Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 27


__ADS_3

Pukul 18.30 Amel sedang bersiap-siap.Kali ini, ia mengunakan gaun yg sudah di siapkan Aldo. Di bukan nya gaun tersebut sungguh sangat cantik dan pas di badannya. Warnanya sangat lembut. Gaun berwarna light grey dengan hiasan manik-manik menambah kesan elegan. Apalagi pada bagian roknya terbuat dengan tumpukan kain tule yg membuat dress ini terlihat mewah. Kakinya yg jenjang terlihat menonjol dengan belahan kaki yg cukup tinggi. Sungguh penampilan Amel sangat menawan, model sleevelees dan v-neck yg cukup rendah. Apalagi di pandu kan dengan clutch bag party dan high heels dengan warna senada membuat penampilannya semakin sempurna. Rambutnya di ikat kemudian diberi headpiece sebagai pemanis. semakin terlihat cantik menawan.


Amel terkagum sendiri melihat penampilannya. Ia pun berputar-putar di depan cermin sambil tersenyum senang. Sungguh ia tidak menyangka gaun itu sangat pas di badannya dan semakin membuatnya terlihat cantik. saat sedang asik berputar-putar, terdengar ketukan pintu dari kamarnya. Amel pun segera membuka pintu tersebut.


Ceklek.


Saat pintu terbuka, tatapan mereka saling beradu. Mereka seakan terhipnotis dengan pesona mereka masing-masing. Amel sangat terpukau dengan penampilan Aldo kali ini. Bagai mana tidak, Aldo yg mengunakan jas berwarna grey, kemeja putih,dasi berwarna dongker, di pandu kan dengan rompi berwana senada serta sepatu yg senada pula, 10 kali lipat menambah kadar ketampanannya. Siapa pun yg melihat keduanya pasti akan terpesona. Setelah puas saling pandang. Mereka pun tersadar.


"Ehem.Bagaimana, sudah siap?" Ujar Aldo sambil menetralkan detak jantungnya. Amel pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Jujur, jantungnya seakan mau copot. sebisa mungkin Amel mengendalikannya.


"Kalau begitu, mari kita berangkat?" Ajaknya sambil mengulurkan tangan.


Amel pun langsung membalas uluran tangan Aldo. Mereka berjalan beriringan. Sepanjang apartemen, mereka menjadi pusat perhatian. Ini baru di apartemen apa lagi nanti. jika sudah berada di pesta.


Dalam hati Amel berdoa, semoga saja semua sesuai rencana. Sepanjang perjalanan Amel hanya diam. Hatinya merasa tidak tenang. Ini kali pertama bagi Amel bertemu dengan keluarga Aldo. Ia takut jika keluarga Aldo akan menghina nya. Namun sebisa mungkin ia harus bersikap tenang. Karena terlalu larut dalam pikirannya, Amel sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Aldo yg melihat kecemasan di wajah Amel iapun menggenggam tangan Amel, yg sudah berkeringat dingin. berharap memberikan sedikit ketenangan.


"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja" Ujarnya sambil menggenggam tangan Amel.


Amel yg terkejut, pandangan nya langsung mengarah ke pada Aldo. Ia pun membalas genggaman tangan Aldo dengan erat. Aldo yg merasa Amel tidak dalam ke adaan baik-baik saja, ia pun mencium kening Amel kemudian memeluknya.


"Dengarkan saya, semua akan baik-baik saja. Saya berjanji, tidak akan meninggalkanmu apapun yg terjadi" ujarnya lirih di telinga Amel.


Amel yg mendengar perkataan Aldo, ia sedikit tenang. Setelah melihat Amel sedikit tenang Aldo pun melepas pelukannya.


"Kamu sudah siapa? Kalau begitu mari kita masuk" Ajak Aldo sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Amel pun tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Aldo yg melihat respon Amel, iapun langsung turun dan membukakan pintu untuk Amel.


Baru di depan hotel saja, sudah terlihat kemewahan di sana. Mereka berjalan beriringan dengan posisi Amel mengandeng tangan Aldo. Sampai di depan pintu, mereka langsung menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Sungguh malam ini mereka sangat serasi. Yg satu tampan dan yg satu cantik, perfect.


Mereka berdua langsung menghampiri kedua mempelai. Alda yg melihat penampilannya Abangnya dengan Amel, senyum mengembang di bibirnya. inilah yg keluarga mereka tunggu-tunggu. Sungguh mereka sangat serasi dan mempesona. Alda yakin, banyak pasangan yg iri kepada mereka.


