
Seminggu sudah berlalu. Kini Amel sudah kembali ke apartemen Aldo. Awalnya ibu Wina tidak mengizinkan, Namun setelah Aldo berusaha memberi penjelasan kepada ibunya, Akhirnya ibu Wina memberikan izin Namun dengan syarat yang wajib Aldo penuhi.
Kini keadaan Amel mulai membaik. Ia sudah dapat berjalan-jalan walau masih mengunakan alat bantu. Dan disinilah Amel sekarang. Di balkon apartemen Aldo sambil menikmati suasana ibu kota. kali ini ia sendiri, sebab Aldo masih berkerja, sementara Verlita dan Silvi baru saja pulang setelah seharian menemaninya.
Sebenarnya ia ingin meminta penjelasan Aldo. Namun entah mengapa, bukan nya menjawab Aldo selalu menghindar. Ini lah yg selalu membuat Amel bingung.
Apa yg harus ia lakukan setelah kontraknya dengan Aldo selesai. Ia sangat berharap jika Aldo akan menahannya disini. jujur saja ia sudah Amat nyaman berada di sisi Aldo.bukan karena Aldo bergelimpangan harta. Namun entah perasaannya selalu mengatakan jika Aldo miliknya.
Tapi apakah itu akan terjadi? Ia takut terlalu berharap. Namun ia juga tidak siap jika harus jauh dari Aldo. Jujur saja semenjak kejadian ini. Perlakuan Aldo ke padanya semakin manis dan selalu membuatnya semakin nyaman. Dan entah sejak kapan perasaan Amel berubah. Dari yg awalanya benci kini berubah menjadi cinta.
Awalnya Amel menolak jauh-jauh perasaan nya. Namun semakin lama, ia tidak dapat lagi menentangnya. Kini Amel hanya bisa meratapi nasibnya, berharap semua akan berjalan sesuai ke inginan nya. Sambil menunggu Aldo pulang, ia terus meratapi nasibnya.
prof Aldo.
Setelah meeting selesai, Aldo melihat jam di pergelangan tangannya sudah pukul 19:00. Aldo segera membereskan berkas-berkas dan segera pulang. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Amel kekasih hatinya.
Walau Amel belum mengingat semua kenangan tentang nya, namun mengetahui jika Mesi masih hidup sudah menjadi Anugrah tersendiri bagi Aldo. Ia tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah. Sebab Allah sangat baik kepadanya dan telah memberikan kesempatan kedua untuknya.
sepanjang jalan, ia selalu tersenyum. ia masih tidak menyangka jika orang yg Amat ia sayang sudah kembali kepadanya. 30 menit berlalu, Akhirnya ia sampai juga di apartemennya.
Ia segera memarkirkan kendaraannya dan segera bergegas ke apartemennya. sampai do dalam apartemen, ia segera mencari orang yang ia tuju.Namun tak ada tanda-tanda keberadaan kekasihnya itu. Ia pun langsung menuju ke kamar Amel untuk memastikan keberadaanya. Namun lagi-lagi ia harus menelan pil pahit. Sebab kekasihnya itu tidak berada dikamar. Aldo yg melihat pintu balkon terbuka ia pun masuk untuk memastikan keberadaan Amel.
Dan benar saja terlihat dari kejauhan, Amel sedan duduk di atas lantai sambil memandang ke arah jalan. Entah pemandangan apa yg menarik Amel untuk berada di sana. Aldo pun bergegas menghampiri Amel. Ia mengambil tempat di sebelah Amel.
Amel yg merasakan ada seseorang di sampingnya pun melihat kesamping untuk memastikan. Senyum manis Aldo yg pertama kali Amel lihat. Amel tak berkedip sedikit pun. Bayangan senyuman Aldo mengingatkannya kepada seseorang. Tapi siapa? Amel tak mengetahuinya.
"Amel " sambil melambaikan tangan
Sontal Amel terkejut."eh , iya. Ada apa?"
"Kamu yg kenapa?" Tanya balik Aldo
"Aku?" tanya Amel yg masih binggung.
