Sang Pendekar Bloon

Sang Pendekar Bloon
30


__ADS_3

Sekujur tubuh kedua pemuda itu telah babak belur. Kulitnya terbeset-beset. Bagian wajahnya terkelupas, darah menetes-netes bercampur debu jalanan. Keadaan mereka benar-benar berada antara sadar dan tiada. Kuda terus berlari kencang.


Penunggangnya gadis berbaju ungu terus menggebraknya bagai kesetanan. Setelah memasuki kota Malaya, gadis ini memperlambat kecepatan kudanya. Bagi Mustika Jajar tidak sulit menemukan tempat kediaman saudagar Bergola Mungkur yang kaya raya itu. Ia memiliki rumah yang paling besar dan yang paling mewah di tengah-tengah kota tersebut.


Mustika Jajar memasuki alun-alun, lalu berbelok ke arah halaman yang cukup luas. Para begundal saudagar Bergola Mungkur langsung mengurungnya begitu melihat kehadiran gadis berbaju ungu ini. Sebaliknya Mustika Jajar dengan angkuh membentak.


"Menyingkir kalian! Aku datang kemari untuk menyerahkan dua perusuh pada majikanmu!"


Serentak mereka memandang pada dua tawanan yang pada bagian tangan dan kakinya terikat kuat. Sementara wajah mereka sudah tidak dapat dikenali karena luka-lukanya yang cukup parah.


"Siapakah mereka?" tanya kepala pengawal merasa curiga.


"Jangan banyak tanya! Panggil majikanmu, hanya padanya aku dapat menjelaskan siapa tawanan ini." dengus Mustika Jajar sengit.


"Tidak bisa!" kata pengawal itu kurang senang.


"Kalau begitu kau memang pantas mati!" Mustika Jajar menggeram. Ia angkat tangannya tinggi-tinggi. Pada saat itulah ia mendengar suara serak seseorang.


"Tahan...!"


Gadis baju ungu menurunkan tangannya, ia menoleh ke arah suara itu. Kini ia melihat seorang laki-laki berpakaian mewah datang menghampiri. Laki-laki itu berumur kurang lebih lima puluh tahun. Kumisnya tebal terpelihara rapi. Sekali lihat saja si gadis sudah dapat melihat inilah orangnya saudagar yang ingin ditemuinya itu.


Serta merta Mustika Jajar mengangguk penuh rasa hormat. Kemudian, senyum genitnya pun mengembang.


"Kalau tidak salah aku sedang berhadapan dengan saudagar Bergola Mungkur yang kaya raya."


Laki-laki berbaju hijau bersulam benang emas ini menganggukkan kepala. Tenggorokannya turun naik setelah melihat kecantikan gadis yang duduk di atas punggung kuda tersebut.


"Dugaanmu memang benar!" sahut saudagar.


"Ada gerangan apakah kau menemuiku?" tanya tuan rumah. Matanya yang ****** merayapi sekujur tubuh si gadis yang terbalut pakaian serba ungu yang ketat dan tembus pandang.


Sebaliknya Mustika Jajar malah menggerak-gerakkan tubuhnya, hingga membuat gelora birahi si saudagar terbangkitkan.


"Aku sengaja mencarimu untuk menyerahkan dua ekor ku nyuk yang hendak menghancurkan ladang emasmu di Bumi Ayu. Kuharap kau suka memberi upah lelah atas jerih payah ini!" kata gadis itu sambil mengedipkan matanya.


Sementara belasan pengawal yang sempat mengurung gadis berbaju ungu, kini telah membubarkan diri dan kembali berjaga-jaga di tempatnya masing-masing.


Bergola Mungkur telan ludah basahi bibir. Sungguhpun ia telah mempunyai tiga orang istri dan anak yang sudah dewasa. Namun sebagai laki-laki mata keranjang. Tentu saja ia tidak menyia-nyiakan kesempatan melihat gadis secantik Mustika Jajar. Apalagi tampaknya gadis berpakaian tipis itu memang memberi angin kepadanya.


"Mengenai hadiah kau tidak usah khawatir! Kau meminta pasti aku akan memberikannya padamu dalam jumlah yang tidak kau duga. Tapi aku mau tahu siapa dua pemuda yang kau seret itu?"

__ADS_1


"Hik hik hik...! Mereka menamakan dirinya sebagai Pendekar dari Kuningan. Beberapa hari yang lalu algojomu menculik pemuda-pemuda daerah itu. Itu sebabnya mereka sengaja datang ke Bumi Ayu untuk mengambil kembali pemuda-pemuda yang diculik oleh anak buahmu."


"Puah... kepandaian hanya seujung kuku. Mereka benar-benar mencari penyakit bila bermaksud merusak pencarian orang lain. Jika kau memang berada di pihakku. Kuharap sekarang juga kau mau membunuhnya!"


Sebagai Iblis Betina Dari Neraka, tentu saja Mustika Jajar dengan senang melakukan tugas yang diberikan oleh saudagar Bergola Mungkur.


"Jika aku telah membawanya kemari. Membunuh manusia-manusia seperti kecoa ini bukan merupakan pekerjaan yang sulit!" Mustika Jajar kemudian melompat dari atas punggung kudanya. Setelah itu ia mendekati Sapala dan Panji. Dengan mengandalkan tiga perempat dari seluruh tenaga dalam yang dimilikinya tangan Mustika Jajar tiba-tiba menghantam dua kali.


"Praak!"


"Praak!"


Darah bercampur otak muncrat dari bagian kepala Panji dan Sapala yang terkena hantaman tangan si gadis.


Tewaslah keduanya seketika tanpa sempat menyadari apa yang terjadi pada dirinya.


Mustika Jajar bangkit berdiri. Seraya membalikkan tubuhnya dan menghadap langsung pada Bergola Mungkur.


"Bagaimana apakah kau puas?"


"Ha ha ha...! Tentu saja aku merasa senang. Kau memang pantas menjadi salah seorang tangan kananku menggantikan dua orang lainnya yang telah mati!"


"Bukan saja hanya menjadi tangan kanan, aku dapat memberimu kebahagiaan yang tidak pernah diberikan oleh orang lain!" Bergola Mungkur telan ludah. Matanya belingsatan memandangi Mustika Jajar seakan tidak pernah mengenal rasa bosan.


Iblis Betina Dari Neraka memasuki sebuah ruangan yang cukup


luas. Di dalam ruangan itu telah terhidang berbagai jenis makanan yang lezat-lezat. Di samping itu tersedia pula beberapa guci arak yang harum baunya.


"Hmm, rumah ini sangat mewah sekali!" kata gadis itu sambil menuangkan kendi arak pada sebuah cawan yang cukup cantik.


"Kalau kau suka, eeh... siapa namamu...?"


"Panggil saja Mustika." kata gadis itu, lalu meneguk araknya.


"Ah... namamu secantik dan seindah orangnya," Bergola Mungkur memuji.


"Kalau kau merasa namaku cocok. Mudah-mudahan saja kita selalu cocok dalam banyak hal," Mustika Jajar mengedipkan matanya. Sehingga membuat jantung si saudagar berdetak keras dan klepek-klepek. Seraya kemudian berpindah tempat duduk. Begitu dekat dengan si gadis, ia langsung dapat merasakan bau harum tubuh Mustika Jajar.


Mustika Jajar meneguk araknya kembali. Wajahnya yang cantik mulai berubah kemerah-merahan. Tatapan matanya juga berubah sayu. Tidak lama kemudian tanpa mengenal malu, gadis berbaju ungu ini menyandarkan kepalanya di bahu sang saudagar. Laki-laki itu tentu saja tidak menampik, ia seperti mendapat durian runtuh. Tangannya dengan berani bahkan mulai menggerayangi dada si gadis.


"Untuk sentuhan-sentuhan yang kau berikan, kau harus membayarnya dengan sekantung emas" desah gadis tersebut seperti orang mengigau.

__ADS_1


"Eeee... jangan khawatir. Aku bahkan akan memberimu lima kantung emas bila kau mau memenuhi permintaanku...!" ucap Bergola Mungkur dengan suara bergetar.


Mata Mustika Jajar yang setengah terpejam itu terbuka lebar. Namun ia masih belum juga menarik kepalanya dari bahu sang saudagar.


