Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 46


__ADS_3

Sudah dua hari mereka berada di rumah kakek subejo. Rencana hari ini mereka akan pulang ke Jakarta. Sebelum pulang Mesi terlebih dahulu ziarah ke makam kedua orang tuannya. Yang kebetulan tidak terlalu jauh. Hannya memerlukan waktu 3 jam lewat jalur darat.


Pukul 07:00 mereka sudah berangkat dari rumah kakek subejo dan nenek wartinah. Untuk masalah kakek subejo dengan pak Eko, Aldo sudah menyelesaikan nya. Jadi kakek dan nenek bisa tenang. Aldo juga membelikan Kakek beberapa hewan ternak. Dan meminta seseorang agar membatu kakek merawatnya.


Dan di sini lah Mereka sekarang. Di tempat peristirahatan terakhir kedua orang tua Mesi. Mesi dan Aldo mengirim doa, untuk kedua orang tua Mesi. Setelah itu, Mereka pun mengutarakan niat baik mereka.


"Ayah, bunda. Kenalkan pria yg bersamaku ini adalah pria yg sebentar lagi akan menjadi suamiku. Namanya Aldo, dia orangnya baik banget, Sebentar lagi putrimu ini akan segera menikah. Ayah dan bunda bisa tenang disana. Sekarang putrimu sudah ada yg menjaga. Ayah bunda Mesi hanya ingin mengenal kan nya kepada kalian berdua. Tolong restui kami" Ujar Mesi yg mulai berkaca-kaca.


"Ayah, bunda. Perkenalkan nama saya Aldo Ardiyansah. Ayah dan bunda tenang saja. Saya akan menjaga Mesi dengan sepenuh hati. Melebihi sayang saya pada diri saya sendiri" tukas Aldo sambil mendekap tubuh Mesi.


"Ayah, Bunda, Kalau begitu Mesi pulang dulu ya. aku janji akan sering-sering kemari. Assalamualaikum " pamit Mesi dan beranjak pergi.


Mereka pun berjala beriringan dan saling mengenggam tangan. Setelah masuk kedalam mobil, dan tujuan mereka ke bandara. Namun, sebelum berakat mereka menyempatkan untuk makan siang terlebih dahulu. Di sebuah restoran khas makanan padang yg sangat mengunggah selera.


Di dalam lumayan ramai. Mesi dan Aldo memilih duduk di belakang yg tidak terlalu kasat mata. Mereka pun langsung memesan makana. Sambil menunggu makanan sampai mereka pun mengobrol menghabiskan waktu untuk bersenda gurau, sekedar melepas rindu.


Tak berselang lama, pelayan datang mengantar makanan untuk mereka. Setelah makanan tersaji, mereka pun langsung melahapnya hingga tak bersisa. Setelah selesai mereka berdua langsung bergegas meninggalkan restoran tersebut.


Saat mereka hendak memasuki mobil yang Aldo sewa, terdengar suara seorang wanita memanggil Mesi. Mesi yang mendengar pun langsung mencari sumber suara tersebut.


"Hay, kamu Mesi kan?" Tanya nya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


"Iya, maaf tante siapa? Bagaimana tante bisa tahu nama saya Mesi?" tanya Mesi yang ke bingungan.


"Alhamdulillah,tante pikir kamu sudah meninggal waktu kecelakaan pesawat 5 tahu lalu. Tante benar-benar tidak menyangka bosa bertemu lagi. Beneran kamu tidak ingat tante siapa?" tanya balik Yeni.


"Maaf, tante. Saya benar-benar tidak mengenal tante" jelas Mesi yang benar-benar tidak mengenali wanita parubaya tersebut. Sementara Aldo hanya me jadi pendengar yang baik.


"Ini tante Yeni Mes, sahabat dekat bunda kamu. Apa kamu mengingatnya?" Tanyanya dengan raut wajah yg sulit di artikan.

__ADS_1


"Sebentar. Tante Yeni yang duku sering kerumah ya tante?" Tanya Mesi yg mulai mengingat akan sosok Yeni.


"Ahh, iya. Kamu benar. Dulu tante bertemu kamu sudah lama waktu kamu masih di bangku SD. Tante tidak menyangka bisa bertemu kamu disini" Ujarnya sambil menepuk Mesi.