__ADS_1
"Ia, sayang. Kamu kenapa malam- malam disini sambil melamun lagi. Apa ada yg kamu pikirkan?" Tanya Aldo memastikan.
"Em. Itu" ujarnya ragu-ragu.
"Itu apa sayang?" sambil mengenyam tangan Amel.
"Kenapa sikap kamu berubah kepadaku? semenjak pulang dari luar kota sikapmu semakin manis!Apa karna aku kecelakaan kemarin hingga kamu merasa bersalah dan kasihan kepadaku? Jika memang alsan mu seperti itu berhentilah. Aku tidak mau. Aku takut jika nanti aku salah mengartikan sikapmu kepadaku. Aku tidak mau jika hatiku terluka. Karna sejak awal hubungan kita hanya sebatas pekerjaan saja" tanpa melihat ke arah Aldo
Aldo terteguk mendengar ucapan Amel. "Ah ini semua salahnya. Kali ini mungkin waktu yang tepat untuk menyampaikannya" gumamnya dalam hati. Sebelum berbicara, Aldo terlebih dahulu menghadap ke arah Amel dan tatapan mereka saling beradu. Awalnya Amel menolak namun setelah Aldo memaksanya ia pun menurut.
"Dengarkan sayang. Apakah kamu tidak mengenali ku?" tanya Aldo, namun Amel hanya menggelengkan kepala tanda tidak.
"Baiklah. Asal kamu tahu. Aku mencintaimu sejak dulu. Sebelum kita bertemu kembali di sini. Untuk masalah kontrak itu agap tidak ada. Bagai mna dengan mu? Apa kamu mencintaiku? Jika tidak, mari kita sudahi semua nya. Karna aku tidak mau memaksa mu kembali. Sudah cukup aku memaksamu dengan kontrak koyolku " ujarnya serius
Amel yang mendengar ungkapan hati Aldo ia hanya diam. Ia masih tak menyangka jika Aldo memiliki perasaan kepadanya.
Aldo yg melihat tak ada respon dari Amel ia kecewa. Ia pun bergegas pergi meninggalkan Amel. Amel yg merasa ada pergerakan dari Aldo, ia pun menarik tangan Aldo.
"Hem. Aku pikir kamu butuh waktu untuk sendiri" ujar Aldo datar.
"Tidak. Duduklah. Aku butuh kamu" ujar Amel lembut.
Tanpa menjawab Aldo menuruti kemauan Amel.
"Sejak kapan kamu memiliki perasaan kepadaku?"
"Sejak dulu 7 tahun yang lalu" jawabnya singkat
Dahi amel mengkerut. Ia binggung apa maksud Aldo.
"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Aldo
"Iya" ujar Amel lirih
__ADS_1
"Sejak kapan?" tanya Aldo yg mulai tersenyum.
"Entah lah, dari sejak awal kita bertemu hati ini sudah tertarik kepadamu. Walau kamu terlalu jutek dan nyebelin, namun hatiku selalu berkata kamu milikku dan Seolah aku sudah mengenalmu sejak dulu" jelas Amel lirih
"Dengar sayang. Apapun yang terjadi, please kamu jangan tinggalin aku" sambil memeluk Amel dengan erat.
Amel pun hanya mengannguk sambil membalas pelukan Aldo dengan erat.
"Mulai sekarang tidak ada kontrak di antar kita. Yang ada hanyalah mimpi-mimpi kita berdua" sambil mengecup bi2r Amel sekilas.
"Is, nakal." Ujar Amel malu-malu.
"Nakal-nakal, kamu juga mau sayang" sambil mencubit pipi Amel lembut.
Amel yg malu hanya diam di pelukan kekasihnya itu tanpa sepatah kata. Aldo pun semakin mengeratkan pelukannya. Aldo sungguh bahagia. Walau ingatan Amel belum kembali, setidaknya ia sudah mendapatkan kembali cinta Mesiana putri pujaan hatinya.
"Sudah malam kita kedalam yuk. Udara semakin dingin aku tidak mau kamu sakit lagi sayang" ujarnya sambil mengendong Amel ala bridal style.
Amel yg terkejut langsung mengalungka. tangannya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Aldo.
Maaf, lama upπππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπππ
__ADS_1