Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Ban 15


__ADS_3

Amel pun menyambut uluran tangan Aldo dengan senyum yg di paksa. Mereka berjalan beriringan, sambil bergandengan sementara kedua pria itu hanya melongok melihat pemandangan di depannya.


sepanjang perjalanan, tak henti aldo memakinya. Amel yg melihat Aldo sangat kesal pun tidak berani membantahnya. ia memilih diam, ketimbang ia harus menjadi pelampiasan bosnya itu.


Kini mereka sudah berada di dalam apartemen. Amel sangat kagum melihat pemandangan di depannya.sebuah apartemen yg sangat mewah. Ini baru pertama kali baginya masuk kedalam apartemen semewah ini. Matanya tak henti meneliti setiap sudut ruangan tersebut.


Sementara Aldo memilih membiarkan Amel sendirian tanpa berniat menggangunya. Ia pun segera membersihkan diri terlebih dahulu. ketimbang mengurusi celoteh gadis cerewet itu. Sebab badannya sudah terasa lengket sudah seharian ia berkerja.


Sementara Amel kebinggugan mencari keberadaan Aldo. Akhirnya ia pun memilih duduk di atas sofa, sembari menunggu Aldo datang. Karna terlalu lama menunggu, tanpa tersadar ia pun sudah terlelap ke alam mimpi. Dasar, Amel saja yg *****. Asal dapat tempat yg sedikit nyaman saja, ia pasti sudah tertidur.


Aldo yg baru saja selesai membersihkan diri dan menganti pakaiannya. Ia segera keluar menghampiri Amel. Bibirnya sedikit melengkung. Saat pandangan ya tertuju pada sosok gadis mungil nan cantik itu, terlelap ke alam mimpi. Ia pun segera menghampirinya. Awalnya ia berniat membangunkannya. Namu sedetik kemudian ia urungkan. Ia tidak tega melihat Amel yg tertidur pulas.Kini ia. sudah berada persis di samping Amel. ia pun berjongkok, agar dapat leluasa memandang wajah cantik Amel.Tanpa disadari tangan ya membelai wajah cantik Amel. Ia tersenyum, ia berharap apa yg ia pikirkan semuanya benar. Ia pun mengecup pipi Amel sekilas. Namun pandangannya tak sedikit pun berpaling dari wajah cantik Amel.


"Apa benar, ini kamu sayang? Semoga Allah mengabulkan doa ku" tanyanya dalam hati, dengan tatapan sendu. Setelah puas memandangi wajah Amel, ia pun segera membopong Amel ala bridal style, dan membawanya ke kamar Amel. Setelah meletakan Amel di atas tempat tidur, tak lupa ia menyelimuti Amel. Setelah itu ia keluar dari kamarnya dan pergi untuk beristirahat.


Pagi hari


Azan subuh berkumandang. Aldo terbangun dari tidurnya. Ia pun segera mengambil wudhu dan segera menjalankan tugasnya sebagai seorang muslim. Setelah selesai sholat, ia berencana untuk joging keliling di sekitar apartemen. Saat ia keluar dari kamarnya. Ia melirik sekilas kedalam kamar Amel yg sedikit terbuka. Bibirnya kembali tersenyum tipis. Di lihatnya Amel sedang menjalankan tugasnya sebagai seorang muslim." Sungguh pemandangannya yg sangat menyejukkan hati." gumamnya dalam hati.setelah puas mengamati dari kejauhan, ia pun segera meninggalkan tempat tersebut. Ia takut jika terlalu lama di sana, ia akan ketahuan sang empunya.


Kembali ke Amel.


Setelah selesai sholat subuh, ia pun segera pergi ke dapur. Perutnya keroncongan. Semalam ia tidak sempat makan. Karna ketiduran. Dalam hati ia bertanya-tanya. Siapa yg sebenarnya yg Membawanya kekamar? Apa mungkin bos kejam itu? Ah tidak mungkin. Mana mungkin ia melakukan itu. Ah sudah lah tak usah di pikirkan. Ia tak mau ambil pusing. segera ia pergi ke dapur, mencari apa yg biasa mengisi perutnya. pandangannya tertuju pada sebuah lemari es yg lumayan besar. ia pun segera membukanya dan melihat pa saja isinya. Ternyata di dalam kulkas banyak tersedia bahan makanan. Amel pun segera mengambil beberapa bahan untuk memasaknya. Kali ini ia memasak nasi Goreng. Masakan yg menurutnya sangat simpel dan praktis. Ia pun segera memotong-motong bahan-bahan yg akan ia gunakan. kemudian memasaknya.

__ADS_1


15 menit sudah aldo berkeliling kompleks. akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen. saat tiba di apar temen, ia mencium aroma masakan yg sangat mengunggah selera.


"siapa yg memasaknya?"ucapnya lirih. Ia pun segera menghampiri sumber bau masakan tersebut. Saat sampai di dapur, pandangan ya tertuju pada sosok gadis berambut panjang yg membelakanginya. Ia pun segera duduk di menja makan sambil menunggu masa kan ya selesai.


Sambil memandangi gadis Mungil itu, ia kembali mengingatkan kenangannya di masa lalu bersama Amel pujaan hatinya. Saat dimna ia sedang liburan di bandung bersama sahabatnya. Ketika itu Aldo membuat makanan nasi goreng kesukaan Mesi. Di situlah tempat dimana ia mengungkapkan perasaannya. Kini memory itu memenuhi kembali pikirannya. Ia tidak mau berharap lebih akan Amel. Ia takut jika harapannya akan pupus dan hatinya kembali hancur. Aldo pun terhqbyud dalam lamunan.


Setelah beberapa menit memasak, akhirnya masakan Amel telah siap. Ia pun segera meletakkan nya di piring, kemudian membawanya kemeja makan. Saat ia memutar tubuhnya, ia pun terkejut.


"Astagfirullah. Sejak kapan bapak di situ? " tanyanya sambil memegangi dadanya.


Aldo tidak menjawab pertanyaan Amel. Ia fokus terhadap benda pipih miliknya. Amel semakin kesal. Ia pun menghentak-hentakan kakinya dan berjalan menghampiri Aldo, sambil membawa sepiring nasi goreng yg telah ia masak. Kemudian ia meletakkan piring tersebut di atas meja, lalu ia mengambil segelas air putih. Saat ia kembali ke meja makan, di lihatnya nasi tersebut sudah pindah di hadapan bosnya. Sontak Amel semakin kesal. Tanpa sepatah kata pun, ia kembali mengambil sepiring nasi goreng itu kembali. Sementara Aldo, tersenyum tipis. Baginya, melihat tingkah Amel yg mengemaskan itu adalah sebuah hiburan baginya.


Kini mereka memakan makanan dengan nikmat. Beberapa menit kemudian Aldo pun sudah melahap habis makanan tersebut. ia pun berniat meninggalkan Amel. hingga langkah kakinya kembali terhenti.


Amel yg mendengar ucapan aldo, segera ia berlari mengambil hp judulnya. Kemudian ia segera menyerahkan kepada Aldo.


"Ini" ucapnya singkat sambil menyerahkan hp jadul nya.


"Apa, ini?" Tanya Aldo singkat.


"Ye, bapak bagai mana? Bukanya bapak tadi meminta nomor rekening saya kenap balik tanya?" jawab Amel jutek

__ADS_1


"Maksud saya, ini. Tidak adakah yg lebih bagus dari ini?" ucap Aldo sambil menunjuk hp yg Amel berikan.


"Ye, malah menghina. Begini-begini juga banyak sejarahnya. Jadi gak? Kalu gk jadi ya udah saya simpan lagi" ujar Amel yg malas meladeni sikap bos sombongnya itu.


"Hem. Berikan" ujar Aldo datar. Amel pun tak menjawabnya. Ia hanya menyodorkan hpnya tanpa sepatah kata. Setelah menyalin nomor yg Amel berikan, ia pun langsung membawa hp Amel bersamanya. Amel yg melihatnya, sontak langsung berlari mengejar Aldo.


"Pak, kembalikan hp saya." teriak Amel kencang.


"Tidak akan" ujar Aldo singka.


"Is, apaan si, nyebelin banget. Itu kan milik saya. Kalau bapak mau kan tinggal beli secara uang bapak banyak. Kenapa harus ambil punya saya" jelas Amel sambil berjinjit-jinjit mengambil hpnya.


"Bukan urusan kamu" ucap Aldo yg tak mau mengalah.


Amel pun terus berusaha mengambil hpnya. Ia berusaha sekuat mungkin. Tanpa Amel sadari ia menarik lengan Aldo hingga Aldo hilang keseimbangan. Alhasil mereka terjatuh. Posisinya pun sanga-sangat di luar perkiraan.


Dimana Aldo berada di atas Amel, dan mengunci pergerakan Amel. Amel yg terkejut pun langsung memukul-mukul dada Aldo agar menjauh darinya. Aldo yg belum siap pun.langsung menggenggam tangan Amel lalu membisikkan sesuatu di telinganya. Sontak mata Amel pun melotot.


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

__ADS_1


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2