
Wajah Mesi semakin memerah. Ia tertunduk malu. Saat seperti ini lah saat-saat yang membuat Aldo semakin gemas. Aldo pun langsung mengangkat Mesi kedalam pangkuannya. Setelah itu ia *****4* bibir Mesi dengan lembut. Niat awal Aldo hanya mencium tidak lebih. Namun karna terlalu bersemangat ia sampai tidak menyadari jika tangannya sudah sampai di gunung kembar Mesi. Ini memang gila. Tapi sekuat tenaga Aldo menahannya tetap tidak bisa. apa lagi kini juniornya sudah terasa menggelembung dan sesak. Dan di tambah lagi terdengarnya suara des4han dari bibir Mesi semakin membuat nya bersemangat.
Hingga terdengar suara pintu yang terbuka membuat mereka terkejut dan memberhentikan pekerjaan mereka.
"upss, Maaf" ujar orang dari balik pintu dan tersenyum kikuk.
Ya orang tersebut yang tak lain ia lah mama Wina, Mertua Mesi. Mama Wina pun dengan santay masuk kedalam. Sementara kedua orang yang sedang di mabuk cinta itu tertunduk malu. Apa lagi Mesi. Ia serasa tak punya wajah lagi di hadapan mertua nya.
"Lain kali kalau mau grep-grep kunci pintu dulu" ujar mama Wina dengan senyum menggoda.
"Is, mamah gangu aja. Lagian kenapa gak ketuk pintu dulu?" Tanya Aldo dengan nada jutek.
"Mama gak tahu kalau Menantu mama ada disini. Kalau tahu, pasti mama ketuk pintu. Lagian ini salah kamu kenapa coba gak di kunci! Untung mama yang lihat. Coba kalau orang lain? Pasti kalian lebih malu" jelas mama panjang lebar.
Namun bukannya malu, Aldo malah tak mau mengalah. Dan perdebatan terus berlanjut.
Sementara Silvi melihat jam di pergelangan tangannya masih menuju 18:00. Ia pun segera mengambil suwiter kesayangannya.
Dan berlalu pergi menginjak gas mobilnya dengan kecepatan kencang. Hatinya hancur, otaknya tidak dapat berfikir jernih. ia pun melampiaskan kepada kendaraannya. tanpa 0ikir panjang ia terus menginjak gas mobilnya dengan ganas.
Ia sudah tak perduli dengan dirinya. yang ia perdulukan hati ini ialah dapat menghilangkan rasa ngeri di dada nya. sambil mengendarai, ia pun terus menangis dan menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.
Saat tiba Di tikungan, ia pun lepas kendali. sebab karna menangis, ia sampai tidak menyadari ada sebuah mobil di depannya. mau tidak mau ia harus membanting stir dan menabrak kan nya ke totoar.
__ADS_1
"Ahh l" teriak silvi di dalam mobil.
Sontak tubuh silvi bergetar. ia masih linglung. Ia belum bisa mencerna apa yang baru terjadi.
Sementara mobil yang hampir Silvi tabrak, ia langsung turun untuk memastikan pengendara tersebut baik-baik saja.
Pria tersebut pun langsung menggedor pitu mobil Silvi, untuk memastikan keadaan di dalam. Kebetulan jalan sepi jadi tak ada pengendara lain.
"Hallo, apa kamu baik- aik saja ?" teriak pria tersebut sambil mengedor-gedor pintu.
Silvi pun tersadar, ia pelan-pelan membuka pintu tersebut denga wajah yang begetar.
Saat membuka pintu,ia melihat pria tersebut adalah pria yang ia kenal, ia pun langsung memeluknya berharap dapat ketenangan. Begitu pun pria tersebut. Ia tanpa sadar membalas pelukan Silvi. Ya nyaman itu yang saat ini mereka rasakan
Sepulang dari cafe, ia langsung pergi ke sebuah resto milik suaminya, setelah memastikan suaminya berada disana. Verlita pun langsun menghampiri suaminya kerruangannya.
"Mas " teriaknya mengembang.
Faris pun yang melihat kedatangan istri tercintanya pun menyambutnya dengan senyum manis.
Verlita pun langsung menghampiri suaminya dan tanpa malu langsung duduk di pangkuan suaminya. Tentu Faris menyambutnya dengan sayang. Walau usia pernikahan mereka sudah hampir 10 tahun tapi cinta mereka tak pernah pudar. Bahkan sampai Detik ini mereka pun sangat romantis.
"Ada apa? Apa princess ku ada masalah " sbil mencium pipi Verlita yang sedikit mengembung.
__ADS_1
"Emm. aku kangen " Rengek Verlita.
"Ah yabg bener? Sini peluk donk kalau kangen. Apa mau bikin dedek lagi buat putra kita biar punya tema?" Tanya Faris.menggoda.
"Is, mas apaan si. Aneh-aneh saja. Dasar nakal" sambil memeluk suaminya dan mencubit perutnya.
"Auww, sakit sayang. Lagian tumben kamu kemari ada apa? " Tanya Aldo lembut.
"Gimna ya....? " ujarnya yang tertahan.
"Sudah bilang saja. Gak usah di tahan-tahan " ujar Faris yang tak ingin istrinya itu menutup-nutupi sesuatu.
"Begini sayang....." belum sempat Verlita melanjutkan ucapannya. Terdengar ketukan dari balik pintu. Akhirnya mau tidak mau Silvi harus menahan nya.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
__ADS_1
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