Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 41


__ADS_3

Setelah itu, salah satu pria itu melepas ikatan di kaki dan tangan Amel. Seketika Amel memberontak tapi Apalah daya tenaganya tidak sebanding dengan ketiga pria itu.


Semakin lama salah satu pria itu semakin mendekat


"Jangan mendekat. Menjauh lah aku mohon" teriak Amel Amel memelas.


Namun bukannya menjauh pria itu semakin berani mendekati Amel. Bahkan wajah mereka sangat dekat. Air mata Amel tak tertahan lagi ia semakin histeria. Sungguh ia takut. Tubuhnya semakin bergetar. Ia sudah pasrah ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Pria itu semakin mendekat dan tak ada jarak lagi di antara mereka. Ketika pria itu ingin mendaratkan bibirnya. Ia terkejut


"Brakkk" suara pintu terbuka.


Seketika pria itu mendorong Amel ke tembok dan kepala Amel terbentur cukup keras. Amel memegangi kepalannya, dan seketika tak sadarkan diri.


Aldo yg melihat Amel pingsan tak sadarkan diri, ia langsung menghajar pria tersebut. Dan terjadilah bangku hantam di antara mereka berenam.


Walau badan mereka bertiga terbilang lebih besar, namu karnak keahlian dan kecerdikan Aldo,Faris dan Toni tak butuh waktu untuk melumpuhkan mereka bertiga. Setelah ketiga pria itu tekapar, Aldo segera berlari menghampiri Amel sementara Faris dan Toni membereskan mereka bertiga.


"Sayang, Bangun" Ujar Aldo lembut sambil menepuk-nepuk pipi Amel. Namun Amel hanya bergumam tak membuka mata.


Faris yg melihat keadaan Amel tidak baik-baik saja, ia pun meminta Aldo membawa Amel pulang ke penginapan.


Tanpa pikir panjang, Aldo segera bergegas pulang membawa Amel ke penginapan. Sementara Faris dan toni masih menunggu polisi datang.


Setelah memastikan Amel tidur dengan nyaman, Aldo segera menyalakan mobil, dan melaju meninggalkan tempat tersebut.


prof Aldo.


Sepanjang jalan Aldo di buat kesal dengan jalan yg Amat curam sehingga membuat mereka lama di perjalanan. Waktu sudah menuju 11 malam. Aldo semakin panik. Namun untung Abangnya selalu meyakinkan nya agar tenang.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 3 jam. Akhirnya mereka sampai juga di tempat yg dituju. Dimana terlihat dari kejauhan sebuah mobil dan sebuah pondok kecil yg sudah mulai rapuh termakan usia. Siapa pun yg melihatnya pasti akan terlihat mistis dan seram walau ada pencahayaan disana namun tempat itu terasa sangat menakutkan. Berbeda dengan Aldo.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang ia langsung turun. dan langsung mendobrak pintu tersebut. dengan sekali tendangan pintu sudah terbuka. seketika mata Aldo melihat pandangan yg sangat mencengangkan dan menguras emosi. Salah satu pria itu berusaha melecehkan Amel kekasihku. Untung saja aku datang tepat waktu. Jika tidak, aku tidak dapat membayangkan Apa yg terjadi. Tanpa berpikir lagi aku menghajar pria itu Hinga tekapar.


Jika tidak melihat keadaan Amel yg sudah tidak sadarkan diri, aku pastikan pria itu sudah tidak dapat melihat dunia lagi. Untung saja ego ku bisa ku kendalikan. Aku langsung menghampiri Amel dan membawanya kepelukankku. Setelah memastikan jika ia hanya pingsan, aku langsung buru-biru membawanya pulang.


Di tengah jalan, Amel terbangun. Aku langsung memberhentikan mobil dan memeluknya.


"Maaf kan aku sayang. Maafkan aku" ujarku lembut. Namun bukannya menjawab, Amel malah gelisah dan tak nyaman.


"Kamu kenapa sayang?" Masih sambil memeluk.


"Mas, panas. Tolong aku. Panas mas" ujarnya lirih sambil membuka pelukan.


"Pleasa tolong aku mas aku tidak kuat lagi" ujarnya sambil mulai membuka pakaian nya satu persatu.


Sontak tu8uhku mematung. Dalam hati aku menyumpah serapah kepada mereka yg sudah memberikan sesuatu kepada Amel.


Amel memberi sentuh4n-sentuh4n dari bibirnya yg hampir membuatku terbuai.


Setelah menemukan solusinya, aku pun mulai membalas setiap sentuhan Amel dan mulai mengikuti permainannya.


Cukup lama Amel melakukan itu. Hingga sampailah pada puncak nya. Setelah menuntaskan Semua nya Amel pun langsung kembali tertidur.


Setelah itu Aldo mulai mengenakan kembali pakaian Amel. Kemudian mebawanya ke penginapan.


Setibanya di penginapan Aku langsung membawa Amel ke kamarnya. Verlita dan Silvi yg melihat kedatangan Aldo. sontak mengikuti Aldo dari belakan. Setelah menidurkan Amel, baru Verlita menyadari Raut wajah Aldo yg berantakan, dan banyak jejak kiss di lehernya.


Aldo yg melihat tatapan kakak iparnya mau tidak mau, ia harus menjelaskan apa yg terjadi. Mereka pun keluar meninggalkan keberadaan Amel.


"Do, jelaskan apa yg terjadi" ujar Verlita tegas


"Mbk, tenanglah dulu.,,," ujar Aldo yg mengerti arah pembicaraan Verlita.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? Apa kalian sudah melakukan itu?" tanya Verlita meng intimidasi. Sementara Silvi hanya menjadi pendengar yg baik antar kakak beradik itu.


"Tenang lah kak. Aku tidak mungkin melakukan itu...,," akhirnya mau tidak mau Aldo menjelaskan Apa yg terjadi.


Silvi dan Verlita sangat emosi. Namun setelah Aldo menenangkan Akhirnya mereka pun hanya bisa pasrah dan menyerahlan semua nya kepada hukum yg berlaku.


Pagi hari.


Amel sudah terbangun dari tidurnya. Ia merasakan tubuhnya seperti ada yg menindih. Ia pun melihat ke arah samping. Dan benar saja ternya Ada seorang pria yg tidur memeluknya


"Ahhhh" teriak Amel sambil nendang Aldo Hingga terjatuh.


Apa yg selanjutnya terjadi.....


Author gantung dulu yaaa


Besok di sambung lagi😊😊😊😊😊


Maaf, lama up😊😊😊


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2