Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 90


__ADS_3

Aldo pun langsung bergegas turun dan mencari sesuatu yang istrinya inginkan.


Setelah itu ia langsung bergegas kembali. ya, Ia tak ingin membuat istrinya menunggu. Setibanya di apartemen, Aldo langsung terkejut dan histeris.


Bagai mna ia tidak histeris, istri yang amat ia sayang kini nyawa nya sedang di ujung tanduk. Goresan benda tajam itu hampir mengenai l*her jenjang nya.


"Apa yang kau lakukan wanita gila? Sebenarnya apa mau mu!" teriak Aldo lantang dengan sorot mata yang sedikit khawatir. ia pun mencoba untuk mendekat.


" Berani kau mendekat. maka benda ini akan melukai pipi mulus istrimu ini" sambil menempelkan benda tajam tersebut di pipi Mesi.


" Baiklah. Apa mau mu?" Tanya Aldo dengan menahan Emosi.


"Hahahha, kau masih bertanya! Bukannya kau sudah mengetahui nya bang*sa*" Teriaknya dengan tatapan bak setan.


"Apa yang kau mau? Aku pasti akan melakukannya" Bujuk Aldo sambil melihat ke arah benda tajam tersebut yang hampir melukai tubuh istri.


"Kau pikir, aku bodoh! Aku tak akan percaya apa pun perkataan mu. Aku lebih baik mendekam di penjara. Tapi sebelum itu aku ingin wanita sialan ini mati dan melihat kehancuran mu " Ujar Yeni dengan raut wajah yang tidak dapat di artikan lagi.Lebih tepatnya, ia seperti psikopat yang mempunyai dua kepribadian.

__ADS_1


"Please. Aku mohon. Jika kau ingin balas dendam lakukan itu padaku. tapi aku mohon lepaskan dia" Ujar Aldo memohon sambil menatap istrinya itu. Walau tatapan mata Mesi mengatakan ia akan baik-baik saja namun sebagai seorang suami, ia tak tega melihat keadaan istrinya saat ini.


"Hahaha. Sepertinya wanita busuk ini sangat berarti bagi mu. Lihat lah " sambil menggoreskan benda tajam tersebut ke l*her Mesi dan tertawa bak iblis.


Aldo yang melihat darah mulai mengalir di tubuh sang istri, iq


pun semakin histeris. Namun lagi-lagi sang istri meminta nya untuk tenang dan mengatakan baik-baik saja walau tanpa suara.


Entah jika sudah berhubungan dengan sang istri otaknya semakin tidak dapat berfungsi lagi. ia tak dapat berpikir dengan jernih. ia pun tak ingin gegabah dalam mengambil tindakan atau nyawa istrinya yang menjadi taruhannya. Hanya mengulur waktu yang ia bisa lakukan. berharap akan ada seseorang yang akan menolongnya.


"Tidak. Aku mohon hentikan" Sambil bersujud mengharap belas kasihan kepada Yeni. Dalam hati ia berpikir, apa yang harus ia lakukan ia sudah tak tahu lagi. Sialnya ia sudah menyuruh bodyguard nya pulang. Karena jika ia di rumah dia sendiri yang akan menjaga sang istri.


"Hahaha, ini Akhir kehancira7nmu. Percaya lah setelah ini tak akan Ada pelangi lagi di matamu. Yang ada hanya awan hitam yang akan selalu menghantui mu " Ujar Yeni Tersenyum sumbang.


Sementara Aldo tak dapat berbicara apa -apa. Ia hanya menunduk dengan air mata yang sudah membasahi pipi. Ia tak sanggup lagi melihat wajah sang istri hatinya hancur. Tak ada yang dapat ia lakukan Langi. Ia merasa dirinya sudah tak berguna.


"Ini belum seberapa. Apa yang ibu mu dan kau lakukan kepada anakku harus kau pertanggung jawabkan. Sebenarnya jika kau mati aku belum puas. Aku ingin terlebih dahulu menyiksamu. Namun dasar kau wanita sialan. Apa mau dikata aku terpasa harus men*hab*simu " Sambil menarik rambut Mesi hingga sang empu kesakitan.

__ADS_1


Aldo yang melihat pun ingin mendekat namun lagi-lagi niatnya ia urungkan.


"Jangan coba-coba mendekat. Atau benda ini akan menancap di sini!" Ancam Yeni lantang.


"Jangan Aku mohon" Teriak Aldo Histeris. Ia sudah kalang kabut melihat keadaan istrinya dengan darah yang terus mengalir akibat goresan tadi.


"Hahaha. Bersiap lah. Ini akhir hidupmu wanita sialan" teriak Yeni sambil mengarahkan benda tersebut ke arah Mesi.


"Tidak......" Teriak Aldo lantang.


Author gantung sebentar ya sayang😍😍😍😍


Besok di lanjutkan lagi😘😘😘😘😘


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.

__ADS_1


Terimakasih semua nya.


Salam sayang dari saya


__ADS_2