Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 92


__ADS_3

Dua hari kemudian, Mesi mulai tersadar. Ia mengalami koma akibat luka di lehernya. Selama Mesi tak sadarkan diri, Aldo selalu stay di tempat. Untuk makan dan minum pun ia selalu di siapkan oleh mamahnya.


Sementara buah hati nya di urus oleh ibu Mery dan Adiknya Alda. Aldo tak henti-hentinya bercerita tentang buah hati nya kepada Mesi. Walau tak ada respon dari nya, setidaknya dengan ia bercerita dapat merangsang Mesi agar lekas tersadar.


Dan benar saja. Akhirnya usaha Aldo membuahkan hasil juga. Pada hari jumat pagi, akhirnya Mesi pun tersadar. Aldo sangat bahagia. Hatinya tak henti-hentinya berterimakasih kepada sang pencipta. Akhirnya doa-doanya terkabulkan.


"Bang, kenapa menangis?" Tanya Mesi yang ikut berderai air mata. Pikirannya sudah tak karuan. Apalagi saat melihat perutnya sudah datar semakin membuatnya panik.


"Bang, jawab. Ada apa dengan anak kita?" Tanya Mesi yang mulai meradang.


"Tidak ada apa-apa sayang. Abang hanya senang melihat mu akhirnya sadar juga" Jelas Aldo sambil memeluk Mesi dengan sayang.


"Aww, sakit bang" ujar Mesi saat merasakan nyeri pada lehernya dan juga bekas oprasi.


"Maaf sayang. Abang sangat bersemangat" Ujarnya denga sedikit menyesal.


"Dimna dia bang? Aku ingin mengendong nya?" Ujar Mesi bersemangat.


"Sebentar sayang. Abang pangil dokter dulu. Setelah itu abang pasti akan membawa nya untuk mu" Ujar Aldo dengan lembut.

__ADS_1


"Hem baik lah" ujar Mesi pasrah


Aldo pun langsung bergegas memangil dokter. Setelah dokter menyatakan keadaan Mesi mulai membaik, Aldo pun tak henti-hentinya bersyukur.


Setelah dokter selesai memeriksa keadaan Mesi, mama Mery datang dengan seorang bayi yang sangat cantik.


"Sayang, lihat. Siapa yang mamah gendong?" sambil tersenyum dan menghampiri sang putri.


"Anakku. Mah. Benarkah dia putriku?" Tanya Mesi yang seakan tak percaya.


"Tentu sayang menurut mu siapa lagi yang hamil selain kamu?" tanya balik mamah Mery dengan senyum jahil.


"Tentu sayang. Dia kan putri mu" sambil menyerahkan bayi mungil itu kepada. Mesi.


"Lihatlah sayang. Ia sama sepertimu waktu kecil. Hidungnya, pipinya , bibirnya semua sama. Hanya saja mata nya dan Alisnya yang berbeda." Ujar mamah Mery menjelaskan.


"Yah, mamah benar" ujar Mesi antusias.


Saat mengamati putri kecilnya Mesi pun tanpa sadar meneteskan air mata. Ya setelah melalui perjalanan yang panjang, akhirnya putrinya hadir ke dunia. Mesi pun tak henti-hentinya bersyukur. Kini ia sudah menjadi seorang ibu.

__ADS_1


Aldo yang melihat Istrinya menitihkan Air mata, ia pun langsung memeluk sang istri dengan sayang.


Sementara di dalam penjara. Yeni sangat kesal. Ia masih tak terima dengan kekalahan nya. Bagai mana ini bisa terjadi. Ia masih tidak percaya jika usaha nya hancur dalaM sekejap mata. Padahal, ia sudah menyusun serapi mungkin. Namun dasar gadis itu yang seakan memiliki nyawa ganda. Sehingga setiap usaha nya pasti bisa lolos.


Sementar dengan Vikka,Ia merasa hidupnya sudah tak berguna. Harga dirinya sudah tak lagi ia miliki. Hidupnya seakan tak ada gunanya lagi. Ia duduk sendiri di pojokan Rungan jeruji besi.


Saat sedang asik melamun, tanpa sengaja, tangannya mengenai sebuah benda pipih dan kecil Vikka yang mulai frustasi, ia pun langsung melukai tangannya.


Darah mulai mengalir. Tak ada satu orang pun yang melihat tindakan Vikka. Sedetik kemudian, ia pun tak sadarkan diri.


Author gantung sebentar ya sayang😍😍😍😍


Besok di lanjutkan lagi😘😘😘😘😘


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.


Terimakasih semuannnya.

__ADS_1


Salam sayang dari saya


__ADS_2