Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 76


__ADS_3

Sesampai di lokasi kejadian, Mereka pun langsung menemui polisi yang berada di sana.


"Bagai mana pak?" Tanya Faris yang sedikit panik.


"Anda siapa?" tanya polisi tersebut.


"Saya Kakak dari mobil yang masuk jurang itu" jelas Faris.


"Korban sudah di evakuasi. Sekarang sedang menuju rumah sakit terdekat. Sebaiknya tuan segera menyusulnya" Jelas polisi tersebut.


"Baik, pak terimakasih atas infonya" Ujar Faris.


Ia pun langsung menghampiri keluarganya dan menjelas semua nya. Tanpa berpikir 3 kali, ia pun langsung menuju rumah sakit yang telah di sebutkan.


Aldo yang berjalan tertatih-tatih, mulai keletihan. Aneh. Ya, sebab tak ada satu mobil pun yang lewat malam ini. Saat ia ingin menyebrang jalan sebuah mobil melaju cukup kencang.


"Tin, tin,tin......chiet" suara mobil yang cukup nyaring.


Aldo tak dapat bergerak tubuhnya lemas, pikirannya sudah tak karuan. Satu yang pasti Mesi lah yang menjadi semangat hidupnya.


Untung mobil masih dapat menginjak rem. Tubuh Aldo dengan kendaraan hanya tinggal beberapa senti. Ia pun langsung terduduk lemas.


Sang pengemudi pun langsung turun dari kendaraannya.


"Kamu tidak papa" tanya pengemudi tersebut yang tak lain adalah Alif. Sahabat Mesi.

__ADS_1


"Hem" ujar Aldo lirih sambil melihat ke arah sang empu.


"Kamu. Bukankah kamu yang waktu itu yang bersama Mesi?" tanya Alif memastikan.


"Ya." Ujar Aldo yang sedikit kesal. Mengapa harus dia yang datang. Jika mengingat waktu itu ia sangat kesal. Dan untuk sekarang pun masih sama.


"Bagaiman kamu bisa seperti ini." Ujar Alif yang penasaran melihat semua luka yang Ada di sekujur tubuh Aldo.


"Ceritanya panjang. Bisakah kau membawa ku ke klinik lalu mengantar ku pulang?" tanya Aldo tode poin.


"Baiklah. Ayo" Ajak.Alif yang mulai membantu Aldo untuk menaiki mobil nya.


Alif pun langsung menancap pedal gas nya. 15 menit berlalu, terlihat sebuah klinik yang buka 24 jam. Alif pun langsung memarkirkan kendaraannya.


Setelah selesai di obati, Aldo langsung meminta Alif mengantarnya pulang. Setelah menempuh waktu kurang lebih 30 menit. Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang megah dan terdiri dari tiga tingkat.


Setelah pintu terbuka. Alif pun memapah Aldo untuk masuk ke dalam rumah.


Pemandangan pertama yang Aldo dapatkan adalah istrinya yang sedang menangis dan di temani kedua sahabatnya.


Melihat istrinya yang mengisi Aldo pun merasakan sakit yang teramat dalam. Aldo pun langsung menghampiri Mesi.


" sayang" Ujarnya lirih sambil berjalan tertatih-tatih.


Mesi yang mendengar sura Aldo pun langsung mencari ke sumber suara. Betapa senangnya Mesi ketika melihat suaminya kembali.

__ADS_1


"Bang " teriak Mesi yang langsung berlari ke pelukan Aldo.


Sementara Alif hanya memperhatikan interaksi kedua nya.


"Abang jahat. Abang buat adek takut " sambil menangis di pelukan Aldo.


"Shut. Sudah jangan nangis sayang. Boleh abang duduk? Kaki abang sakit" Jelas Aldo sambil mengusap rambut Mesi dengan sayang.


"Hem maaf " ujar Mesi lesu.


"Sudah ayok kita ke sana " ajak Aldo sambil mengandeng tangan sang istri.


"Ayo lif, duduk dulu" ajak Aldo.


Alif pun tak menjawab. Ia hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Mesi yang baru menyadari kedatangan Alif, ia sedikit malu. Namun sedetik kemudian ia cuek tak menghiraukan lagi. Yang terpenting bagiannya adalah kesehatan suaminya.


Hai. sahabat ku semua nya.


Author balik lagi niπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.


Terimakasih semuannnya.

__ADS_1


Salam sayang dari saya😘


__ADS_2