Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab26


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Alda dengan Doni kakak dari almarhum Gita. Sahabat Mesi,Silvi, dan Verlita.


Acara akan di laksanakan dua tahap. Pukul 9 pagi acara ijab kabul. Sementara resepsi yg kedua, akan di laksanakan pada pukul 7 malam. Yang rencana akan di gelar di hotel xx. Hotel bintang lima yg terkenal akan kemewahan nya. Maklum saja Doni adalah anak tunggal pengusaha papan atas. Jadi tidak mungkin acara di gelas sederhana.


Semua keluarga di sibukkan dengan tugas masing-masing. Begitu pun dengan Verlita, ia sedang sibuk mengurus beby boy Kenzo yg sangat aktif. Rasa ke ingin tahuannya yg sangat tinggi, Membuat Verlita harus ekstra bersabar. Begitu pun dengan Faris. Ia sibuk membantu menyiapkan semua keperluannya. Walau semua sudah di urus dengan Who, tapi ia tetap harus memastikan semua berjalan sesuai keinginan adiknya.


Sementara Aldo ia menghampiri Adik satu-satunya itu. Ia mengetuk pintu dan kamar Alda. Setelah mendapat sautan dari dalam, ia pun masuk. Ketika Pintu terbuka, tatapan mereka saling beradu. Aldo pun langsung menghampiri Alda.


"Wah, cantik sekali Adik abang. Selamat ya Dek. Kamu sebentar lagi menjadi seorang istri. Ingat pesan Abang, jaga diri kamu baik-baik. Jadi lah istri yg sholeh, jangan pernah melawan perkataan suami mu, jika itu dalam tujuan kebaikan" Ujarnya sambil menatap wajah Adik kesayangannya.


"Terimakasih,Bang. Baik, aku akan selalu mengingat semua pesan Abang" Sambil berlinang air mata. Aldo yg melihat Adik kesayangannya menangis, ia pun langsung memeluknya. Berharap memberi ketenangan.


"Syut. Adik abang, sudah cantik. Gak boleh nangis. Nanti jadi jelek" kilahnya sambil sambil tersenyum misterius.


"Is, Abang. Baru juga baik, udah nyebelin"Sambil mencubit perut Aldo.


"Aduh, sakit" Teriak Aldo pura-pura kesakitan.


Ceklek


"Ya,ampun. Kalian ya, udah gede juga masih bertengkar" Teriak mama Wina sambil menghampiri keduanya. melihat teriakan ibunya merekapun mencari sumber suara tersebut.


"Abang, ni Bu. Masak bilangin aku jelek" Adu Alda kepada ibunya.


"Bener Bang?" Tanya ibu dengan sorot mata tajam.


"Bercanda, Bu" Ujarnya sambil cengengesan.


"Is. kamu. Suka banget godain Adiknya" Omel mama Wina sambil mencubit perut Aldo.


"Aduh, sakit Bu" Adu Aldo yg pura-pura kesakitan.


"Suykurin" Teriak Alda sambil menjulurkan lidah.

__ADS_1


"Awas, kamu" Teriak Aldo yg tidak terima.


"Is, kalian. Sudah jangan bertengkar. Kamu Bang bukannya Adiknya disayang ini malah di godain mulu. Udah ya sayang. Jangan di dengerin Abang kamu. Ayo sekarang kita temui Doni. Acara sebentar lagi Segera di mulai" Ajak ibu Wina sambil mengandeng tangan anak perempuannya satu-satunya.


"Bu, aku takut" Ujar Alda sambil menarik tangan ibunya.


"Sudah, tenanglah. Yakin lah semua akan berjalan lancar" Ujar ibu Wina menguatkan Anaknya.


Mereka berjalan beriringan. Sementara Aldo mengikuti dari belakang. Semua mata yg ada di ruangan tersebut langsung menatap Alda yang sangat cantik. Sungguh wajahnya terlihat bersinar. Aura nya sangat terpancar dari raut wajahnya. Kali ini ia mengunakan pakaian Adat Sunda sungguh sangat menawan. Orang yg melihat sekilas pasti tidak menyangka bahwa itu adalah Alda. Sebab Alda tidak pernah berdandan sebagai Mana wanita pada umumnya. Ia hanya mengunakan pelembab dan lipgos sedikit agar tidak terlihat pucat. Dan ini lah hasilnya. Orang-orang sangat kagum di buatnya.


Akhirnya acara, dimulai. Saat ijab kabul di ucapkan. Semua para tamu undangan di buat dak dik duk. Begitu pun dengan Alda. Pasalnya Doni sangat cuek, dan saat berlatih beberapa kali ia sempat gagal. Namun dengan kegigihan Doni, akhirnya ijab kabul berjalan lancar. Setelah acar ijab kabul selesai, para tamu undangan pun memberikan selamat kepada kedua mempelai. Baru setelah itu, mereka menikmati jamuan makan siang yg telah di siap kan. Dan Alhamdulillah acara berjalan lancar tinggal menunggu resepsi nanti malam. Kedua mempelai sudah beristirahat. Kini Aldo sedang berkumpul bersama keluarganya.


"Lihatlah, Do. Adik mu sudah menikah, kamu kapan akan menyusulnya?" Tanya ibu Wina sambil menatap Aldo.


