
"Tunggu bukankah ini letaknya di hutan. Bagaimana Amel bisa berada disana? Atau......????" Ujat Toni terpotong.
Seketika Aldo terkejut, raut wajahnya berubah pucat.
"Brakkk. Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus segera kesana. Lihat saja, jika terjadi sesuatu terhadap Amel, aku akan m3ngh4bisiny4" ujar Aldo dengan raut wajah yg berubah merah karna menahan emosi.
"Tenanglah Do. Kita pasti akan membantumu, kalian berdua jangan kemana-mana ingat kunci pintu. Nanti mas akan meminta satpam untuk berjaga-jaga di depan. Jangan gegabah, walau kalian lihai dalam membela diri, mas minta kali ini nurut" Ujar Faris kepada istrinya
Dan langsung bergegas pergi menyusul Aldo dan Toni yg sudah lebih dulu. Sementara kedua wanita itu hanya diam ia seperti kehabisan tenaga karna menangis.
Setelah berpesan kepada satpam mereka bertiga langsung bergegas pergi mencari keberadaan Amel.
Dengan bermodal Gps. Mereka mengikuti dimana Arah titik Gps Amel berada. Karna waktu yg sudah mulai larut dan jalan yg cukup curam, mau tidak mau mereka harus berjalan pelan-pelan agar selamat. Kali ini mereka benar-benar di uji ke sabarnya dalam menghadapai jalan yg sangat menguji nyali.
Bagaimana tidak jalan yg mereka lewati masih setapak dan licin apalagi posisi gerimis dan hari sudah petang. walau jarak Gps Amel dan mereka tidak terlampau jauh, tapi dengan jalan yg seperti ini pasti sangat membutuhkan waktu yang lama dan semakin membuat mereka susah untuk cepat sampai di tempat tujuan.
Sepanjang jalan tak henti Aldo berdoa semoga kekasihnya itu dalam ke adaan baik-baik saja. Sumpah serapah, beberapa kali selalu ia lontarkan kepada siapa pun yg sudah tega menculik kekasihnya itu. ia berjanji jika terjadi sesuatu terhadap Amel, ia pastikan mereka akan membusuk di penjara.
Prof Amel.
__ADS_1
saat kenop pintu terbuka, terlihatlah Tiga pria berbadan besar dan berkulit hitam berjalan menghampiri Amel. Amel semakin takut ketika ketiga pria berbadan besar, semakin mendekatinya.
"Berhenti. Lepaskan saya. Apa salah saya pada kalian. Kenpa saya kalian bawa kesini" teriak Amel sambil meronta dan berusaha melepas ikatannya.
"Tenang lah cantik. Kamu tidak salah. Hanya saja seseorang membayar kami untuk membawamu pergi jauh dari sisi Aldo" ujar salah satu dari mereka.
"Siapa yg menyuruh mu? Lepaskan aku atau kalian akan trima akibatnya " Teriak Amel.
"Berhenti berteriak. Atau kami akan mengh4bisimu" ujar pria itu lagi sambil menangkup wajah Amel.
"Aku tidak takut. Lakukanlah selagi kau masih hidup. Percaya lah sedikit saja kau menyentuh ku,maka ny4w4 kalian akan melayang" Ujar Amel yang tidak takut sedikit pun
"Ah takut. Hahahha. Mana mungki akan ada yg menolong mu. Aku pastikan kekasih mu itu tidak akan bisa menolongmu. Bagai mna sebelum kita membawa mu pergi jauh lebih baik kita bersenang-senang terlebih dahulu?" Ujar salah satu dari pria itu.
"Apa yang kalian lakukan hentika" Teriak Amel sambil meronta-ronta.
"Hahaha. Lihatlah. Tidak ada satu orang pun yg bisa menolongmu" ujar pria itu lagi.
Setelah itu, salah satu pria itu melepas ikatan di kaki dan tangan Amel. Seketika Amel memberontak tapi Apalah daya tenaganya tidak sebanding dengan ketiga pria itu.
__ADS_1
Semakin lama salah satu pria itu semakin mendekat.
"Jangan mendekat. Menjauh lah aku mohon, teriak Amel" ujar Amel memelas.
Apa yg selanjutnya terjadi.....
Author gantung dulu yaaa
Besok di sambung lagiπππππ
Maaf, lama upπππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
__ADS_1
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπππ