Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 91


__ADS_3

"Hahaha. Bersiap lah. Ini akhir hidupmu wanita sialan" teriak Yeni sambil mengarahkan benda tajam ke arah Mesi.


"Tidak......" Teriak Aldo lantang.


Namun belum sempat Yeni meng g"res, terlihat dari belakang Ada bayangan seseorang. Aldo yang menyadari itu ia sedikit tenang. Sebab ia yakin seseorang itu akan menolongnya.


"Bukkkkk" Sura benda berbenturan. Dalam Sekejap Yeni pun terjatuh dan Tak sadarkan diri.


Aldo yang melihat pun langsung berlari menangkap sang istri. Sementara pria itu langsung mengamankan Yeni.


Ya, pria itu adalah Alif. Alif yang memang sengaja mengawasi pergerakan Yeni, ia sedikit curiga. Pasalnya wanita itu menuju ke apartemen Aldo.


Namun sial. Ia kehilangan jejak Yeni. Alif pun terus menyusuri setiap sudut apartemen. Saat mendengar teriakan Aldo, ia pun diam-diam mengendap-endap masuk melalui jendela apartemen Aldo, Yang tidak terkunci. Dan untungnya ia datang di waktu yang tepat. Saat Aldo melihat nya ia pun memberi isarat dari mata nya agar diam.


Setelah tepat berada di belakang Yeni, dan hap. ia pun langsung memukul punggung Yeni hingga tekapar.


Namun, Sialnya benda tajam itu sudah meng gores terlebih dahulu. Walau tidak terlalu dalam, nemun membuat kesadaran Mesi menghilang.


"Bang. Terimakasih" sambil tersenyum, lalu tal sadarkan diri.


"Sayang bangun lah" Teriak Aldo histeris.

__ADS_1


"Alif,cepat pangil Ambula Teriak Aldo" sambil mendekap Mesi


Tanpa.bertanya untuk yang kedua kali, Alif langsung menuruti perintah Aldo. Baru setelah itu, ia menghubungi polisi.


Karna jarak rumah sakit dan apartemen Aldo tidak terlalu jauh, tak butuh waktu lama untuk menunggu. Hanya butuh waktu sepuluh menit saja mereka sudah sampai.


Mesi pun langsung di bawa ke rumah sakit. Sementara Alif, ia masih menjaga Yeni, menunggu Polisi datang.


Setibannya di rumah sakit. Mesi pun langsung di bawa ke UGD. Aldo pun menunggu di luar dengan harap-harap cemas, 5 menit kemudian dokter pun keluar.


"Keluarga pasyen" Teriak dokter.


"Ya, dok. Saya suami nya " Ujar Aldo dengan nada cemas.


"Baiklah, dok. Lakukan yang terbaik"


"Pasti pak. Kami akan berusaha sebaik mungkin " Ujar dokter itu berlalu pergi.


Sementara Aldo langsung bergegas menuju kasir. Setelah berkas-berkas di tanda tangani. Ia pun kembali ke UGD.


Aldo pun bolak balik tak karuan. Mulutnya tak berhenti berdoa. Meminta kepada Allah semoga semua nya dapat selamat.

__ADS_1


Alif yang datang bersama ibu Mery dan Ayah herman pun langsung memeluk menantunya itu.


"Mah....maaf. Aku tidak dapat menjaga nya!" Ujar Aldo merasa bersalah dan dengan derai air mata.


"syut. Tidak nak. Ini semua sudah kehendak dari yang maha kuasa. Sebaik kau datang lah ke sana. Berdoa lah, minta pertongan kepadanya. Biar kita yang menjaga istrimu" Tukas mamah Mery sambil mengelus punggung menantunya.


Aldo yang mendengar ucapan Ibunya, langsung menggangukkan kepalannya. Ia langsung bergegas ke mushola yang berada di rumah sakit.


Aldo pun langsung mengambil air wudhu dan melakukan sholat ishak.


"Ya Allah. Aku mohon selamatkan mereka berdua. Hannya kepamu saya meminta. Dan hanya kepadamu hamba memohon pertolongan. " Bunyi doa Aldo dengan derai air mata.


Author gantung sebentar ya sayang😍😍😍😍


Besok di lanjutkan lagi😘😘😘😘😘


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.


Terimakasih semuannnya.

__ADS_1


Salam sayang dari saya


__ADS_2