Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 25


__ADS_3

Di depan pintu.


Aldo sedikit Ragu. Dengan hati yg berdebar-debar, ia pelan-pelan membuka pintu. Aldo memastikan, sedang apa gadis itu sekarang. Saat pintu terbuka, Seketika mata Aldo membulat.


Ternyata gadis itu sedang tertidur pulas. Senyum mengembang di bibir Aldo.


" Selamat" gumamnya dalam hati, sambil mengelus dadanya yg berdetak tak menentu. "Dasar. Gue, gk tenang mikirin dia. Eh yg di pikirin malah enak-enakan tidur" Gumamnya dalam hati. Ia pun melangkahkan kakinya lebar-lebar, sambil geleng-geleng kepalannya.


Aldo berjongkok menghadap wajah Amel. Sunggung ia tidak menyangka akan semudah ini mengisi hatinya yg telah lama kosong. Sambil mengecup pipi Amel. Ia pun kembali ke kursi kebesaran nya.


Aldo kembali fokus mengerjakan tugasnya. Sungguh sangat sulit di mengerti. Baru hari pertama Amel Berkerja sudah membuat hatinya tak menentu. Eh bukan berkerja si. Lebih tepatnya menemani Aldo berkerja.


Saat Aldo sedang fokus berkerja. Terdengar Isak kan tangis. Ia pun mencari sumber suara tersebut. Dahinya mengkerut. Ia sedikit berpikir. "Apa yg gadis itu mimpikan? Mengapa ia sampai histeris itu, sambil memanggil-manggil ibunya?" Gumamnya dalam hati.


Karena Amel semakin histeris, Ia segera menghampiri Amel sambil membawa segelas air putih yg ada di atas mejanya.


Kemudian, ia pun menepuk-nepuk pipi Amel, agar terbangun dari tidurnya.


"Ibu........!!!" Teriaknya kencang dengan nafas yg tersengal-sengal dan Air mata yg membasahi pipinya.


Amel sepontan memeluk Aldo yg berada di sampingnya. Sungguh Aldo bingung apa yg terjadi dengan Amel. Ia pun mendekap Amel dengan lembut dan membawanya kedalam pelukannya.berharap dapat menenangkan nya. Benar saja baru sebentar, Amel sudah sedikit tenang. Kemudian,Aldo menyodorkan segelas air putih. Amel pun langsung meminum nya hingga tandas.


"Terimakasih" Ujarnya dengan nafas yg masih tidak beraturan. Aldo pun hanya Menganggukkan kepalannya dan tersenyum.


"Sudah, tenanglah. Kamu Aman di sini" Ujarnya sambil menatap kedua mata Amel.


"Sebenarnya, aku tidak tahu siapa mereka. Hati ku selalu bertanya-tanya. Siapa sebenarnya mereka? Apa.benar mereka kedua orang tuaku. Tapi mengapa Aku tidak mengenalnya?" Seru Amel dengan bimbang.


Aldo hanya terdiam. Dia tidak ingin membuat masalah apa pun. Sungguh ia juga bingung. Apa mungkin yg Amel maksud adalah orang tuanya yg sudah lama tiada? Saat ia ingin bertanya dan memastikan kepada Amel, ia pun mengurungkan niatnya. Ia takut jika akan menimbulkan masalah untuk Amel.

__ADS_1


Akhirnya ia menarik tubuh Amel dan membawanya kedalam pelukannya. "Dengar. Saya tidak tahu siapa mereka. Namun saya hanya bisa berdoa agar semua kebimbangan mu akan segera mendapatkan jawabannya. Tenanglah. Lambat laut, kamu akan mengetahui semuanya" Sambil mengelus rambut panjang Amel.


Amel pun mendongakkan kepalanya, menatap kedua bola mata Aldo. Terpancar cahaya yg menenangkan hati. Ternyata pria itu baik. Gumamnya dalam hati.


"Terimakasih" ucap Amel lirih.


"Syut. Tidak perlu mengucapkan apapun" Ujar Aldo sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Amel.


Spontan Amel terkejut. Namun sedetik kemudian, bibirnya melengkung. Ia pun kembali mengeratkan pelukannya.


