
Setelah kabar penangkapan Angga terdengar oleh Vika, ia semakin frustrasi. Vika sangat takut, pikirannya melayang entah kemana.
Hatinya bergetar tak karuan. Dia selalu berpikir bagaimana jika Angga akan menyebut dirinya dalang dari penculikan Mesi. Bukan kah hukumannya akan sangat berat?
Itu lah sebabnya ia menghilang. Ia takut tak dapat menghirup udara bebas. ia pikir, ia masih dapat bebas walau sebentar. Ternyata polisi sudah mengetahui semuannya. Memang benar. sepintar apa pun kira menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. dan itu terbukti. Sekuat apa pun ia bersembunyi polisi pasti akan menemukan nya.
Seperti saat ini, ia sedang kabur dari kejatan polisi. Setelah dapat mengelabui polisi tersebut, akhirnya ia dapat sedikit lega.
Namun bukannya insaf. Dendam di dadanya semakin membara. Dalam hati ia sudah bertekat, biarlah ia di penjara asalkan gadis sialan itu mati. Maka ia akan puas. Ia sudah tidak perduli akan masa depannya kini.
Sedang asik memikirkan cara untuk memisahkan Mesi dengan Aldo, bibirnya tiba-tiba melengkung. Bagai mna tidak? ia seperti mendapatkan durian runtuh.orang yang sedang mengisi pikirannya dan membuat kacau ada di depan mata.
Tanpa pikir panjang, Vika langsung menginjak pedal gas mobilnya. Dalam hitungan detik, semua keinginannya tercapai.
Brakkk
Terdengar suara hantaman yang cukup kencang. Namun lagi- lagi nasib baik berpihak kepada nya. Tempat itu lumayan sepi. Kebetulan waktu menuju sholat magrib. Hanya seorang kariAwan apotek yang berada disana.
__ADS_1
Senyum semakin melebar dari bibir Vika. Saat melihat Mesi yang sudah tergeletak di pinggir jalan dan bersimbah darah.
"Mati lah kau cewek sialan. Akhirnya, kau mendapatkan ajal mu!" dengan senyum bak iblis. Ia pun langsung menginjak pedal gas nya dan kabur.
From Aldo.
Aldo tiba-tiba gelisah. Ia mulai khawatir terhadap istrinya tersebut. Sudah hampir satu jam istrinya belum juga datang. Padahal ia hanya berpamitan untuk membeli sesuatu di apotik depan apartemen nya.
Awalnya Aldo ingin mengantarnya. Namun Mesi melarangnya. Karna tubuhnya sudah sangat lengket. Akhirnya ia pun mengalah.
Saat sedang melamun, ponselnya berdering. Di liriknya dari sebuah nomor tak di kenal. Aldo pun engan mengangkat nya. Namun ponselnya terus berdering. Dengan malas Aldo menekan tombol hijau.
"Halo, pak. Ini saya Aldi. Satpam di apartemen bapak. Tolong bapak segera keluar. Istri bapak tertabrak mobil, saat ingin menyebrang " ujar seseorang dengan nada panik.
Tanpa pikir panjang Aldo langsung berlari sekuat tenaga agar segera sampai. Lift yang biasanya sebentar kini sangat lama. Waktu seakan sedang mempermainkannya.
Setelah tiba di luar. Aldo melihat segerombolan Orang sedang mengerumuni seseorang Tanpa melihat kanan kiri, Aldo langsung berlari untuk mencari kebenarannya. dalam hati ia selalu berdoa semoga informasi ini tidak benar.
__ADS_1
Tubuhnya sontak ambruk. Ia langsung memeluk Mesi dan histeris.
"Tolong istri saya" teriaknya frustasi.
Di peluk nya tubuh mungil istrinya itu dengan erat.
"Sayang bertahan lah!" ujarnya lirih.
"Bang." saut Medi lirih dan sesudah itu tak sadarkan diri.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
__ADS_1
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