"Iya tante. Tante apa kabar?" Tanya Mesi basa basi.


"Alhamdulillah, kabar tante baik. Ayo mampir kerumah tante. Nanti tante masakin yg spesial buat kalian " Bujuk tante Yeni.


"Maaf, tante. Kita harus pergi. Sebentar lagi jadwal penerbangan kami. Lain kali kalau kami kemari pasti akan mampir kerumah tante." Jelas Mesi dengan raut wajah sedikit bersalah.


"Baiklah. Lain kali jangan lupa mampir ketempat tante ya. Kalau begitu kalian hati-hati" Ujar Tante Yeni sambil memeluk Mesi kembali.


Mesi bun hanya menganggukkan kepalanya. Ia langsung menaiki mobil dan melambaikan tangan kepada tante Yeni.


Mereka langsung menuju Bandara Fatmawati. Di lirik jam sudah menuju 11.30. Itu tandanya sebentar lagi pesawat yv mereka tumpangi akan berangkat. Aldo langsung menancap gas mobilnya. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai.mereka pun langsung bergegas masuk karna pesawat yang Meraka naiki sebentar lagi Akan terbang.


Di dalam pesawat, keringat dingin sudah memenuhi kulit dan baju Mesi. Aldo yang melihat kegelisahan kekasihnya itu, ia pun langsung memeluknya,berharap dapat meringankan rasa troma Mesi. Dan benar cara iru ternyata itu ternyata Ampuh.


Mesi dan Aldo sampai di rumah ayah Herman sudah mulai gelap. Semua orang menyambut kedatangan mereka dengan bahagia. Setelah drama saling peluk, dan tangis,akhirnya mereka pun makan malam di rumah ayah Herman sebab perut mereka sudah kosong karna terlalu banyak drama😊😊😊.


Setelah makan selesai. Aldo dan Mesi pun duduk di ayunan yang ada di taman rumah Mesi. Mereka duduk berdua sambil menikmati hembusan angin malam yg menyentuh kulit mereka.


Karnaelihat Mesi yang kedinginan, Aldo langsung melepas jaketnya lalu memasang kan ke badan Mesi.


Mesi yg mendapat perlakuan manis dari Aldo langsung tersenyum.


"Trimakasi" ujarnya tersenyum manis.


"Sama-sama sayang sambil mencium kening Mesi " jawabnya dengan tulis.

__ADS_1


"Mas. Aku harap hubungan kita akan seperti inj seterusnya. Aku mohon, apa pun yang terjadi jangan tibgalkan aku. Sebaba aku tidak memiliki siapa pun selain kamu" Ujar Mesi serius.


"Syut, kamu bicara apa. Tanpa kamu Minta pun mas tidak akan pernah meninggalkan mu. Jadi berjanjilah, jangan pernah berpikir akan meninggalkan Abang. Walau seberat apa pun masalah kita nanti." Ujar Aldo dengan sayang.


Mesi pun hanya mengguk tanda mengerti.


"Sudah, ah. Jangan bersedih. Bukankah sebentar lagi hari bahagi kita? Mas sudah tidak sabat menati hari itu. Apa lagi malam Pertama kita. Suguh satu hari bagai satu tahun bagi Abang " ujar Aldo yg sengaja menjaili Mesi.


Mesi yang mendengar Aldo mengungkit malam pertama pun wajahnya berubah menjadi merah bak tomat.


"Is, abang. Kebiasaan" ujar Mesi menunduk karna malu.


"Beneran sayang, abang tidak bohong. Coba lihat wajah abang jang melihat kebawah terus." Sambil mendeka wajah Mesi agar mengahadpnya. Seketika wajah mereka salin beradu. Aldo yang memang sudah tidak sabar merasakan manisnya bibir Mesi pun langsung menyambar bibir Mesi dengan lembut.


Awalnya Mesi hanya diam. Namun lama kelamaan ia pun mulai membalas permainan Aldo. Cukup lama mereka melakukan itu Hinga terdengar sura yg mengejutkan mereka berdua


"Ehem." suara yang cukup keras.


Maaf, lama up😊😊😊


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

__ADS_1


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™


__ADS_2