Aldo sangat senang. Ternya benar, apa yg Dika katakan. Gadis itu memiliki hati yg lembut. Ia tidak akan mudah marah hanya karena hal sepele.


"Sudah. Ayo kita pulang" Ajak Aldo sambil tangannya mengandeng Amel.


Amel pun hanya menganggukkan kepalannya. Mereka pun berjalan beriringan. Saat sampai di depan mobil, dengan spontan. Aldo membukakan pintu untuk Amel. Amel yg mendapat perlakuan seperti itu ia pun tersenyum. Aldo yg melihat senyum mengembang di pipi Amel. Ia pun ikut tersenyum kepada Amel. Setelah itu ia mengintari mobil dan masuk di bangku pengemudi.


Aldo yg melihat raut wajah Amel yg kebingungan, ia akhirnya membuka suara.


"Kita ke salon Silvi sebentar. Kamu ingatkan..? besok pernikahan Alda adik kembar ku. Jadi kita akan mengambil pakaian yg akan kita gunakan besok" Jelasnya dengan lembut.


Amel pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah menempuh waktu 15 menit akhirnya mereka sampai.


Silvi pun menyambut mereka dengan ramah. Mereka langsung masuk dan mencoba pakaian yg Silvi berikan. Setelah dirasa pas, mereka pun langsung pamit pulang, karena waktu sudah hampir petang.


Mereka pun mulai melanjutkan perjalan 15 menit berlalu, akhirnya mereka sampai. Dan di sinilah mereka. Di apartemen Aldo. Aldo pun mengantar Amel hingga kedalam. Amel yg memang sudah merasa gerah, ia pun langsung membersihkan diri. Sementara Aldo, ia milih memainkan ponselnya. Ia mengotak atik benda pipih miliknya. Bibirnya tiba-tiba tersenyum. Ternyata ia menemukan apa yg ia cari. Bertepatan dengan itu, Amel keluar dari kamarnya. Ia pun langsung menghampiri Aldo. Aldo pun langsung menyimpan benda pipih miliknya dengan buru-buru. Takut jika Amel akan melihatnya.


"Kamu, gak makan?" Tanya Aldo lembut.


"Mau. Tapi gak ada makanan" Ujarnya lesu.

__ADS_1


"Ya, sudah. Mau makan apa?" Tanya Balik Aldo.


"Apa, ya? Apa ajalah yg ****** enak" Ujarnya Antusias.


"Oke" jawabnya sekilas. Sambil merebahkan kepalannya di pangkuan Amel.


Amel pun terkejut. Ia hendak berdiri. Namun, tangan Aldo langsung menariknya. "Sebentar saja. Hari ini saya benar-benar pusing. Bisakah kamu tidak menggangguku sebentar saja" pintanya lirih.


Amel yg mendengar ucapan Aldo, ia tidak tega. Akhirnya ia membiarkan Aldo melakukan hal yg ia inginkan. Lagian ini hal yg wajar. Aldo pun menutup wajahnya dengan tangannya.


Amel yg melihat Aldo terlelap, ia pun memberanikan diri menatap wajah Aldo sebagian, yg tidak tertutup dengan lengannya. Sungguh Amat tampan pria di depannya tersebut. Tangannya dengan nakal membelai wajah Aldo. "Tampan" ucapnya lirih. Sungguh. Amel tidak menyadari apa yg telah ia lakukan. Aldo yg sebenarnya tidak tertidur, ia tersenyum. "Saya tau saya tampan. Pandang lah sepuas mu, selagi aku belum memasang tarif" Ujarnya dengan nada mengejek.


Seketika Amel tersadar. Ia pun langsung menarik tangannya yg nakal. Ia merutuki dirinya sendiri. "Ah. Dasar kamu Amel. Bodoh. Bisa-bisanya melakukan hal sebodoh itu" Gerutunya dalam hati.


Aldo yg melihat tingkah Amel ia pun tersenyum puas. Ia langsung berdiri dan mengecup kening Amel dan berlalu pergi.


Mata Amel langsung melotot."Dasar bos mesum..!" Teriak.Amel lantang.


Sementara Aldo hanya tersenyum ia berlari, Agar terhindar dari amukan Amel. "Sungguh hari ini hari yg penuh warna" Ujarnya Lirih.


Maaf, lama up😊😊😊


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2