"Selamat ya Adik abang. Semoga kalian menjadi keluarga yg sakina mawadah warohmah" Ujar Aldo sambil berjabat tangan. Kemudian, di ikuti dengan Amel. Ia pun berjabat tangan dengan Alda. Tak lupa ia pun berikan ucapan selamat kepada Alda. Sementara Alda hanya tersenyum bahagia mendengar perkataan Abangnya tersebut.


"Titip Adikku. Jaga dia seperti kami menjangan nya" Ujar Aldo sambil berjabat tangan. Sementara Doni hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti. ketika ia berjabat tangan dengan Amel matanya membulat. Timbul perasaan penasaran akan sosok Amel. Namun secepat kilat, ia menetralkan raut wajahnya.


Kini giliran mereka berjabat tangan dengan Orang tua Aldo. Aldo pun mencium tangan ibunya dan memeluknya.


"Maafkan, Abang Bu" Ucapnya lirih di telinga ibunya


Ibu Wina yg merasakan ketegangan terhadap gadis tersebut, iapun langsung memeluk Amel."Terimakasih, sudah mau dekat dengan putra Ibu. Kalau dia berani menyakitimu cerita sama Ibu, biar ibu beri dia pelajaran" Ujar ibu Wina sambil tersenyum, dan menata wajah Amel.


Amel yg mendengar ucapan ibu Aldo tubuhnya sedikit menghangat. Iapun tersenyum manis. Kemudian mereka bergantian berjabat tangan dengan ayahnya. Setelah sesi jabat tangan selesai, Aldo mengandeng tangan Amel dan mengajaknya duduk di sebuah kursi yg sudah di siapkan. Amel pun .membuang nafasnya dengan kasar. Aldo yg melihat kekonyolan Amel, ia hanya tersenyum, dan menggenggam tangan Amel kemudian menciumnya.


Amel yg melihat perlakuan manis Aldo kepadanya, ia pun tersenyum. Aldo yg melihat senyum manis Amel, iapun menarik Amel dan mendekapnya agar bersandar di bahu Aldo. Amel semakin nyaman berada di samping Aldo. senyum mengembang di bibir mereka berdua.


Berbeda dengan orang yg sedang memperhatikan mereka. wanita itu sangat kesal.Sedari tadi ia memperhatikan mereka berdua dengan tatapan kebencian. Namun yg di Perhatikan tidak menyadarinya. Wanita itu semakin emosi melihat perlakuan manis Aldo kepada Amel. Tangan nya mengepal.


"Lihat saja. Gue akan buat perhitungan" Ujarnya lirih.


Sungguh Amel merasa ada yg berbeda dengan sikap Aldo kali ini. Aldo sangat manis, lembut dan perhatian. Seolah ia adalah wanita yg ia puja. Kini, runtuh sudah tembok yg sudah Amel bangun susah payah. Ia hanya bisa pasrah dan lapang dada, jika suatu saat Aldo akan meninggalkannya. Selama mereka duduk. Aldo, sedetik pun tak mau melepaskan genggaman tangan Amel. Seolah takut, jika Amel akan meninggalkannya. Entah mengapa kini ia nyaman berada di dekat Amel. Apalagi menggenggam tangannya. Ia seakan tidak bisa hidup tanpa gadis itu.

__ADS_1


"Sayang, aku mau ke toilet" Ujar Amel malu. Sebab ia sudah tidak kuat lagi menahannya.


"Baiklah. Ayo sayang aku antar?" Ujar Aldo lembut sambil menarik tangan Amel.


"Tidak. Aku bisa sendiri honey. Sebentar saja aku tidak lama" Ujar Amel meyakinkan.


"Baiklah. Hati-hati" Ujar Aldo sambil mengecup pipi Amel.


Sementara Amel hanya tersenyum. Lama-lama, ia sudah terbiasa dengan sikap mesum Aldo.


Dari kejauhan orang wanita tersebut sedang tersenyum licik. "Ini kesempatan" Ujar wanita itu, Sambil berlalu mengikuti Amel.


Siapa gadis itu sebenarnya?


Maaf Author gantung. Yg penasaran jangan lupa komen biar cepat Up😊😊😊😊😊


Maaf, lama up😊😊😊


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like😊😊


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2