Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 73


__ADS_3

Shilvia.


Hari harinya kini terasa hampa. Walau ia memiliki kedua sahabat yang sangat menyayangi nya. Namun ia tahu, kedua sahabatnya memiliki kehidupan masing-masing.


Kini hari-harinya hanya ia sibuk kan dengan berkerja. Karna sudah terlalu lelah dan hari sudah beranjak sore, ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan ke pesisir pantai semoga dapat menghibur hatinya yang sedang terluka.


Walau sudah enam bulan berlalu sejak itu, Namun bayangan Toni ketika masih bersama selalu ada dalam ingatannya. Walau Toni sudah mengkhianati cintanya. Namun kenangan indah lebih banyak dan bisa menutupi semua yang menyakiti hatinya. Bodoh, ya. itu sebutan yang pantas buat Silvi.


Kini ia sudah berada di tepi pantai. ia duduk sambil bermain pasir dan ombak pantai yang bergemuruh. Ia tidak perduli jika pakaian nya kotor dan basah.. Yang ia pikirkan sekarang bagaimana ia dapat merasakan gembira seperti sedia kala.


Sedang asik melamu, tiba -tiba ada yang meng hampirinya.


"Hay" Ujar seorang gadis yang tersenyum kepadanya.


"Kamu" ujar shilvi terkejut.


"Ya, ini saya. Apa kamu masih mengingat saya" tanya gadis bule tersebut.


"Untuk apa.kau kemari? Sudah puas melihatku terpuruk seperti ini?" tanya shilvi sambil menahan emosi.


"Ini. Sebelum aku jelaskan semua nya, sebaiknya kau membacanya terlebih dahulu" Ujar gadis tersebut yang tak lain ia lah Milka yang shilvi tahu adalah selingkuhan Toni.


"Hem. Untuk apa aku membacanya. Bukankah semuanya sudah jelas " Tukas Shilvi.

__ADS_1


"Dengarkan" Ujar Milka terhenti.


"Semua tidak seperti yang kau pikirkan. Aku adalah sepupu Toni. Aku dan dia saudara. Saat Toni datang ke luar negri kemari, ia bukan untuk berbisnis, melainkan untuk pergi Berobat!" Jawab Milka yang mulai tersulut emosi.


"Berobat?" Ujar Silvi terkejut.


"Ya. Toni terkena kangker hati stadium akhir. Jika kau masih belum mempercayai nya silahkan kau buka surat tersebut dan jika masih juga belum percaya, buka lah file tersebut. Semoga kau mendengar apa kataku. Kalau begitu saya permisi" pamit Milka dan berlalu pergi.


Silvi hanya diam. Ia masih shok dan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Tapi ia juga penasaran apa sebenarnya isi surat tersebut.


Perlahan tapi pasti. Silvi pelan-pelan membuka surat tersebut.


"Bidadari ku"


" Maafkan aku. Jika kau sudah membaca suratku, itu artinya aku sudah pergi dari dunia ini. Sayang ku Harsilvia Puspita Sary. Maafkan aku yang telah melukai hatimu. Aku tak berniat menyakitimu. Aku sangat menyayangimu. Aku ingin sebelum aku pergi kau dapat melupakan ku dan mendapat pengantinku. Aku tahu cara yang aku lakukan sangat kejam dan terkesan egois. Percaya lah. Aku melakukannya demi kebaikanmu. Maafkan atas ke egoisanku terimakasi atas semua kebahagian yang kau berikan kepadaku sungguh semua adalah yang terindah yang selama ini aku dapatkan. Bahagialah bersamanya. Jalanmu masih panjang. Jangan pernah Melihat kebelakang. lihatlah terus kedepan. Dan jika kau merindukanku lihat lah ke atas lagi aku ada bersama bintang-bintang. Selamat tinggal Bidadari ku salam sayang dan Cintaku untukmu. I LOVE YOU


"Ahh, tidak " teriak Silvi histeris.


Ia menangis sejadi-jadinya.


Hingga ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Entah mengapa pelukan itu terasa sangat nyaman dan silvi mulai hilang kesadaran.


From Dika.

__ADS_1


Hari ini ia Meeting di restoran dekat pantai. Setelah meeting selesai, Dika bejanalan-jalan sebentar ketepi pantai. Dari kejauhan Napak seorang gadis yang sedang duduk di tepi pantai sambil membaca selembar kertas.


Dika seperti mengenal gadis tersebut. Setelah di amati dari dekat ternyata benar gadis itu tak lain ialah Silvi. Gadis yang mulai menggoyahkan Diding tembok yang sengaja Dika buat. Dika pun terhanyut dalam lamunan.


Hingga suara histeris menyadarkan nya. Dika yang terkejut, langsung mencari sumber suara. Setelah mengetahui ternyata ith Silvi, ia pun langsung lari dan memeluk sang gadis.


Benar saja, gadis itu langsung memeluknya dengan erat. Namun yang.membuatnya terheran, lama-kelamaan gadis.itu terdiam tanpa suara.


Dika pun langsung memastikan keadaan Silvi. Setelah memastikan keadaan Silvi, ia pun langsung mengambil file dan kertas yang Silvi pegang kemudian menyimpan ya di saku. Setelah itu ia langsung membawa Silvi pulang ke apartemen nya. Kebetulan apartemennya tidak jauh dari sini. Ia pun langsung membawanya ke sana.


Sesampai di apartemen, Dika langsung menghubungi dokter. tak lama dokter datang. Dika langsung meminta dokter memeriksanya.


Ada yang penasaran😊😊😊


tungguin. yaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Maaf, lama up dan sedikit😊😊😊. lain kali Author tambahπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu

__ADS_1


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


__ADS_2