
"Kedua tawanan kita meloloskan diri, Junjunganku!" Lapor Perkasa begitu kembali dari dalam ruangan bawah tanah.
Mustika Jajar alias Iblis Betina Dari Neraka jelas tampak terkejut sekali. Ia sama sekali tidak menyangka Pendekar Blo'on dan Wiro Suryo dapat meloloskan diri.
"Bagaimana hal itu dapat terjadi, kekasihku? Kita telah menjebak mereka. Jangankan manusia, seekor tikus pun tidak mungkin dapat meloloskan diri!" desis Mustika Jajar sengit.
"Ada sebuah lubang besar dekat saluran air. Lubang itu pasti mereka yang membuatnya. Lubang itu cukup besar, jangankan tikus. **** pun pasti dapat meloloskan diri!" jelas Perkasa.
"Kau sudah mencarinya, kekasihku?" tanya si gadis.
"Sudah! Orang to lol dan orang pendek tidak ada di situ!"
"Kalau begitu kita harus segera bertindak. Kita harus membangkitkan orang-orang yang sudah mati untuk menjadi anak buah kita! Setelah itu kita kumpulkan orang-orang yang memiliki kepandaian tinggi untuk membantu kita. Pendekar Blo'on itu adalah murid sekaligus cucu Malaikat Berambut Api. Guruku telah memberi perintah padaku untuk membunuh pemuda itu dan juga Malaikat Berambut Api. Kau tahu Perkasa... mata guruku menjadi buta karena perbuatan Malaikat Berambut Api. Untuk menghadapi kedua manusia kep arat itu sekaligus, kita harus mempunyai kekuatan yang sangat besar!" tegas Iblis Betina Dari Neraka.
Perkasa belum sempat menanggapi ucapan majikannya. Ketika tampak seorang laki-laki dengan langkah terhuyung-huyung bergerak mendatangi.
"Wiku Palawa...!?" desis Mustika Jajar terkejut.
Seperti d ketahui dalam episode sebelumnya Wiku Palawa sempat tidak sadarkan diri karena mendapat serangan telak dari Wiro Suryo. Sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka, bahkan wajah laki-laki bersenjata Tongkat Maut itu juga hancur.
"Apa yang terjadi dengan dirimu, Wiku? Wajahmu hancur, siapa yang telah melakukannya?"
"Maafkan aku ketua. Wajahku menjadi begini karena perbuatan Wiro Suryo. Manusia super pendek sahabatnya pemuda tol ol itu!" dengus Wiku Palawa sengit.
"Tidak usah khawatir. Aku dapat mengembalikan wajahmu yang rusak itu menjadi seperti sediakala. Tetapi kau harus menjalankan tugas dahulu. Setelah tugasmu selesai. Maka obat penyembuhan itu akan kau dapatkan dariku!" tegas Mustika Jajar.
Wiku Palawa sadar betul ketuanya memiliki kesaktian yang sulit tertandingi. Jika patung batu buatan Pematung Kelana dapat dihidupkan menjadi manusia. Mengobati luka-lukanya tentu tidak akan sulit! pikirnya.
"Ketua apakah engkau tidak menyembuhkan aku sekarang juga?" tanya sang Wiku pelan.
"Hik hik hik...! Aku ketua di sini, kau tidak berhak memerintahku! Sekarang kau kerjakan apa yang menjadi tugasmu!" tegas Mustika Jajar serius.
Wiku Palawa mana berani membantah. Walaupun hancur dan menimbulkan rasa perih bukan main. Akhirnya ia bangkit berdiri dan bermaksud segera pergi. Tetapi....
"Tunggu dulu, Wiku. Kita akan pindah ke Bukit Cadas Siluman. Kalau kau nanti dapat mengumpulkan anggota baru, maka bawalah ke Bukit Cadas Siluman. Sekarang kau bawalah ini! Gunanya adalah untuk membuat musuh-musuhmu pingsan dalam beberapa waktu lamanya. Bila musuhmu sudah pingsan. Tentu akan mudah bagimu melaksanakan tugas!" ujar gadis cantik berpakaian ketat tersebut. Ia kemudian menyerahkan sepuluh benda bulat berwarna hitam. Benda sebesar kepalan tangan ini segera dimasukkan di balik bajunya.
"Ingat, Wiku. Pada saat engkau melemparkan benda-benda ini. Maka kau harus menutup indera penciumanmu!" tegas Mustika Jajar.
Wiku Palawa menganggukkan kepala. Setelah itu ia segera meninggalkan Mustika Jajar dan pengawal pribadi merangkap kekasihnya di tempat itu. Setelah Wiku Palawa sudah tidak terlihat lagi. Maka Mustika Jajar segera berpaling pada Perkasa.
"Kau tahu kuburan terdekat dengan tempat kita ini, kekasihku?" tanya si gadis dengan manja.
"Tentu saja tahu, Junjunganku." sahut Perkasa.
"Mari kita ke sana!" ajak Betina Dari Neraka.
Keduanya berjalan beriringan menuju ke kuburan terdekat.
