
Kini Alif dan Silvi sedang berada di tepi pantai. Mereka duduk di tepi pantai sambil bermain pasir dan ombak pantai yang berlalu lalang. Mereka seolah tidak takut akan basah dan kotor mengenai pakaian mereka.
Saat sedang asik Melihat matahari yang ingin bersembunyi, Alif pun terhenyak saat mendengar isak tangis. Ya ternyata sura itu dari Silvi.
Dika pun langsung memeluk Silvi dan berusaha memberi ketenangan. Namun naas ke mesraan mereka sebagai seorang sahabat ada yang mengabadikan. Mereka berdua pun tidak menyadari nya. sepertinya orang itu memang sedari tadi membuntuti nya.
"Menangislah, jika itu dapat membuatmu lega." sambil mengelus pundak Silvi dengan penuh kasih sayang.
Alif sudah menganggap silvi seperti Adik nya sendiri. Mereka pun sudah tidak canggung lagi. Bagi Silvi, Alif adalah sosok kakak yang selama ini dia cari.
Cukup lama, Silvi menangis. Setelah puas, ia pun merentangkan pelukannya.
"Maaf" Ujar Silvi lirih.
"Maaf, maaf. Lihat tu ingusmu sampai kemna-mana. Dasar jelek" Ejek Alif sambil tersenyum jahil.
"Biarin. Yang penting aku lega."sambil tersenyum puas.
"Dasar jorok." sambil mejitak kening Silvi.
__ADS_1
"Sakit tahu" sambil mengusap-usap kening nya.
"Yakin gak mau cerita nie?" tanya balik Alif sambil mengangkat sebelah Alisnya.
"Huf " terdengar suara hembusan nafas yang berat.
"Ini semua tentang Toni. Kamu tahu sendiri kan bagai mna kisah ku dengannya?" Sambil menatap ke arah Alih. Alif pun tak menjawab. Ia Hanya menganggukkan kepalannya tanda mengerti.
"Aku masih belum bisa melupakannya. Kenangan ku bersama nya sangat banyak. Tak ada sedikitpun rasa kecewaku pada nya. Dia selalu menjadi motifasiku dan penyemangat hidupku. Walau kini ia sudah pergi menigalkanku, namun namanya selalu ada Di sini"Tunjuk Silvi pada hatinnya.
"Ya. Aku tahu itu. Lalu dimna masalah nya? " Tanya Alif yang belum mengerti Alur cerita Silvi.
"Hem. Bersabarlah. Jika kalian memang berjodoh, yakinlah suatu saat Allah akan menyatukan kalian. Untuk tentang Toni, dia tidak akan pernah hilang dari hati mu. Dia memiliki tempat tersendiri dan akan tetap seperti itu. Satu yang harus kamu tahu, jalan hidupmu masih panjang. Maka dari itu, mulailah semua dari nol kembali. Bangkitlah, aku pasti akan selalu mendukungmu" Sambil mengelus rambut panjang Silvi.
"Ya. aku akan.memulainya dari nol. Akhir bulan ini aku akan ke bandung dan memulai semua nya dari Awal. Doakan semoga apa yang aku cari akan tercapai" Ujar Silvi antusias.
"Pasti. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu."
Mereka pun terus bercerita menghabiskan waktu bersama. kenangan itu terulang kembali. andai waktu dapat di putar kembali. Silvi ingin menghapus semua memori yang menyiksa hati nya. Namun, itu Hannya angan- angannya yang tidak akan terwujud.
__ADS_1
Sementara Di lain sisi.
Seorang pria sedang menyerahkan sebuah foto kepada Dika. Dika yang melihat pun langsung terbawa emosi. Andai sejak awal ia tahu, ini semua tidak akan terjadi. Ia tak akan membuka hati Buat nya. sudah cukup penderitaan yang ia rasakan.Tanpa berpikir untuk kedua kali. ia pun langsung menuju bandara dan langsung terbang ke Amrik bersama kedua orang tuannya.
"Selamat Tinggal Jakarta. Selamat tinggal semua kenangan dan luka yang telah kau berikan. Mulai detik ini aku tak mau lagi mengenal kata cinta. Cinta Hannya membuat luka yang tak berdarah. dan membuat menderita " gumam Dika dalam hati sambil tersenyum masam.
Dan Dika pun pergi ke negara asal nya tanpa ingin mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya.
Author gantung sebentar ya sayangππππ
Besok di lanjutkan lagiπππππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
Salam sayang dari saya
__ADS_1