
Samar-samar Amel mendengar suara yg mengusik tidurnya. Amel pun terbangun
"Mas......."dengan suara serak khas bangun tidur.
"Iya, sayang. Maaf, mas mengusik tidurmu" ujar Aldo lembut sambil mengelus pucuk kepala Amel.
"Hem."
"Ya sudah, tidur lah kembali"sambil bergegas meninggalkan Amel.
"Mau kemana? Aku lapar mas." ujarnya manja.
"Hem. Dasar manja. Ya sudah ayo ke dapur mas masakin sesuatu buat kamu" sambil mengecup pucuk kepala Amel dengan sayang.
Amel tak menjawab ia hanya tersenyum manis dan mengikuti langkah kaki Aldo.
Di dapur, dengan lihai Aldo memasak nasi goreng cumi kesukaan Amel, sementara Amel hanya duduk santai di kursi sambil memandang wajah tampan kekasihnya itu dari kejauhan. Cukup lama Aldo berkutan dengan panci dan alat dapur. Setelah semuanya siap, ia pun langsung menghidangkannya dan memberikan kepada sang pujaan hati.
"Wau mas. Bauknya enak sekali" ujar Amel sambil menerima piring yg Aldo sodorkan
"Pasti donk kan untuk orang yg spesial harus enak lah. Ya sudah habiskan gi, nanti keburu dingin" sambil membelai wajah Amel.
Amel hanya membalas dengan senyum termanis dan menyuap nasi ke mulutnya. Amel melahapnya hingga tandas. Setelah Amel selesai, Aldo lansung mengajak Amel pergi kepantai menikmat ombak dan sapaan angin pantai yg menyejukkkan hati. Mereka berjalan di pesisir pantai menikmati sapuan ombak yg sesekali menyapa kaki mereka. Keduanya saling bergandengan dan terlihat raut wajah bahagia dari keduanya.
Setelah cukup jauh berjalan mengintari pesisir pantai, akhirnya mereka memutuskan duduk di tepi pantai.
"Mas. Lihat lah. Bukan kah itu tempat terahir kita disini" ujar Amel lembut.
"Apa sayang, mas gak ngerti" ujar Aldo terkejut berharap jika Amel mengingat masa mereka bersama di pantai 5 tahun lalu.
"is,mas. Bisa biasa aja gak lihatnya. Maksud aku waktu itu kita ada tugas di Bandung kan mas mengajak aku kemari " ujar Amel menjelaskan
"Ooo,,itu" ujar Aldo lesu. Ia pikir Amel mengingatnya. Dimana ia dengan Agresif mengendong Mesi dan berucap kepada Rafa bahwa ia adalah kekasihnya. Padahal waktu itu ia bukan siapa-siapa Amel. Tapi dengan tidak tahu malunya ia berbicara seperti itu.
__ADS_1
Amel yg melihat Aldo melamun dan senyum-senyum sendiri,ia pun menepuk bahu Aldo."mas kenapa? Apa ada yg mengangu pikiran mas?" Tanya Amel memastikan.
Aldo menggeleng. "Ayo, sayang kita kesana " ujarnya lembut sambil membelai wajah Amel.
Amel tan ingin bertanya kembali perihal Aldo. Ia memilih tak ambil pusing dengan sikap kekasihnya itu. Ia memilih menikmati momen mereka berdua yg mungkin entah kapan mereka bisa berada disini lagi
Dari kejauhan terlihat seorang pria tengah mengamati gerak gerik mereka berdua. Ia menunggu waktu yg tepat untuk menjalankan rencanannya.
Ketika melihat ada kesempatan, ia pun langsung mengunakan waktu sebaik mungkin agar rencana mereka bisa berhasil. Dan hap secepat kilat rencana mereka bertiga berjalan lancar.
Amel terbangun dari pingsannya. Dengan kepala yg masih sedikit pusing, pandangan Amel langsung mengintari semua sudut ruangan yang ada si sana "Ah, apa yg sebenarnya terjadi? Dimna aku sekarang? "Teriaknya sambil memegang kepalanya yg sedikit sakit? Amel semakin takut ketika menyadari kaki dan tangan nya sudah terikat di kursi.
