
30 menit berlalu akhir merek sampai juga di rumah sakit.
Silvi langsung turun dan di susul oleh Alif. Mereka pun berjalan tergesa-gesa.
Terlihat dari lorong UGD ibu Wina dan juga papa Andre sedang duduk di ruang tunggu.
"Tante" teriak Silvi dan langsung berhamburan ke pelukannya.
"Iya sayang" jawab Ibu Wina lalu membalas pelukannya.
"Tante yang sabar ya. Semua pasti ada hikmah nya. Tante harus kuat. Aku yakin kak Aldo akan baik-baik saja" ujar Silvi tulus.
"Amin terimakasih nak. Oh iya,Kamu kesini dengan siapa? Terus Mesi siapa yang nemenin sayang?" tanya Ibu Wina sambil melepas pelukannya.
"Sama Alif tante. Tante tenang saja Mesi dengan Verlita" jelas Silvi lembut.
"Assalammualaikum tante" Ujar Alif sambil berjabat tangan.
"Walaikum salam ganteng" sambil membalas uluran tangan Alif.
" Terimakasih, nak. sudah mau mengantar Silvi kemari' ujar Ibu Wina tulus.
" sama- sama bu" Jawab Aldo tak kalah tulis.
Alif pun hanya tersenyum mendengar celotehan Bunda Wina.
"Bagaimana keadaanya sayang? Apa Mesi sudah tenang, sehingga kamu bisa meninggalkan nya??" Ujar Ibu Wina yang mencari penjelasan.
__ADS_1
"Tante tenang saja, Mesi baik-baik saja tante Percayalah menantu kesayangan tante pasti pandai menjaganya. Oh ya Tante Bagaimana keadaan Dika!?" Tanya Silvi yang susah tidak sabar lagi
"kamu lihatlah sayang " sambil menunjuk ke sebuah ruangan. Silvi pun.lamgsing melihat arah yang Ibu Wina tujukkan. Di sana terlihat jelas jika Dika sedang terbaring lemas tak berdaya. Dengan banyak kabel yang menempel di tubuhnya.
Silvi yang melihat pun terkejut ia langsung berlari menuju ruangan tersebut. Ibu Wina yang melihat raut kekhawatiran Silvi langsung menghampiri nya.
Tanpa sadar, air mata Silvi mengalir deras. "Tante, Dika pasti selamatkan tante" Ujar Silvi sesegukan.
"Kita doakan saja yang terbaik ya sayang" ujar ibu Wina.
"Boleh aku masuk Bu " pamit Silvi.
"Baiklah sayang."
Di dalam ruangan. Silvi langsung tertunduk lemas. Akan kah Dika meninggalkan nya seperti Toni. Air matanya tak dapat si bendung lagi. Sementara Alif hanya melihat sikap Silvi dari kejauhan. Dapat ia pastikan, jika mereka berdua memiliki sebuah hubungan.
Di dalam UGd.
"Assalamualaikum, hay. Apa kabarmu? Apa kamu senang aku di sini? Ah, dasar bodo aku. Bukankah kamu sendiri yang bilang jika aku wanita yang menyebalkan? " Jelas Silvi tersenyum hambar.
"Apa kamu tetap mau tidur terus? Apa kamu tidak kangen dengan ku? Bukanya kamu kemari bilang sayang sama aku? Ayo donk kalau memang kamu sayang bangun. Aku mau kamu jelasin semuanya" Uajr Silvi sambil sesegukan.
Silvi pun mengenyam tangan Dika dengan erat. "Pliase bangun aku mohon. Apa kau senang membuatku bersedih? Kalau kamu gak bantu - bangun aku marah sama kamu" ujar Silvi panjang lebar sambil mngecup Tangan Dila.
"Please, jangan tinggal kan aku. Aku gak sanggup jika harus jauh dari mu. Siapa yang akan menjagaku nanti" racau Silvi tak karuan.
Sementara Fika masih senang akan tidur panjangnya.
__ADS_1
Aldo dan Silvi.
Mereka berdua sedang beristirahat di kamar apartemen. Aldo sengaja pindah kesana malam ini. Ia tidak ingin rencananya kali oni akan gagal. Kini mereka berdua sedang beristirahat di kamar.
"Bang?" pangil Mesi.
"Iya sayang, ada apa?" jawab Aldo sambil mengarah ke arah Mesi dan mengecup keningnya.
"Menurut abang, siapakah orang jagat yang sudah tega mencelakai Abang?" Tanya Mesi serius.
"Entah lah sayang. Abang juga tidak tahu. Yang jelas kita harus hati-hati " jelas Aldo.
"Iya bang " ujar Mesi tersenyum manis.
"Ingat, kamu sedang hamil. Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Biar abang yang akan pikirkan semuanya " Jelas Aldo lembut.
"Bang, apa 8ni ada hubungannya?".ujarMesi yang terpotong.
Author gantung sebentar ya sayangππππ
Besok di lanjutkan lagiπππππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
__ADS_1
Salam sayang dari saya