
Hari ini genap 7 bulan kehamilan Mesi. Suasana lumayan ramai. Keluarga dan sanak saudara mulai sibuk dengan acara tersebut.
Termasuk Verlita dan Silvi yang juga ikut hadir di acar tersebut. Walau acara tidak terlalu meriah. Sebab Aldo Dan Mesi memilih melakukan acar syukuran yang sederhana. Mereka hanya memanggil Anak anak panti Asuahan.
Namun itu cuku membuat mereka sibuk. Tak hanya Sanak saudara. Tante Yeni pun ikut Menghadiri acara tersebut.
Awalnya acara lancar tanpa kendala. Hingga kedatangan Tante Yeni. Mulai terjadi hal-hal Aneh yang tidak terduga. Puncak nya saat Mesi hendak mengambil sesuatu di kamarnya.
Terdengar suara teriakan dari luar. Mesi yang mendengar teriakan tersebut langsung mencari sumber suara. Ternya siara tersebut Dmdari mulut Tante Yeni. Ia tergelincir cukup keras hingga kakinya terkilir. Yeni tergelincir karna lantai yang licin.entah siapa yang sudah tega menyiram minyak Gore dilantai hingga tente Yeni terkilir.
"Astagfirullah tante. Tante kenapa?" Teriak Mesi yang sedikit terkejut.
"Tante tidak tahu Nak. Sepertinya ada yang sengaja ingin membuat tante terluka" Ujar tante Yeni kesal dan berbohong.
tanpa pikir panjang, Mesi pun langsung menawarkan pertolongan kepada Yeni tanpa berpikir akibat yang akan terjadi.
__ADS_1
"Mari tante Mesi tolong." ujar Mesi Lembut sambil menyodorkan tangannya kepada Yeni.
Sementara Yeni sedikit menyeringai bahagia.. Ini kesempatan baginya untuk mencelakai Mesi. Baginya tak apa lah ia celaka. paling tidak dengan musibah ini, ia dapat membuat gadis sialan itu kehilangan anaknya.
Aldo yang melihat dari kejauhan, langsung Menghampiri sang istri.
"Tunggu sayang. Biar abang yang bantu" Ujar Aldo yang sedikit tergesa-gesa. Mesi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Aldo pun langsung melihat keadaan Tante Yeni dan langsung meminta Dua Art nya untuk membantu Tante Yeni.
"Hem. Maaf Bang. Aku tidak berpikir terlalu jauh " jawab Mesi lesu sambil mengeratkan pelukannya.
"Maafkan tante nak. Ini semua salah tante nak. Harusnya tante tidak meminta bantuan kepada istrimu" saut ibu Yeni yang merasa tak enak hati.
"Tak apa tante. Aku tidak menyalahkan siapa pun. Aku hanya berharap tante ikut menjaga istriku " Ujar Aldo datar
__ADS_1
"Sekali lagi maaf nak" Ujar Tante Yeni dan berlalu ke ruang Keluarga bersama kedua Art Mama Wina untuk di obati.
Sementara hati Yeni kali ini sangat kesal. Usahanya kali ini gagal. Dan yang membuatnya semakin kesal. Bagai mana bisa ia sampai terkena jebakan yang ia buat sendiri.
"Ah, sial" Teriaknya dalam Hati.
Untung saja. saat Yeni sedang melaksanakan kegiatannya tadi, seorang Art melihat semua perbuatan Yeni. Itulah Mengapa bisa Yeni yang terjatuh dan bukan Mesi. Ia yang sengaja memanipulasi semuanya. Sementara Yeni tidak mengetahui jika kegiatannya tadi di lihat seseorang.
"Mengapa Fer. Kau selalu saja mendapatkan semuanya. Sementara aku! Aku selalu saja tersisihkan. Sebenarnya apa kelebihan mu di bandingkan akau? mengapa nasibmu selalu lebih beruntung ketimbang aku?Dan apa sekarang. Kenapa juga keturunanmu harus Beruntung seperti mu? Apa belum puas kau Menyiksa ku selama ini? bahkan saat kau sudah tiada pun keturunan mu masih saja menyiksaku dan putriku. Andai aku tahu semua akan berakhir seperti ini. Aku lebih baik membunuhnya dulu " Jerit hati Yeni.
Luka di hatinya tak sebanding dengan luka yang tela ia rasakan saat ini. Sakit, ya itu yang selalu ia rasakan semenjak kehadiran Fera di kehidupannya.
Dan yang semakin membuatnya sakit lagi ialah saat putri semata wayang nya harus merasakan penderitaan yang sama sepertinya. Namun, Ia tidak bisa membiarkan putri semata wayang nya akan mengalami nasib yang sama sepertinya. Ia berjanji akan Membalas sakit hati Putrinya itu apapun yang terjadi.
Ada yang penasaran gak ini sama kelanjutan kisahnya?
__ADS_1
Author janji Bulan ini author akan tamati cerita ini dan akan author biat cerita Tentang Silvi. Ada yang ingin tahu? Ayo donk dukungannya author boring ni lama-lamaπ€£π€£ππ