
Hari demi hari Mesi kini berubah sedu. Setelah mendapat kiriman foto itu, hatinya mulai tak tenang. Apa lagi Aldo tak menjelaskan apapun.
Aldo yang menyadari sikap dingin isteinya itu sedikit binggung. Namun ia dngan untuk menanyakannya, ia berpikir mungkin isteinnya sedang banyak pikiran.
Foto demi foto ia dan vika terus masuk ke dalam notifikasi ponsel Mesi. Ia semakin geram. Hatinya kini mulai goyah. Ia sudah bertekat akan menanyakannya kepada sang suami.
Pukul 10 malam.
Aldo baru saja sampai di apartemen. Tubuhnya cukup lelah. Ia mencari keberadaan istrinya berharap mendapat kenyamanan. Namun bukannya kenyamanan yang ia dapatkan melainkan sebuah bantal yang melayang di wajah nya.
"Kamu tega Bang. Apa salahku?" sambil melempar ponselnya.
Aldo terkejut langsung mengambil benda pipih mltersebut. Mata nya sedikit membulat, siapa yang mengirim foto tersebut. Ini tidak benar.
"Sayang, dengarkan Abang. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan" Ujar Aldo lembut dan berusaha mendekati Mesi.
"Berhenti. Jangan mendekat. Aku tidak sudi. Pergilah bersama kekasih mu " Ujar Mesi histeris.
"Sayang Abang bisa jelaskan. Ini editan. Mana mungkin abang mengkhianati mu. Coba kamu pikirkan. Ini tidak mungkin, abang tidak akan pernah melakukan itu percayalah sama Abang" ujar Aldo lembut sambil mendekap tubuh mungil istrinya itu.
"Abang jahat. Tega Abang sama aku. Salahku dimna bang?" Ujar Mesi dengan tangisan pilu.
"Dengarkan Abang sayang. Ini semua rekayasa. Ini bukan abang. Lihatlah, postur tubuhnya saja sudah berbeda. Coba kamu perhatikan." ujar Aldo lembut sambil mendekap wajah istrinya itu.
Mesi pun memperhatikan dengan teliti. Dan benar saja itu bukan Aldo. Namun mlMesi masih saja menangis. Ia masih takut jika itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
"Kamu percaya kan sayang. Abang tidak akan mungkin mengkhianati mu." ujar Aldo sungguh-sungguh.
"Terus ini apa bang?" Sambil menyerahkan sebuah foto Aldo dengan Vikka.
Mata aldo membulat. Apa-apaan ini? Dalam hati ia bertannya -tanya. Siapa gerangan yang sudah berani mengirim nya?
"Dengar sayang, ini tidak benar." Tukas Aldo. Ia pun langsung menceritakan semua dari kedatangan Vika ke kantor hingga sampai ia mengisitnnya.
"Maaf, Bang. Aku salah " Ujar Mesi tertunduk lesu.
"Ya,kamu memang bersalah. Karna itu kamu harus mendapat hukuman" jawab Aldo denga datar.
Mesi sedikit terkejut akan respon Aldo . ia tidak menyangka jika suami nya itu akan menghukumnya, ia sedikit berpikir. Kira-kira hukuman apa yang akan suaminya berikan. Apa mungkin suami nya akan mengusirnya? Hatinya tak tenang dan takut akan hukuman yang Aldo berikan.
Melihat sikap istrinya yang binggung, Aldo langsung saja menyerangnya dengan ganas. Mesi yang terkejut mendapat serangan dark suaminya itu Hannya bisa pasrah dan menikmati semua sentuhan yang suaminya berikan.
Cukup lama mereka bergulat. Hingga sampai lah di puncaknya Aldo tersenyum senang. Ia selalu bahagian ketika dapat membuat istrinya on. Kebanggaan tersendiri bagi Aldo.Setelah itu, mereka pun terlelap.
Pagi hari pukul 05: 00 Aldo sudah terbangun.Bagai mna tidak, istri tercintanya itu sudah beberapa kali bolak balik ke kamar mandi.
Ia selalu memuntahkan isi perutnya hingga lemas. Aldo yang khawatir, ia pun ingin membawa istrinya pergi ke dokter. Namun Mesi menolak nya. Ia hanya beralasan jika ia Hannya masuk angin.
Namun sekuat apapun Mesi menolak nya, Aldo tetap pada pendiriannya. Ia pun langsung menghubungi dokter pribadi nya untuk datang. Setelah itu ia pun kembali duduk di samping Istrinya.
Mesi hanya bisa pasrah menghadapi sika p suaminya yang over menurutnya. Namun apa mau dikata. Ia engan untuk berdebat. Tenaga nya sudah terkuras habis.
__ADS_1
Lima menit berlalu, terdengar suara bel berbunyi. Dahi Aldo mengenyit. Siapa gerangan yang datang sepagi ini? Sebab kalau dokter pribadi mereka tidak akan secepat ini Karana memang tempat tinggal nya yang lumayan jauh dari apartemen Aldo.
Aldo pun segera melangkah melihat siapa gerangan yang bertamu sepagi ini.
Saat Aldo membuka pintu, terlihat sebuah kotak berwarna merah. Matanya menelisik setiap sudut ruangan.
Tak ada tanda seseorang pun di sana. Lalu siapa yang mengirim nya?
Saat Aldo membuka kotak tersebut, ia langsung ia terkejut dan membuangnya.
"Kurang ajar. Siapa yang berani main-main dengankku" ujarnya dalam hati dengan mata yang memerah dan menahan sesak.
"Aku pastikan, jika aku menemukan mu, aku akan beri pelajaran" sambil membuang kotak tersebut yang berisi boneka yang berlumuran darah.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
__ADS_1