepicik itu dimatamu maaf. Mungkin aku tidak sempurna. Namun setidaknya aku sudah berusaha menjadi yang terbaik.aku tidak pernah membedakan antara adik mu dan adik ku." ujar Verlita lantang dan berlalu pergi mengambil pakaiannya lalu mengantinnya.


Faris pun langsung mendekap istrinya agar tak pergi dengan pikiran yang berkecambuk.


"Maaf" sambil memeluknya dengan erat. Verlita pun berusaha memberontak. Namun sekuat apa pun ia melawan tetap saja akan kalah.


"Maaf sayang. Mas tidak bermaksud melukai hatimu. Pikiran mas sangat kacau sehingga mas tidak dapat berpikir jernih" sesal Faris.


Verlita yang mendengar pun hanya diam seribu bahasa. Sakit, ya itu yang ia rasakan saat ini.


Author gantung sebentar ya sayang😍😍😍😍


Besok di lanjutkan lagi😘😘😘😘😘


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.


Terimakasih semuannnya.


Salam sayang dari saya

__ADS_1


__ADS_2