
Satu bulan telah berlalu. Kini Amel sudah menjalani rutinitas seperti biasa. Begitu pun dengan Aldo. Hari-harinya kini semakin berwarna semenjak Amel selalu di sampingnya.
Begitu pun dengan Silvi dan Verlita. Ia sangat bahagia setelah mendapatkan kabar gembira dari Aldo. Kini mereka semakin dekat dan semakin akrab. Mereka berdua berharap bisa seperti dulu kembali.
Silvi dan Verlita sudah tidak sabar menanti kembalinya ingatan Amel. Sebab dokter mengatakan, jika rajin minum obat dan dibawa ketempat Amel dulu sering berkunjung, pasti ingatan Amel segera pulih.
Setelah menunggu satu bulan lamannya Ibu Wina berniat mengunjungi kakek subejo dan ibu wartinah. Namun Aldo melarangnya. Ia ingin membawa Amel berlibur ke bandung bersama kedua sahabatnya kembali. Ia sangat berharap semoga dengan membawanya ke sana ingatan Amel segera pulih.
Awalnya bu Wina melarangnya. Namun karna kegigihan Aldo Akhirnya ibu Wina tidak bisa berkutik. Dengan berat hati ibu Wina memberi Aldo izi.
Hari ini mereka berlima sudah berada di rumah mama Ana. Sebelum pergi kesana Verlita sudah terlebih dahulu menjelaskan perihal Amel kepada keluarganya agar tak terjadi keributan disana.
Rencana besok siang mereka akan Berangkat ke bandung untuk berliburan disana. Di pantai yg masih asri dan tempat terahir mereka berlibur bersama sebelum musibah menimpa Mesi. Aldo sangat berharap Amel akan mengingat kembali masa-masa yg telah mereka lalui bersama.
Pesta barbeque di mulai. Mereka mendapat tugas masing-masing. Aldo dan Amel mendapat tugas membakar daging. Verlita dan Faris membuat bumbu. Sedangkan Toni dan Silvi menyiapkan piring dan perlengkapan lainnya untuk mereka makan nanti. Sementara ibu Ana dan papa erwin sedang asik mengasuh cucunya.
Jangan tanya Abang jo kemana ya? Untuk sementara waktu abang jo tinggal di sebuah desa terpencil. Entah apa sebabnya Abang jo lebih memilih tingal di desa ketimbang mengajar di kota. Ya , Abang jo kini sudah menjadi guru di sebuah SMA Negri di desa.
Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, Makanan telah siap. Mereka pun menikmatinya dengan lahap. Canda gurau selalu membuat ramai. Tak henti- hentinya mereka tertawa, Hinga waktu menunju ke pukul 22.00 baru mereka berempat pamit. Sementara Aldo dan Amel masih setia memandang bintang-bintang di langit.
"Belum ngantuk?" ujar Aldo lirih.
"Belum. Kamu sendiri belum ngantuk?"
"Belum. Katanya sayang. Kenapa manggilnya masih kamu " ujar Aldo pura-pura merajuk.
"Terus harus pangil apa donk?" Tanya Amel yg kebingungan.
"Apa aja sayang yg penting jangan kamu"
"pangil mas boleh?"
"Sepertinya itu ide yang bagus. Oh ya sayang." Ujar Aldo sambil mendekap Amel untuk bersandar di bahunya.
"Terimakasih sayang sudah kembali dan mencintai mas" sambil tersenyum menghadap Amel.
__ADS_1
Amel yg mendapat senyuman itu sontak membuatnya terpukau" ya Allah, Tapan sekali kamu mas apakah pantas aku bersanding dengan mu?" gumamnya dalam hati.
"Iya, mas tau mas ganteng sayang. Pandangi lah terus sayang mumpung gratis" ujar Aldo sambil mencubit hidung Amel
"Aw, sakit mas. Apaan sih mas pd banget" ujarnya kesal sambil mengelus-elus hidungnya.
