
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang. Mesi yang sedari tadi sudah dirias dan mengunakan baju kebaya putih adat sunda sangat terlihat anggun dan menawan. Kedua sahabatnya sudah datang mendampingi Mesi. Keduanya terpesona melihat kecantikan yang terpancar dari wajah Mesi.
"Kenapa lihatin nya seperti itu? apa ada yang aneh?" tanya Mesi yang merasa salah tingkah dilihat kedua sahabatnya seperti itu.
"Ya ampun Mes, loe cantik banget. Gue sampai pangling" ujar Silvi yang mulai heboh
"Hem, terimakasih. Bagaimana ini Aku gerogi?" ujar Mesi dengan keringat dingin.
"Tidak papa. Santai saja. Dulu aku juga begitu. Berusaha lah untuk tenang" Ujar Verlita sambil mengengam tangan Mesi.
"Mes. Nanti lo cerita ke gue bagai mana malam pertama loe ya, gue penasaran" ujar Silvi serius.
"Dasar, songong. Makanya sono, buruan nikah. Dasar kepo" ujar Verlita kesal sambil menonyor kepala Silvi.
"Apaan si Ver, gue kan bercanda loe sensitif banget jadi orang" Ujar Silvi berusaha mbela diri.
Sementara Mesi hanya geleng- geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
Akad akan dilakukan di kediman bapak Herman. Baru resepsi akan di lakukan sore hari di hotel bintang lima yang telah di siapkan.
Sementara di bawah rombongan mempelai pria sudah mulai memasuki are pekarangan rumah pak Herman. Mereka pun langsung turun dari kendaraan. Terlihat Aldo yg mengunakan jas putih kopiah putih, semua yang di kenakan serba putih, semakin menambah kadar ketampanannya.
Mereka pun langsung masuk dan menempati ruangan yang telah di siapkan. Kebetulan penghulu baru saja sampai bersamaan dengan rombongan pengantin pria.
Acara sebentar lagi akan di mulai. Herman pun langsung meminta istrinya untuk menghampiri Mesi agar segera turun. Mery langsung menuruti permintaan suaminya.
Dengan langkah gontai, Mery berjalan menuju kamar sang anak. Diketuknya daun pitu kamar Mesi. Setelah mendapat sautan dari dalam, ia pun langsung membuka nya.
Mery langsung menghampiri putri kesayangannya itu. Entah mengapa hatinya teeasa nyeri. Sosok anak dan kakak yang amat mereka sayang akan pergi lagi dari mereka. Sejenak ia termenung.
__ADS_1
"Mah" ujar Mesi lirih
Mery yang mendengar panggilan anaknya langsung menghampiri putrinya.
"Sayang, kamu sekarang sudah besar nak. Mamah masih belum percaya kamu akan pergi lagi dari mamah" ujarnya tertunduk lesu.
"Mah, jangan bicara seperti itu. Mesi tidak akan pernah meninggalkan mamah. Mesi janji akan sering kerumah mama. Jadi mamah jangan sedih ya mah" tukas Mesi sambil memeluk Mery.
"Iya, sayang. Ternyata anak mamah sudah besar. Maafin mamah ya sayang, mamah jadi cengeng" ujar Mery lirih sambil melepaskan pelukannya. Sementara Mesi hanya menganggukkan kepalannya.
"Ayok, sayang kita turun. Kasihan calon suamimu sudah menunggu lama" ujar Mery tersenyum manis.
"Mah," ujar Mesi lirih. Mery tak menjawab ia hanya melihat ke arah Mesi.
"Terimakasih atas semuanya" ujar Mesi lirih dan menghambur ke pelukan Mery.
"Sama-sama sayang. Sudah ah jangan menangis. Nanti make up kamu rusak lho. Sudah ayo kita kesana" ajak mamah Mery sambil merentangkan pelukannya.
