Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 28


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat seorang wanita yang sedang tersenyum licik. "Ini kesempatan" Ujar wanita itu, Sambil berlalu mengikuti Amel.


Amel pun dengan santai berjalan menuju toilet. Cukup lama, Amel di sana. Setelah selesai menuntaskan kewajibannya ia keluar. Amel terkejut. Tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang. Amel pun langsung melihat siapa yg sudah menariknya. Betapa terkejutnya ia. Ternyata yang menariknya adalah wanita yg tempo hari datang ke kantor Aldo. "Siapa gadis itu sebenarnya?" Gumam Amel dalam hati. Sungguh ia sangat penasaran.


"Hay, kamu wanita ja***g. Berani sekali kamu datang kemari!" Teriak wanita itu sambil menekan kata-katanya.


"Siapa, kamu sebenarnya? Mengapa, kamu menggangguku?" Tanya Amel dengan raut wajah santai tanpa ada rasa takut sedikit pun.


"Apa...? Kamu tidak mengenalku? Dasar udik. Apa kamu tidak pernah membaca novel atau melihat siaran televisi? Apa mungkin kamu sangat miskin, makanya kamu tidak mengenaliku!" Tanya wanita itu dengan nada mengejek.


Amel pun tak menjawab. Dia hanya diam sambil memperhatikan apa yg wanita itu lakukan.


"Baiklah. Karena loe orang miskin dan udik, gue akan memberi tahu siap gue sebenarnya. Asal loe tau. Nama gue, Vikka Septian. Gue seorang model papan atas dan sudah internasional. Dengar ucapan gue baik-baik. Jauhi Aldo. Loe tidak Pantas bersamanya. Lihatlah siapa kamu dan siapa dia. Jangan mimpi di siang bolong. Jika loe masih mendekatinya, gue akan buat perhitungan dan loe bakalan menyesal." Ancam Vikka sambil menunjuk-nunjuk wajah Amel.


"Siapa, loe? Berani-beraninya memerintah gue?" Jawab Amel santai sambil menepis tangan Vikka.


"Berani, loe sama gue? Asal loe tau, gue sama Aldo sudah di jodoh kan. Jadi jauhi Aldo atau gue akan bertindak kasar!" Ucapnya kesal sambil menyekik leher Amel.


"Cuih. Jangan halu. Asal loe tau. Gue tunangan Aldo. Bangun, jangan bermimpi di siang bolong" Dengan senyum licik di bibirnya.


"Berani kamu!!" Bentak Vikka sambil mengeratkan cekikan nya. Spontan Amel langsung menarik tangan Vikka kemudian di pelintir lah, hingga sang empu kesakitan.


"Awww. Lepas, ja**ng. Berani sekali kamu!" Teriaknya sambil menahan rasa sakit.


"Dengar. Siapa sebenarnya yg ja**ng loe atau gue? Berhenti berhalusinasi, dan berhenti mengejar-ngejar orang yg tidak mencintaimu. Apa loe sudah tidak punya harga diri? sampai mengejar-ngejar pria yg jelas-jelas tidak mencintaimu" Ujarannya sambil mendorong Vikka hingga terjengkang.


"Awas, loe. Tunggu pembalasan ku!" Teriaknya sambil memegang bokongnya yg menghantam tembok.


"Silahkan. Gue tunggu" Ujarnya tersenyum licik sambil berlalu meninggalkan Vikka.


Sepergian Amel. Vikka sangat kesal dia tidak terima dengan perlakuan Amel. Ia pun langsung menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Cari tahu siapa gadis yg bernama Amel itu, dan beri dia pelajaran" Ujarnya sambil menekan tombol merah. Sungguh ia sangat kesal. "Lihat saja. Gue akan buat perhitungan" Ucapnya dengan senyum licik di bibirnya.


Berbeda dengan Amel. Ia tersenyum puas sudah berhasil memberi wanita itu pelajaran. Sungguh ia bingung dari mana sebenarnya ia mendapatkan keberanian. Padahal, awalnya ia takut. Namun, ini si luar dugaan. Sungguh hatinya puas.


Aldo.


Aldo merasa gelisah. Sudah hampir 30 menit Amel pergi ke toilet, tapi belum kembali juga. Ia pun merasa khawatir. Akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Amel.


Ia berjalan menuju toilet perempuan. Terlihat dari kejauhan, Vikka sedang mencekik leher Amel. Awal ia ingin membantunya. Namun, setelah melihat perlawanan Amel, Aldo pun mengurungkan niatnya. Akhirnya ia memilih memperhatikan mereka dari kejauhan.


