Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 30


__ADS_3

Setelah kepergian Dika, Aldo langsung masuk dan meminta Amel meminum kopi hangat yg telah Dika bawa tadi. Suasana sangat hening. Mereka masih terbawa suasana yg telah mereka ciptakan tadi. Hingga beberapa menit kemudian terdengar suara bel dari balik pintu.


Awalnya Amel ingin beranjak dan membuka pintu tersebut. Belum sempat Amel melangkah Aldo langsung menariknya dan memintanya duduk.


"Apa kau ingin keluar dengan pakaian seperti itu? Lihatlah dirimu! Apa kau sengaja ingin menggoda mereka?" Ujar Lirih di telinga Amel.


Sontak mata Amel membulat. Ia langsung berlari kearah cermin.Saat Amel melihat pantulan tubuhnya di cermin, ia pun terkejut. "Pantas, tadi dia tak bisa menahan diri. Ternyata akulah penyebabnya" Ujarnya lirih. Amel pun langsung berlari ke atas tempat tidur dan menutup tubuhnya dengan selimut sebelum Aldo datang dan akan memangsanya.


Tak begitu lama Aldo pun kembali dengan membawa satu paper bag dan melemparnya ke arah Amel. Kemudian Aldo pun menghampiri Amel. Kemudian ia pun mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Amel hingga jarak di antara mereka hanya beberapa senti.Mata Amel membulat. Karena takut, ia pun langsung menutup matanya "Ada apa, dengan pria itu, jangan-jangan...?" gunanya dalam hati dengan pikiran yg was-was.


Aldo yg melihat sikap Amel, ia pun tersenyum menang. "Pakai lah, pakaian itu. Sebelum aku memangsamu" Bisiknya lirih, sambil berlalu meninggalkan Amel.


Sontak tubuh Amel mematung. Ia pun langsung membuka matanya dan langsung mengambil pakaiannya dan berlari ke kamar mandi.


Keesokan Hari.erpiki


Aldo duduk santai di tepi kolam. Semalam, ia tidak pulang. Ia sengaja menginap di hotel untuk menemani Amel. Is tapi jangan berpikir yg tidak-tidak ya. Mereka hanay tidur di ruangan yg sama, tapi dengan tempat yg berbeda. Amel di kasur, sementara Aldo di sofa, tidak lebih dari itu. mereka hanya tidur. Aldo takut jika orang tersebut akan kembali dan menggangu Amel. Sungguh hatinya tidak tenang.


"Siapa sebenarnya yg menginginkan Amel celaka? Apa maksud dan tujuannya! Apa yg sebenarnya ia incar. Apa mungkin dia adalah musuh Amel? Ah tidak. Aku yakin ini semua karena aku. Ini pasti ulah Vikka, tidak salah lagi" Gumamnya dalam hati.


Dika yg melihat bosnya sedang melamun,0 Ia pun segera menghampirinya.


"Permisi, Tuan. Maaf, saya menganggu anda" Ucap Dika sopan sambil berdiri di depan Aldo.


"Tidak Dik. Santai saja. Kita sedang tidak di kantor, jadi bersikaplah seperti biasa" Ujar Aldo santai.


"Baik tuan. Saya kemari ingin mengantarkan ini!" Ujarnya sambil menyerahkan sebuah DVD.

__ADS_1


"Apa ini?" Tanya Aldo yg sedikit bingung.


"Itu rekaman cctv semalam,tuan. Saya sudah melihat rekamannya. Namun, maaf. Saya tidak mengenali nya. Barang kali tuan mengenalnya" Jelas Dika panjang-lebar.


"Duduk lah. Bagai mana kamu tidak bisa mengenali nya?" Tanya Aldo penasaran. Pasalnya Dika selalu bisa menyelesaikan tugas yg Aldo berikan.


"Maaf, tuan. Orang tersebut menggunakan pakaian serba hitam, dan menutupi wajahnya mengunakan masker dan mengunakan topi, sehingga saya tidak bisa melihat wajahnya." Jelas Dika panjang lebar sambil duduk santai di samping bosnya.


"Baiklah, mari kita lihat sama-sama" Ajak Aldo sambil membuka laptopnya.


Kemudian Aldo langsung membuka dan melihat isi Vidio tersebut. Terlihat seorang pria berbadan tegap dan mengunakan pakaian serba hitam tak lupa ia menggunakan topi dan masker sehingga tak ada yg mengenali nya.


"Ah sial. Siapa dia sebenarnya? Menurut kamu, apa motif nya ingin mencelakai Amel?" Tanya Aldo sambil menatap wajah Dika.


"Menurut saya tuan. Ini ada motif di masa lalu Non Amel. Sebaiknya tuan segera pergi ke desa dimana non Amel berada" Ujar Dika memberi saran.


"Begini tuan. Jangan-jangan orang tersebut sudah mengetahui jika dia adalah Non Mesi. Sedangkan tuan tahu, sedari dulu banyak yg iri kepada Non Mesi" Ujar Dika panjang lebar.


"Bagaimana kamu mengetahuinya, sementara saya tidak pernah cerita ke siapapun" Tanya Aldo yg sedikit terkejut dengan penjelasan Dika.


"Maaf, tuan. Beberapa minggu yg lalu saya tidak sengaja mendengar percakapan non Verlita dan Non Silvi" Ujarnya serius.


"Kamu, benar. Mengapa aku bisa melupakannya. Jika aku pergi ke desa, bagaimana dengan Amel? Saya tidak mau meninggalkan nya sendiri" tanyanya dengan wajah bimbang.


"Bagai mna jika tuan menitipkan Non Amel kepada Non Silvi. Saya yakin Non Amel pasti Aman di sana" Saran Dika.


"Kamu benar. Segera urus kepergian ku. Ingat, jangan ada satu orang pun yg mengetahuinya jika kita pergi ke sana" ujar Aldo mengingatkan.

__ADS_1


"Siap, Tuan. Percayakan kepadaku. Lusa, saya pastikan tuan sudah berangkat, dan saya sendiri yg akan mengantar tuan ke sana " Ujar Dika meyakinkan.


"Ingat. Selama Amel berada di apartemen Silvi, beri dua bodyguard untuk mengawasi mereka, dan jangan sampai mereka berdua tau. Karena sedari dulu mereka tidak suka di beri bodyguard" perintah Aldo.


"Siap tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" Ujar Dika dan hanya di anggukkan oleh Aldo. Setelah mendapat persetujuan dari Aldo, Dika pun segera berlalu meninggalkan Aldo. Sejenak Aldo berpikir apa motif dari pria itu? Apa mungkin ini ulah Vikka, tapi apa yg Dika ucapkan ada benarnya juga. Sebaiknya saya ikutin saran dari Dika sebelum semuanya jadi berantakan dan Amel celaka.


Aldo pun langsung kembali ke kamar dan memastikan keberadaan Amel. Amel yg melihat Aldo kembali ia pun tersenyum. Aldo yg melihat Amel tersenyum merasa heran. Ia sedikit merasa tidak tenang. "Apa yg sebenarnya gadis itu inginkan? Saya harus waspada" Gumamnya dalam hati.


"Kenapa kamu senyum seperti itu?" Tanya Aldo dengan raut wajah jutek.


"Is, nyebelin. Di jutekin salah, di baikin salah. Apa si sebenarnya mau loe? " Tanya Amel dengan raut wajah kesal.


"Gue gak butuh senyuman dari loe. Bangunlah, ganti pakaian loe. Hari ini juga kita harus pulan" Ujar Aldo dengan datar.


"Is, dasar nyebelin" Ujar Amel dengan kesal. Sebenarnya Aldo mendengar ocehan Amel. Namun Aldo tak mau menghiraukannya, ia memilih diam ketimbang meladeni Amel. Amel yg merasa di cuekin ia sangat kesal. Ia pun memilih pergi keluar hotel sambil berjalan-jalan sebentar dan menunggu Aldo membersihkan diri.


Kini Amel berada taman yg berada tak jauh dari hotel tersebut. Sungguh ia sangat senang bisa berada di sana. Pemandangannya sangat sejuk dan Amat indah. Di tambah suasana pagi yg sangat cerah, semakin membuat hatinya tenang.


Sementara Aldo yg tidak melihat keberadaan Amel ia panik. Ia pun segera mencari keberadaan Amel dengan hati yg tidak karuan.


Maaf, lama up😊😊😊


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

__ADS_1


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2