Amel semakin ketakutan ketika mendengar langkah kaki seseorang. Tubuhnya seketika bergetar dia sangat takut. Siapa sebenarnya mereka. Apa yg mereka inginkan. Segudang pertanyaan muncul dari pikirannya. Dan bagaimana ia bisa berada disini. Seketika ia mengingat kejadian sebelumnya.
Amel yg sedang asik duduk di tepi pantai sambil bermain pasir seorang diri. Sungguh ia sangat bahagia. Hatinya berbunga-bunga. Sebenarnya ia masih belum percaya dengan semua ini. Ia pun mencubit tangannya untuk memastikan apa semua ini mimpi. "aww" teriaknya. Ah ternyata semua ini nyata. Senyum selalu terukir di wajah nya. Ketika ia ingin berdiri, tiap-tiba dari belakang ada yg membekapnya. Lalu dalam sekejap, ia sudah tak sadarkan diri.
ketika mengingat perihal Aldo.
Seketika rasa cemas menjalar Keseliruh tubuhnya. Ia binggung bagai mana dengan Aldo. Apa kah Aldo akan mencarinya? Pasti Aldo sangat khawatir kepada nya. ia berharap jika Aldo akan menemukannya disini. Ia sangat takut. Ia binggung apa yg sebenarnya mereka inginkan.
Setelah dari toilet, Aldo langsung kembali menemui kekasihnya itu. Namun naas ia tidak menemukan siapa pun yg ada disana. Ia mencari ke seluruh sudut pantai dan tidak menemukannya. Ia semakin panik. Ia pun langsung bergegas kembali ke penginapan berharap Amel sudah berada disana. Dengan tergesa-gesa Aldo membuka pintu dan berteriak memanggil Amel. Sontak se isi rumah di buat bingung.
"Mel, Amel kamu dimna sayang?"teriaknya sambil berlari ke arah kamar Amel.
"Kamu kenapa Do? Kenapa kamu mencari Amel. BukannyaAmel bersamamu" tanya Verlita yg panik melihat raut wajah Aldo yg frustasi.
"Apa Amel belum pulang? " Tanya Aldo kembali.
"Belum. Ada apa ini Do tolong jelaskan" Ujar Silvi yang tak kalah panik
"Amel hilang. Aku kira Amel pulang" ujarnya lirih.
"Bagaimana bisa terjadi? Coba ceritakan pelan-pelan" Ujar Faris.
__ADS_1
"Begini bang. Tadi aku meninggalkan Amel sebentar ke toilet. Tapi setelah aku kembali, Amel sudah tidak ada. Aku sudah mencarinya keliling pantai. Tapi aku tak menemukannya. Aku kira Amel pulang makanya aku mencarinya kemari " jelas Aldo panjang lebar.
"Mas. Bagai mana ini" Ujar Verlita yg mulai terisak. Faris yg melihat istrinya mulai menangis ia pun memeluknya.
"Syut, tenanglah sayang. Kita pasti menemukannya" ujar Faris lembut.
Silvi pun mulai panik. mata mereka berdua mulai berkaca-kaca.
"Ya Allah. ujian apa lagi ini" ujar Silvi sambil terisak.
Toni yg melihat kekasihnya menangis ia pun langsung memeluknya berharap dapat memberikan ketenangan.
"Brak."Aldo menendang kursi yg berada di depannya.
"Tenanglah. Kalau kau seperti ini kita tidak akan menemukan solusinya. Sebentar, Bukankah Amel mbawa ponselnya? Dan bukan kah kau sudah memasang gps? Kenapa tidak kau lacak saja. Itu sangat mudah untuk kita menemukan keberadaannya" ujar Toni memberi solusi.
"Kau benar kak. Kenapa aku jadi bodoh seperti ini sih?" Ujarnya sambil mengacak-acak rambutnya dan segera mengecek ponselnya.
"Ah dapat kak. Lihatlah, ternyata Amel tidak jauh dari sini. Aku akan menjemputnya" ujar Aldo girang.
"Tunggu bukankah ini letaknya di hutan. Bagaimana Amel bisa berada di sana? Atau......????" Ujar Toni terpotong.
Seketika Aldo terkejut, raut wajahnya berubah pucat.
Maaf, lama upπππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
__ADS_1
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπππ