Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 62


__ADS_3

Silvi pun yang mendengar, mau tidak mau ia menurut. Mereka pun saling pandang. Hingga suapan terahir, terdengar suara pintu yang terbuka.Kedua insan itu pun menghadap kearah suara.


Mereka berempat itu sontak terkejut melihat pemandangan di depannya. Namun sedetik kemudian, mereka menetralkan raut wajah nya.


Sebenarnya keempat orang itu bertanya-tanya dalam hati. Sementara Dika merutuki dirinya sendiri. Sebab ia bagai maling yang sedang tertangkap basah.


"Sudah selesai makannya?" tanya Mesi lembut dan tersenyum.


Silvi pun hanya mengangguk kan kepalannya.


"Karna non Mesi dan Non Verlita sudah datang, saya permisi mau pulang" Ujar Dika kikuk. Jujur saja. Hatinya kini tidak sedang baik-baik saja. Ia takut jika bosnya itu akan menghabisinya.


"Kamu, kenapa buru-buru Dik? "Tanya Faris dingin.


"Saya mau siap-siap kekantor pak. Saya takut terlambat" Ujar Dika yang berusaha menetralkan suaranya.


"Hari ini kamu bisa istirahat. Saya tahu dari semalam kamu tidak tidur. Pulanglah" kali ini suara Aldo yang menyahut.


"Hem. Baik lah pak. Kalau begitu saya permisi" pamit Dika, dan mulai melangkahkan kaki.


Mesi dan Verlita saling pandang. " loe harus jelasin ke kita." Ujar Mesi yang memiliki seribu pertanyaan.


"Hem" jawab Silvi lesu.


Sementara kedua pria itu hanya menjadi pendengar dan memilih duduk di shofa yang telah di sediakan.


"Jadi begini. Sepulang dari cafe kemaren, ada yang mengirimkan aku sebuah vidio. Akupun langsung membuka nya. Betapa shoknya aku saat Melihat Vidio tersebut. Ni kalian lihatlah sediri" sambil menyerahkan benda pipih miliknya.

__ADS_1


Mesi pun langsung.mengambilnya benda pipih tersebut dan melihat isi dari Vidio nya. Mata keduanya melotot. Seolah ingin keluar. Sementara kedua pria itu penasaran dengan isi isi vidio tersebut.


"Kurang ajar. Siapa yang mengirimnya" Tanya Verlita denga amarah yang berapa-api.


"Wanita itu yang mengirimnya. Dan Toni pun sudah mengakuinya. Apalgi ternyata selama ini aku sudah di manfaatkan " Ujar silvi sesuegukkan.


Aldo dan Faris yang penasaran pun langsung mengambil benda pipih tersebut. Saat melihat isi Vidio pun netra matanya saling berpandangan. Mereka seperti mengetahui sesuatu. Namun mereka berdua hanya diam tidak mau berkomentar apa pun.


Akhirnya Silvi menceritakan semuanya dan tentang kebangkurutan orang tuannya. Apa lagi butiknya dan apartemennya pun ikut terjual. Kini Silvi benar-benar terpuruk.


"Gue sudah gak tau lagi harus bagaimana. Gue seperti mati langkah" jelas Silvi lesu.


"Loe tenang saja. Gimna kalau loe kerja di kantor Abang?" tanya Mesi sambil Melirik ke arah suaminya.


"Boleh saja kalau kamu mau " ujar Aldo serius.


"Teimakasi sebelumnya. Mungkin kedepannya aku akan membuka jahitan dan menyewa toko kecil-kecilan. Lagian tabungaku masih ada. Nanti kalau kurang aku akan jual mobil" Ujar Silvi menunduk.


"Oh, iya Vie. Bagaimana loe bisa bertemu Dika. Dan tadi kok bisa kamu di suapin dia? Jangan-jangan" ujar Mesi terpotong.


"Gak usah mikir yang macam-macam. Dia kasihan lihat gue yang nelangsa kayak gini. Apa lagi gue babak belur. Lihat wajah gue jelek kayak gini makanya dia mau nemenin gue. Sebab tidak mungkin dia mau nemenin gue kalau bukan karna kasihan " jelas Silvi jutek.


"Hem gue kira" ujar Verlita tersenyum mengejek.


"Gak usah aneh-aneh. Nanti gue dikira ngerebut pacar orang" Ujar Silvi jutek.


"Pacarnya siapa? Lagian setahu gue mas Dika itu jomblo." Ujar Mesi ikut nimbrung.

__ADS_1


"Sudah gak usah bahas dia gak penting"Ujar Silvi yang kembali jutek.


Setelah menjenguk Silvi, mereka berempat pun langsung pulang. Kebetulan hari ini Aldo memutuskan tidak berkerja. Ja ia pun pulang bersama istri tercintanya.


Sampai do apartemen, Aldo langsung menuju kamarnya. Sementara Mesi pergi ke dapur. Setelah selesai Menganti pakaian dengan yang santai, Aldo pun langsung menghampiri istrinya.


Terlihat istrinya tercinta itu sedang memasak, Aldo pun langsung memeluk istrinya dari belakang. Mesi pun terkejut.


"Bang. Aku lagi masak nie, Lepasin " Ujar Mesi lirih.


"Gak mau sayang aku gak mau makan. Aku mau nya makan kamu" bisiknya di telinga Mesi.


Bulu kuduk Mesi berdiri. Dan seketika tubuhnya menegang. Aldo yang melihat respon istrinya pun, ia langsung mematikan kompor. Dan Langsung mengendong istrinya ala bridal style. Dengan ciuman di bibir mereka yang tidak terlepas.


Aldo pun menendang pintu kamarnya kemudian ia meletakkan istrinya di atas Ranjang kemudian menindihnya.


Ciuman semakin panas. D3s4h4n dari bibir Mesi mulai terdengar. Aldo pun semakin bersemangat. Dalam sejenak pakaian mereka sudah berhamburan. Kini mereka berdua tampak polos tanpa sehelai benang pun. Aldo melanjutkan aksi nya dengan liar. Jiwa perkasannya mulai meronta-ronta. Persatuan mulai terjadi. Setelah cukup lama Akhirnya mereka sampai di puncak kenikmatan.


Tubuh Aldo ambruk. Ia langsung memeluk istrinya dengan sayang. Merekapun akhir nya melewatkan waktu makan siang☺☺☺☺☺


Maaf, lama up dan sedikit😊😊😊. lain kali Author tambah😂😂😂😂


author lagi sibuk jualan bakso bakar😋😋😋


harap di mengerti🙏🙏🙏🙏


Terimakasih yg sudah sabar menunggu

__ADS_1


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nya😋😋😋😋


__ADS_2