"Sabar, Bu. Tenanglah, Nanti malam gadis itu akan aku perkenalkan kepada ibu" Jawab Aldo santai.


"Baiklah. Awas saja jika kamu sampai berbohong...!!" Ujar Ibu Wina kesal.


"Telanglah, jeng. Pasti anak jeng tidak akan membohongi jeng. Percayalah " Ujar mama Ana menenangkan.


Sementara Aldo hanya bisa pasrah. Wajar saja ibunya tidak percaya kepadanya, sebab sudah beberapa kali ia membohongi ibunya. Sungguh menyedihkan. Sementara Faris dan Verlita hanya diam melihat antara ibu dan anak. Sebenarnya Faris kasihan melihat Adiknya yg selalu di desak oleh ibunya. Namun apa boleh buat. Semua itu ibunya lakukan demi kebaikan Adiknya. Sebab setelah kepergian Mesi Adiknya itu seperti mati. Hanya saja raga nya yg bergentayangan, jiwa dan hatinya telah pergi bersama hilangnya Mesi 3 tahun lalu. Gadis yg ia sangat cintai, bahkan mereka berangan-angan akan menikah pada tahun ini. Namun, takdir berkata lain. Faris hanya bisa berdoa semoga Adiknya itu bisa menemukan pengantin Mesi.


Aldo yg melihat suasana semakin dingin, ia pun akhirnya mengendong beby Kenzo dan membawanya pergi dari sana. Semua mata mengarah kepada Aldo. Sungguh mereka tidak tega melihat sikap Aldo yg semakin dingin. Ibunya pun semakin khawatir dengan ke adaan putranya tersebut. Faris yg melihat Adiknya murung, ia pun menyusulnya.


Terlihat adiknya sedang berada di ayunan sambil menggoda Anaknya dan bercanda gurau. Faris yakin, jika anaknya hanya dijadikan hiburan semata. Faris langsung menghampirinya.


"Kamu, tidak papa?" Tanya Faris sambil menepuk punggung Adiknya.


Aldo yg merasa ada yg menepuk punggungnya sontak menengok kebelakang.


"Eh, Abang. Ngagetin aja" Jawabnya sambil tersenyum.


"Maafkan, perkataan ibu!" Ujar Faris sambil duduk di depan Aldo.

__ADS_1


"Tidak, Bang. Apa yg dikatakan Ibu benar. Wajar saja ibu tidak percaya kepadaku. Sebab aku sudah sering membohonginya" jawab Aldo lesu sambil menundukkan wajahnya.


"Sudahlah. Abang tau, kamu belum bisa melupakan Mesi. Tapi setidaknya cobalah membuka hati mu untuk seorang wanita" ujar Faris sambil menatap Adiknya.


"Bang, jujur aku tidak bisa melupakan Mesi. Walau bagaimana pun caranya aku melupakan dia aku tetap tidak bisa. Bukan karena aku melawan takdir Allah. Namun ada yg selalu mengganjal pikiranku," Ucap Aldo terpotong.


"Lanjutkan" pinta Aldo datar.


"Aku tidak menemukan jasadnya. Aku tidak percaya jika mesi sudah pergi meninggalkan ku. Hatiku selalu berkata bahwa ia masih hidup" jawabnya dengan menahan isakan. Entah setiap ia membicarakan tentang Mesi, Aldo akan selalu cengeng berbaring terbalik dengan Aldo yg orang-orang kenal di luar sana.


"Sadarlah. Mesi sudah tenang di sana. Jangan membuatnya bersedih. Abang tau kamu sangat mencintainya. Tapi bukan seperti ini caranya. Kamu semakin menyiksa batin mu, dan semakin melawan takdir! " Ujar Faris sambil menekan kata di ujung kalimat.


"Maaf, Bang. Aku memang egois. Tapi Bang, aku mohon beri aku kesempatan untuk membuktikan ya" Jawab Aldo lesu.


"Sampai kapan? "


"Sampai aku bisa membuktikan bahwa Amel Adalah Mesi. Setidaknya beri aku waktu satu tahun. Jika dalam waktu yg aku pinta aku tidak menemukannya, aku kan siap ibu jodohkan" jelas Aldo panjang lebar.


"Siapa Amel?"


"Dia, adalah seorang gadis desa yg berkerja di kantorku. Gadis itu sungguh sangat mirip dengan Mesi. Hanya saja penampilan ya yg jauh berbeda" Jelas Aldo dengan sorot mata berbinar.


"Em, baiklah. Abang pegang ucapan mu. Kalau begitu abang pamit kesan dulu. Sini, Biar Kenzo sama Abang. Pikirkanlah matang-matang ucapan mu tadi. Abang harap kamu akan bertanggung jawab dengan ucapan mu" Ujarnya sambil berlalu meninggalkan Aldo.


Setelah kepergian Faris, Aldo merenungi ucapannya. Ia harus segera bertindak dan mencari tahu kebenaranya. Sebab ia baru mengetahui jika Amel adalah cucu angkat kakek Subejo. Rencananya ia sendiri yg akan pergi ketempat Pak Subejo untuk mencari informasi nya.


Maaf, lama up😊😊😊


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

__ADS_1


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2