Saat melihat Amel melawan Vikka bibir Aldo melengkung. Sungguh di luar dugaan. Aldo tidak menyangka jika Amel seberani itu. Aldo sangat bangga melihat perlawanan Amel. "Sungguh gadis yg unik" Gumamnya dalam hati. Setelah melihat Amel pergi meninggalkan Vikka, Buru-buru Aldo kembali ke tempat semula sebelum Amel mengetahuinya.


Aldo duduk di tempat semula dan pura-pura tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. "Sayang, dari mana saja kamu? Aku sampai berniat menjemputmu!" Tanya Aldo sambil menarik Amel duduk di seberangnya.


"Maaf, sayang. Biasalah urusan perempuan!" jawab Amel santai seolah tidak terjadi sesuatu. Padahal dalam hati Ia sangat kesal.


"Baiklah. Kalau sudah bersangkutan dengan masalah itu, no komen" Jawab Aldo santai seolah tidak mengetahui masalah apa pun.


"Bagaimana menurutmu Ver? Apakah kamu sependapat denganku?" Tanya Silvi memastikan.


"Benar. Tidak salah lagi. Bagaimana kalau kita ke sana?" Ajak Verlita sambil menarik tangan Silvi.


"Tunggu, sebaiknya jangan. Sebelum adik ipar mu memberitahu kebenaranya" Ujar Silvi sambil menahan Verlita.


"Mengapa seperti itu? Apa dia mengancam mu?" Tanya Verlita dengan sorot mata tajam.


"Bukan. Maksud aku, takut jika kita memaksa ke sana akan merusak rencananya. Kali ini saja,kamu dengarkan kata-kataku" Pinta Silvi sambil memasang muka melas nya.


"Baiklah, kali ini gue ngalah. Tapi kalau suatu saat gue lihat cewek itu, gue pastikan akan mengajaknya ke rumah mama Mery!" Ujarnya


lemas.

__ADS_1


"Oke. Terserah kamu saja" Jawab Silvi mengalah, ia malas jika harus terus meladeni Verlita.


Mereka pun terus memperhatikan Amel dan Aldo. Sepanjang acara Aldo tak membiarkan Amel jauh darinya. Apalagi di sana ada Rangga yg selalu memperhatikan Amel. Aldo sangat kesal. Namun ia menahan nya. Sebisa mungkin Aldo harus mengontrolnya, ia takut jika Amel akan membencinya. Kini Aldo hanya bisa mencari cela agar bisa mengajak Amel keluar dari acara tersebut. Sungguh ia tidak terima melihat pria lain menatap Amel seintens itu. Setelah memikirkan beberapa detik akhirnya ia mendapatkan ide yg cemerlang.


"Sayang, kita ke sana sebentar, ya? Ada yg harus aku ambil" Ajaknya sambil menggenggam tangan Amel.


"Sayang. Boleh gak kalau aku disini saja?" Ujar Amel sambil memasang pipi emesnya.


"Tidak. Lihatlah, para lelaki hidung belang itu menatapmu. Mereka seperti melihat santapan lezat" Ujar Aldo lirih di telinga Amel.


"Ah, sayang. Kamu jangan menakuti ku" Ujarnya sambil menatap di sekelilingnya. Benar saja hampir semua mata pria menatapnya.


"Baiklah. Aku ikut" Ujar Amel pasrah. Sementara Aldo hanya tersenyum licik. Sungguh hatinya sangat senang. Akhirnya tanpa paksaan, gadis itu mau menurut kepadanya.


Disinilah mereka sekarang. Di pinggir kolam yg tak jauh dari acara di mulai. Mereka pun berjalan beriringan. Saat ingin menuju bangku yg ada di tepi kolam, tiba-tiba henpon Aldo berdering. Aldo pun meminta izin kepada Amel untuk mengangkatnya.


Ketika Aldo pergi, Amel pun memandangi setiap sudut hotel. Iapun terpesona akan keindahan dan kemewahannya. Saat sedang Asik menikmati suasana, tiba-tiba Ada yg mendorong Amel.


Byurrr.


Amel pun terjatuh kedalam kolam. Naasnya lagi, Amel tidak bisa berenang.


Apa yg terjadi selanjutnya??


Maaf author gantung sebentarπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

__ADS_1


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2