"Iya deh, maaf. Habis kamu gitu Amat. Mas kan jadi gemes. Ya sudah. Besok kita harus berangkat pagi Ayo kita istirahat" ujarnya lembut sambil mengandeng tangan Amel. Amel pun hanya menganggukkan kepala dan mengikuti langkah Aldo untuk beristirahat.
Pagi hari.
Azan subuh berkumandang. Mereka berenam sudah terbangun. Setelah mengambil wudhu, Mereka sholat berjamaah bersam baru setelah itu mereka ber siapa- siap berangkat.
Mereka berangkat mengunakan kereta Api seperti yg 5 tahun lalu mereka rasakan bersama. Mereka sangat menikmati liburan kali ini. Senyum mereka selalu menghiasi bibir mereka.
Tiga puluh menit berlalu. Akhirnya mereka sampai di bandung. setelah itu mereka memesan taksi dan melanjutkan perjalanan kembali menuju pantai.
Akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan. Mereka pun langsung masuk ke penginapan untuk membereskan pakaian mereka dan ber istirahat.
Aldo sengaja memilih penginapan yg sama seperti 5 tahu lalu. Amel langsung memasuki penginapan tersebut. Entah mengapa ia seperti pernah berada disini. Tapi kapan ia tidak dapat mengingatnya.
"Ayo sayang mas antar ke kamar kamu" sambil mengandeng tangan Amel. Amel yg di tarik tangannya hanya diam dan mengikuti kemna langkah Aldo berada.
"Ini kamar kamu sayang. Kamu istirahat ya. Mas keluar sebentar."sambil mengecup kening Amel. Sementara Amel lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah menutup pintu kamar Amel, Aldo pun menghampiri Faris, Verlita, dan kedua pasangan alay itu..
"Bagaimana? Apa ada perkembangan?" Ujar Faris memastikan.
"Belum, bang." sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu sabar saja. Pasti semua ada jalan. Oo, iya Do. Apa kamu sudah mengetahui siapa dalang dari musibah yg menimpa Amel kemari?" tanya Faris memastikan.
"Belum bang. Sampai sekarang belum ada infor masi dari Dika" ujarnya lesu.
"Sebelum dalangnya tertangkap, kamu harus jaga Amel, Abang takut jika orang tersebut akan melakukan sesuatu" jelas Aldo
__ADS_1
"Abang tenanglah. Sebisa mungkin Aldo akan menjaga Amel melebihi Aldo menjaga diri sendiri."
"Baguslah. Ya sudah abang istirahat dulu ya. Abang capek. Ayo sayang kita istirahat" ujarnya sambil mengandeng tangan istrinya.
"Istirahat apa istirahat? Bilang aja mau olahraga" ujar Toni ketus.
"Suka-suka gue. Makanya no buruan halalin Silvi biar bebas" ujar Faris tersenyum jahil.
"Uh dasar semprul. Tunggu saja undangannya" ujar Toni tak mau kalah.
Aldo yg melihat drama keduanya memilih pergi ketimbang harus mendengarkan ocehan mereka berdua. Ia pun kembali memastikan ke adaan Amel.
Di bukanya kenop pintu kamar Amel. Terlihat Amel sedang tertidur mbelakangi pintu. Pelan pelan Aldo menghampiri Amel.
Ia pun duduk di tepi ranjang. Sorot matanya nya memancarkan kesedihan. Tangannya mulai membelai rambut Amel.
"Sayang, kapan kamu mengingat mas,mengingat semua tentang kita. Mas sudah sangat merindukan kamu yg dulu. Ingat kah kamu, disini pertama kali mas mengendong mu, mas mulai memberikan perhatian kepadamu. Dan di pantai ini tempat awal kita menjalin kasih. Mas berharap ingatan mu segera pulih, sehingga kita bisa mewujudkan keinginan-keinginan kita dahulu. Maafkan mas yg tidak bisa menjagamu. Mas berjanji, tidak akan mengulang kesalahan yg Mas pernah lakukan dulu. Mas sangat mencintaimu" Ujarnya lirih.
Samar-samar Amel mendengar suara yg mengusik tidurnya. Amel pun terbangun
"Mas......."
Maaf, lama upπππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπππ
__ADS_1