Saat menuruni anak tangga, semua mata tertuju pada Mesi. Begitu pun dengan Aldo.manik mata keduanya bertemu, dan mereka pun saling terpesona. Bagaimana tidak sosok Mesi yang biasanya crewet dan sedikit tomboy itu, kini berubah menjadi sosok yang angun dan menawan. Kebayak putih dan di atasannya terdapat mahkota semakin membuatnya cantik. Walau pakaian ini bisa di bilang sederhana, namu saat di kenakan Mesi sungguh sangat menawan dan kadar kecantikan nya naik 10 kali lipat.
Mesi yang ditatap begitu intens oleh Aldo ia pun tertunduk. Ia sangat gerogi. Dan apa tatapan matanya itu nengisaratkan akan cinta dan ke kanguman. Apa lagi melihat Aldo yang mengunakan jas berwarna putih serta kopiah yang senada semakin tampan menurut Mesi. Semakin ia menuruni anak tangga dan semakin dekat denga Aldo semakin pula detak jantung nya tak karuan.
Mery yang melihat putrinya itu nerves, Ia pun mengeratkan genggaman tangannya dan mengisyaratkan semua nya akan baik-baik saja. Mereka pun terus berjalan hingga sampai lah di tempat tujuan.
Semua orang telah siap. Begitu pun dengan kedua mempelai. Terdengan suara penghulu yang memimpin acara ijab khobul. Dan di susul suara Aldo yang lantang tanpa sedikit pun keraguan hingga terdengar kata sah dari para saksi.
Tangis haru dari dari kedua belah pihak. Kini setatusnya sudah berubah dan sudah menjadi seorang istri. Mesi pun langsung mencium punggung tangan suaminya dan baru setelah itu Aldo membalas dengan mengecup kening Mesi dan tersenyum. Karena malu mesi pun Hannya membalas dengan anggukkan dan tersenyum.
terlihat aura kebahagiaan dari kedua nya.
__ADS_1
Setelah semua berkas-berkas ditandatangani, kini tingal seksi makan-makan. Mesi dan Aldo pun menikmati makan mereka kali ini. Senyum selalu mengembang dari bibir keduanya. Jangan lupa sikap dan tingkah Mesi dan Aldo menjadi pusat perhatian, maka dari itu mereka harus bisa bersikap dengan baik.
Kini kedua pengantin itu sedang berada di kamar Mesi. Mereka berdua di minta beristirahat sebentar karna sore nanti akan ada resepsi dan pastinya akan Menguras tenaga.
Mereka berdua sedang bersandar di ranjang tanpa berniat Menganti pakaian yang mereka kenakan sebelumnya.
"Sayang, " ujar Aldo yang sengaja di tahan.
"Iya, bang. ada apa?" Ujar Mesi yang sedikit tertunduk.
"Trimakasih sudah mau menjadi istri abang. Hari ini kamu sangat cantik. Kamu juga sangat menggoda Abang" ujar Aldo dengan senyum misterius.
"Maksud Abang, apa? Dimana letak Mesi menggoda Abang perasaan sedari tadi Abang lah yang menggodaku" ujar Mesi yang sedikit jutek.
"Disini" ujar Aldo sambil menunjuk bibir Mesi.
"Is, abang kebiasaan " ujar Mesi sambil tertunduk malu.
Aldo yang melihat tingkah mengemaskan Mesi pun langsung Menarik Mesi ke pangkuannya. Kini posisi mereka saling berhadapan.
Mata mereka saling berpandangan. Mereka saling terpesona satu sama lain. Hingga mereka terhanyut dalam suasana. Entah sejak kapan bibir mereka sudah menempel satu sama lain. Tangan Mesi pun sudah melingkar dengan posesif di leher Aldo. Begitu pun dengan Aldo tangannya sudah menahan tengkuk Mesi. Kedua nya sudah menginginkan lebih.
Hingga ketukan pintu menghentikan pekerjaan kedua nya. Terlihat jelas dari wajah Aldo ia sangat kesal. Bahkan ia menyumpah serapah orang yang sudah berani menggangu nya.
Maaf Author gantung dulu sebentar yaπππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
__ADS_1
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburππ