
Menjelang Malam , Dika dan Aldo baru saja menyelesaikan Meeting dengan klayen. Karna sudah merasa lelah, akhirnya Aldo pun meminta Dika untuk mengantarnya pulan. Dika yang memang selalu mengantar bosnya itu kemna-mana pun tak menolaknya.
Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada mobil yang mengikutinya.
"Tuan, sepertinya ada yang mengikuti kita" Ujar Dika lirih sambil melihat ke arah sepion.
"Kamu benar Dik. Buruan kita Kabur. Sebaiknya kita menghindar saja" Ujar Aldo sedikit khawatir.
"Baik tuan" Ujar Dika dan langsung menancap pedal gas mobil nya.
Mobil pun melaju kencang. Mereka tidak menyadari jika rem sudah blong akibat ulah seseorang.
Dika pun sangat lihai mengemudi dengan baik kebetulan jalan sangat sepi jadi ia bisa leluasa.
Hingga tepat di tikungan, Dika mulai menyadari Rem blong.
"Tuan, remnya blong" Ujar Dika yang mulai panik.
"Jangan bercanda kamu Dik." Ujar Aldo yang tak kalah panik.
"Tuan keluar lah di situ ada semak-semak. Tuan akan selamat. Dan mereka juga tidak akan tahu sebab posisi kita lumayan jauh." Ujar Dika lantang.
"Lalu bagai mna dengan kamu?" Tanya Aldo yang masih engan beranjak.
__ADS_1
"Tuan tenanglah. Aku pastikan akan baik-baik saja. Yang paling penting sekarang tuan. cepatlah tuan kita tidak memiliki waktu yang banyak" ujar Dika yang mulai kesal dan langsung mendorong Aldo Hinga terjatuh.
"Maaf kan saya tuan" Ujar Dika lirih.
Tubuh Aldo berguling-guli di rerumputan yang lumayan lebat. Saat mobil yang mengikutinya berhenti. Aldo pun bersembunyi di ilalang yang rimbun.
"Sepertinya tadi ada yang keluar dari mobil" ujar seseorang yang entah Aldo pun tak tahu.
"Loe pasti salah. Lihat lah tak ada siapa pun. Sebaiknya buruan kita kejar.mereka sebelum kita ke hilangan jejak mereka" mereka pun langsung menancap gas mobilnya dan melaju kencang.
Aldo pun langsung keluar berjalan tertatih-tatih mencari pertolongan. luka di sekujur tubuhnya lumayan banyak. Namun ia harus kuat. demo sang buah hati dan istrinya.
Sementara Dika masih berusaha mengendalikan mobilnya. Hingga ia melihat jurang yang lumayan dalam, ia pun mendapatkan Akal dan langsung menerjunkan mobilnya.
Saat mobil masuk ke jurang ia masih tersadar. Mobil terus melaju hingga sebuah pohon mampu menghentikannya. Dalam posisi kaki yang terjepit, Namun masih tersadar. Ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Silvi.
"Halo Vie. Gue Dika. Gue sayang loe" Ujar Dika lirih dan setelah itu ia kehilangan kesadaran
"Loe bercanda?"sedetik kemudian tak ada jawaban.
"Dik loe kenapa? Halo Dika kamu masih disana kan Dika ......!!!" teriak Silvi yang mulai bingung.
sementara kedua pria yang mengikuti Dika dan Aldo pun langsung tersenyum. ia langsung membuka ponselnya dan langsung mengambil gambar mobil tersebut. setelah itu ia pi. langsung pergi meninggalkan lokasi.
__ADS_1
Menjelang malam hari. Kabar kecelakaan mobil Aldo mulai terkuak. Mesi yang sedang hamil besar mulai histeris. Iya tidak dapat membayangkan apapun. Ia berharap suaminya tidak mengalamin luka yang serius.
Sementara Yeni sudah tersenyum puas. Kabar dari anak buahnya mampu membuatnya bahagia. Memang anak buahnya yang satu ini selalu bisa di andalkan. Dengan bengini ia akan semakin mudah membuat hidup Mesi menderita.
"Hahahaha. Lihatlah Fer. Anakmu akan merasakan apa yang sudah kamu dan dia lakukan kepadaku dan anakku " Ujar Yeni tersenyum licilk
Semua keluarga panik. Begitu pun dengan ibu Wina. Mereka langsung menuju lokasi kecelakaan. Sementar Silvi dan Verlita menemani Mesi dirumah.
"Mes, loe harus kuat. Lo harus yakin kalau semua akan baik-baik saja" Ujar Silvi.
"Denger gue Mes. Loe harus banyak berdoa. Memintak kepa Allah. Hanya itu jalan satu-satunya" ujar Verlita.
Sementara sang empu masih terdiam seribu bahasa.
Sesampai di lokasi kejadian, Mereka pun langsung menemui polisi yang berada disana.
Hai. sahabat ku semua nya.
Author balik lagi niπππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
__ADS_1
Terimakasih semuannnya.
Salam sayang dari sayaππ