
Amel yg terkejut, ia langsung berdiri dan menjauh dari Aldo. Aldo sangat kesal. Siapa yg berani mengganggu nya. Dengan menahan emosi, ia langsung berdiri, dan merapikan pakaian nya. Baru setelah itu ia membuka pintu.
Ceklek
Terlihat dua orang pria di depan pintu. Ya orang tersebut Dika dan Rangga menejer HRD di kantor Aldo. Dengan wajah datar nya, Aldo mempersilahkan mereka berdua masuk.
Rangga dan Dika langsung mengikuti perintah Aldo. Saat berada di dalam, mata Rangga mebulat. "Tidak biasanya bosnya itu membawa wanita kedalam ruangannya. Tunggu, sepertinya aku mengenalnya" Gumamnya dalam hati. Matanya terus menatap Amel lekat-lekat. Aldo yg melihat Rangga menatap Amel, ia sedikit kesal. Ia pun berdeham kecil, untuk mengalihkan pandangan Rangga.
Ehem.
Seketika Rangga memalingkan tatapannya. Ia merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya. Berani-beraninya, ia menatap kekasih bosnya tersebut. Walau di dalam lubuk hati ia sangat penasaran.
Amel yg sedang melamun, seketika matanya menatap ke arah Aldo dan melihat siapa yg datang. sedikit senyum terukir di wajahnya. Ia tidak menyangka jika akan bertemu dengan Rangga. Sebenarnya Amel ingin sekali menyapa Rangga, namun melihat tatapan Aldo, seketika nyali nya menciut. Ia pun mengurungkan dan menunduk.
Aldo yg melihat perubahan Amel, ia pun duduk di kursi kebesarannya. Kemudian ia meminta Amel menghampirinya dan menarik Amel, agar duduk di pangkuannya. Mata Amel seketika membulat"Apa-apaan bos kutup ini. Mengapa ia bersikap seperti ini didepan mereka" Gerutunya dalam hati.
Sementara Aldo hanya tersenyum melihat raut wajah Amel. Ia pun membisikan sesuatu di telinga Amel." jangan berani menyapanya, atau aku akan melakukan yg lebih dari yg kita lakukan tadi!" Ujarnya lirih.
Amel semakin menegang. "Ah, sial. Bisa-bisanya bos kutupnya itu mengacamnya. Dasar Gila" Gerutunya dalam hati.
Dika yg melihat pemandangan di depannya hanya tersenyum. Sementara Rangga matanya membulat " Benar-benar di luar dugaan" Gumamnya dalm hati
Untuk mencairkan suasana yg mulai dingin seperti es batu, Dika pun membuka suara.
"Maaf, tuan. Kami mengangu waktu Anda. Ini pak Rangga. Dia menager HRD di kantor tuan" Jelas Dika singkat. Mata Aldo menatap intens Rangga meminta penjelasan. Rangga yg mengerti maksud bosnya itu, ia langsung memperkenalkan diri.
"Perkenalkan tuan. Saya Rangga menager HRD di perusahaan tuan" Ucap Rangga dengan sedikit menundukkan sebagai tanda hormat.
Ini pertama kalinya ia bertemu dengan Menejer HRD tersebut. Sungguh di luar dugaan. Ia pikir menager tersebut sudah tua dan gendut. Namun ternyata ia masih muda dan tampan. Walau masih jauh jika di bandingkan nya. Namun, melihat tatapannya tadi, ia yakin jika pria itu memiliki perasaan kepada Amel. Itu lah, yg membuatnya agresif kepada Amel. Ia berharap dengan memperlihatkan ke romantisan mereka, pria itu akan mundur dan menjauhi Amel.
__ADS_1
"Senang mengenal Anda Rangga. Semoga kamu terus meningkatkan prestasi di perusahaan ini" ujar Aldo memberi semangat.
"Baik, tuan. Saya akan berusaha sekuat mungkin" ujarnya tanpa ragu.
"Semoga HRD sukses di tangan kamu. Baiklah saya hanya ingin mengenalmu. Kalau begitu silahkan lanjutkan pekerjaan kalian" Ujarnya dengan sedikit senyum yg di paksa.
"Baik, Tuan. Kalau begitu kami permisi" Pamit Dika, dan merekapu segera berlalu meingalkan Aldo.
Saat ingin keluar, kembali Rangga melirik sekilas ke arah Amel. "Siapa dia sebenarnya?" Gumamnya dalam hati. Karna ia sangat penasaran, Rangga pun memberanikan diri, menanyakan kepada Dika.
"Maaf, pak. Perempuan tadi, apakah kekasih CEO?" Tanyanya ragu-ragu.