"Apakah syaratmu? Apakah kau bermaksud mengajakku bersenang-senang?" tanya Iblis Betina Dari Neraka tersenyum sinis.


Baginya lima kantung emas bukan jumlah yang sedikit. Namun untuk memberikan kesuciannya pada laki-laki tua semacam saudagar Bergola Mungkur, tentu saja ia harus berpikir seribu kali. Kalau sekedar pegang-pegang saja tidak apalah. Batinnya.


"Bagiku bersenang-senang jika kau mau, jika tidak mau tak akan kumemaksa." ujar laki-laki di sampingnya.


Rupanya saudagar Bergola sadar, bahwa gadis ini tidak dapat dibuat main-main. Terlebih-lebih setelah melihat kehebatannya di halaman tadi. Namun jika ia dapat memanfaatkan tenaganya. Tentu kedudukannya sebagai orang kaya tidak akan terusik oleh orang lain.


"Lalu apa permintanmu yang lain?" tanya si gadis.


Ia tetap membiarkan dadanya digerayangi oleh lawan bicaranya. Hanya sesekali saja rintihannya terdengar. Terlebih-lebih bila remasan tangan Bergola Mungkur terasa lebih keras. Karena saudagar itu tidak kunjung menjawab. Akhirnya ia menyentakkan tangan si laki-laki dari dadanya yang setengah terbuka.


"Katakan apa permintaanmu, agar aku bisa mendapatkan lima kantung emas darimu?" desah Iblis Betina Dari Neraka serius.


Sebelum menjawab, Bergola Mungkur meneguk araknya.


"Jika kau dapat mengambil patung marmar yang indah dari tangan Pematung Kelana dan menyerahkannya padaku. Lima kantung emas siap menunggu sebagai imbalan...!" kata sang saudagar.


Kemudian dengan singkat ia menceritakan apa yang pernah terjadi pada dirinya dan nasib tragis yang menimpa anak buahnya. Dengan seksama, Iblis Betina Dari Neraka ini mendengarkannya.


"Dua kantung emas bukan sedikit! Adalah sangat sombong jika Pematung Kelana menolak tawaranmu, bahkan malah meminta nyawa dua tangan kananmu!" timpal si gadis setelah selesai mendengar penjelasan sang saudagar.


"Memang Pematung Kelana manusia congkak! Bukan itu saja, ia malah menghinaku. Jika kau berhasil merampas patung marmar berikut nyawa pematung tua itu. Maka aku akan menambah satu kantung emas lagi!"


"Hik hik hik...! Kuterima tawaranmu. Aku ingin berangkat secepatnya!" Mustika Jajar bangkit berdiri. Tapi Bergola Mungkur cepat mencegah.


"Tunggu! Sebaiknya kau menginap dulu di sini barang semalam, kau habis menempuh perjalanan yang sangat jauh. Tentu kau sangat lelah."


"Tidak usah khawatir. Aku tahu keinginanmu, mungkin di suatu saat aku dapat memperlihatkan keindahan tubuhku di depanmu. Tapi kau tidak mungkin dapat memilikinya di luar batas memegang dan menyentuh. Terkecuali aku dengan suka rela mau melakukannya!" kata si gadis sambil tersenyum genit.


Wajah Bergola berubah memerah. Tapi hanya sebentar saja, dilain saat ia telah berubah seperti biasa kembali.


"Baiklah kalau itu maumu! Hadiah emas untukmu telah menunggu di sini, jika telah berhasil memboyong patung mar-mar itu ke sini!" Bergola Mungkur mengingatkan.


Iblis Betina tersenyum. Seraya melambaikan tangan lalu menghilang dari pandangan sang saudagar.


Di halaman depan Bergola Mungkur masih sempat mendengar suara langkah kuda bergerak menjauhi rumahnya yang megah.

__ADS_1


"Andai saja aku dapat memiliki tubuhnya!" Sang saudagar berangan-angan.


"Tentu bukan perlindungan saja yang kudapat dari gadis itu. Tapi juga kehangatan dari gadis yang masih muda-muda!" Bergola Mungkur menelan ludah. Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa pahit.


__ADS_2