"Memang ada urusan apa kamu ingin tahu urusan beliau?" Tanya balik Dika sambil menatap intens mata Rangga. Rangga yg di tatap semakin gerogi. Ia binggung apa yg harus ia jawab. Sebab terlalu lancang baginya, jika ingin tahu urusan tuannya.
"Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud lancang. Hanya saja saya seperti mengenalnya" Ujarnya jujur.
"Oh, ya.?Memang siapa wanita itu?" Tanya balik Dika. Ia sangat penasaran apa mungkin Rangga mengenali Amel dengan penpilanya yg sekarang..
"Baiklah. Kalau begitu silahkan lanjutkan tugas Anda" perintah Dika.
"Kalau begitu saya permisi dulu, pak" Pamitnya sambil berlalu meninggalkan Dika. Sementara dika hanya tersenyum. Ia yakin sebenarnya Rangga mengenali Amel. Sudah terbaca jelas dari raut wajahnya. Hanya saja ia takut mengatakannya. Dika pun kembali ke ruangan nya dan langsung fokus dengan tugasnya.
Setelah kepergian Dika dan Rangga, Aldo langsung menatap Amel lekat-lekat. Amel yg di tatap seperti itu, siedikit merasa was-was dan takut.
"Mengapa, kamu melihatku seperti itu?" Tanyanya dengan nada galak.
"Kenapa, dia menatapmu seperti itu? Jangan bilang kalian, memiliki hubungan?" Tanya Aldo dengan nada sedikit di tekan.
Amel yg di tatap seperti itu sedikit terkejut."Apa-apaan dia bertanya seperti Itu!Apa mungkin, bos kutup ini cemburu? Ah tidak mungkin. Iget Amel, kamu jangan mau masuk perangkap lubang buaya" Gumamnya dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1
Aldo yg melihat Amel hanya bengong, dan tidak menjawabnya sedikit kesal.
"Kamu, kenapa geleng-geleng kepala? Apa yg kamu pikirkan?" tanyanya dengan nada jutek.
"Ma... Maksudnya? Maaf, saya tidak mengerti" ujarnya terbatas-bata.
"Ah, kamu sungguh membuatku kesal. Duduk lah di bangku mu. Atau kamu mau...?" Ujarnya sambil tersenyum licik.
Amel yg melihat senyuman itu, merasa ngeri. Seketika ia langsung berdiri dan pergi dari pangkuan Aldo. "Uh, dasar. Nyebelin banget jadi orang. Jelas-jelas dia yg mau,eh ini malah memanfaatkan keadaan. Nasip-nasip, punya bos mesum " gerutunya dalam hati.
Senyum tipis terukir dari bibir Aldo. Setelah melihat Amel sudah tenang. Ia langsung membuka file yg telah Dika berikan. Sontak matanya membulat. Ia pun langsung berlari menuju Amel, kemudian memeluk Amel dan mengecup pipi Amel.
Amel yg mendapat serangan mendadak, ia terkejut." Ada apa dengan bos kutupnya itu? Jangan-jangan, ia mengalami gangguan jiwa!" Gumamnya dalam hati.
Aldo yg menyadari akan sikapnya, ia segera bergegas menjauh. Karna terlalu bahagia, ia sampai kehilangan kendali. Kali ini, ia sangat malu. Ia pun langsung pergi dan meninggalkan Amel, tanpa sepatah kata.
Amel di buat binggung. Apa yg sebenarnya terjadi, namun sejenak ia memgurukkan niatnya untuk mengetahui segalanya.
Saat Amel ingin kembali duduk, dering telpon mengurungkan niatnya. Ia langsung mencari keberadaan benda tersebut. Ternya benda itu milik bos kutupnya. Ia pun mengembalikan henpon tersebut tanpa berniat mengangkatnya.
Aldo yg merasa ada sesuatu yg tertinggal, ia pun kembali ke ruangannya. Dan benar saja, ia meninggalkan benda yg sangat penting. Ia segera mengambilnya tanpa menghiraukan Amel.
Terdengar dering dari ponselnya. Dilihatnya tertera nama Vikka. "Ah mengapa dia selalu menggaguku." Ucapnya kesal. Amel yg melihat sikap Aldo, hanya terdiam. Di cek nya kembali ternyata ada chat dari Vikka.
Sontak mata Aldo membulat. Ia langsung menarik Amel dan mengecup bibirnya dengan lembut.
Ceklek.
Kira-kira siapa yg datang yaa?πππππΆ
__ADS_1
Ayo tebak. Biar author semangat. Jangan lupa kasih masukan dan saran ya agar Leboh menarik. Terimakasih untuk semuanya. Jangan lupa tinggalkan jejak. Nuhunπππ