Kuburan yang sangat luas tersebut terletak di tengah-tengah hutan belantara. Tempatnya tidak terurus dan ditumbuhi semak belukar. Ketika itu hari sudah menjelang senja. Suasana di sekelilingnya mulai bertambah gelap. Sesekali terdengar suara lolongan serigala hutan. Burung-burung hantu mengepakkan sayapnya, kemudian terbang menjauh. Seakan tidak sudi melihat apa yang akan terjadi di tempat itu.
Tidak lama kemudian di tanah pekuburan itu muncul seorang gadis cantik memakai baju warna ungu. Pakaiannya ketat tembus pandang. Sehingga bagian-bagian auratnya yang seharusnya dilindungi malah terlihat bertonjolan dengan jelas. Di samping gadis itu tampak pula seorang pemuda berbadan kekar, tegap. Dadanya bidang ditumbuhi bulu-bulu halus. Ia hanya memakai cawat. Wajahnya tampan dan rambutnya agak panjang. Dialah Perkasa dan Mustika Jajar. Gadis yang mempunyai seribu ambisi dan selalu haus dengan permainan asmara.
"Kurasa ada seratus kubur di sini. Orang-orang yang telah mati akan menjadi berguna bila kita mampu membangkitkan mereka seperti sediakala." desis Iblis Betina Dari Neraka.
"Bagaimana caranya, Junjunganku?" tanya Perkasa.
__ADS_1
Pemuda yang cuma memakai cawat ini mengerutkan keningnya.
"Caranya...? Hik hik hik...! Aku punya ilmu Pembangkit Mayat. Dengan permainan cinta dan tentu saja atas kuasa iblis kita dapat membangkitkan mereka!" sahut si gadis disertai tawa mengikik macam setan.
"Aku kurang mengerti apa maksudmu?" ucap Perkasa berterus terang.
"Hi hi hi...! Kau memang selalu tidak mengerti, kekasihku! Tetapi aku tetap mencintaimu. Cinta luar dalam, terlebih-lebih pada bagian luar itu. Hmm, kau benar-benar sangat luar biasa!" puji Mustika Jajar. Matanya yang genit mengerling nakal. Lalu ia tersenyum pula, senyuman yang selalu mendebarkan hati.
"Sekarang duduklah... jangan pernah bicara apa-apa. Karena aku akan membaca mantra-mantra permulaan." pesan si gadis serius,
Perkasa seperti mo nyet kudisan hanya mengangguk sambil menggaruk-garuk kepalanya. Setelah Perkasa duduk, maka gadis baju ungu juga ikut duduk dengan bertumpu pada kedua kakinya. Kemudian tanpa disangka-sangka Iblis Betina Dari Neraka menyentuh kancing-kancing bajunya. Barulah kancing-kancing itu dibukanya satu persatu. Perkasa walaupun sudah berulangkali bergumul dengan gadis ini. Namun sekarang ketika melihat dada si gadis yang putih menantang itu ia jadi ingin meremasnya, ******* atau mendekapnya. Namun ia tidak mungkin berani bertindak gegabah tanpa perintah Mustika Jajar.
Setelah melepas habis seluruh penutup dadanya. Maka gadis itu tanpa malu-malu lagi segera melepas seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya. Sehingga di lain waktu ia benar-benar dalam keadaan telan jang.
Perkasa memandangi semua ini dengan sorot mata tidak berkedip. Mustika Jajar adalah gadis yang sangat sempurna, pinggulnya ramping auratnya menonjol dan dadanya tegak menantang. Sayangnya ia adalah budak iblis yang salah kaprah dalam menentukan hidup. Perkasa sendiri merasa darahnya seperti panas terbakar, gelora di jiwanya tidak tertahankan lagi. Pada saat itulah terdengar suara lembut dari bibir si gadis yang setengah terbuka....
Dalam kesendirianmu di alam Baka
Jasad terbujur tersia-sia
Rohmu tersiksa karena didera
Sampai kiamat di dunia nyata
Lebih enak di alam dunia
Kesenangan di dapat dengan suka cita
Lebih enak lagi sorga dunia
Hei...
Para jasad dan roh yang merana
Dari pada berkubur di alam sana
Lebih baik kembali ke alam nyata
Iblis pembangkit raja segala
Mari bercinta dengan sukarela
Bangkit... Dan bangkitlah....
Berkat kuat pembangkit jenazah,..!!
Sekejab setelah suara Mustika Jajar lenyap. Maka secara tiba-tiba angin berhembus dengan hebatnya. Hembusan angin itu disertai dengan gelegar suara petir sambung menyambung tiada henti. Pohon-pohon di sekeliling tanah pekuburan bertumbangan sehingga menimbulkan suasana yang mencekam. Alam seakan menjadi murka. Hujan turun dengan deras seperti tercurah dari langit.
"Perkasa... sudah waktunya kita bercinta untuk menarik perhatian mereka...!" ucap Betina Dari Neraka.
Hanya beberapa saat setelah itu mereka di tengah-tengah derasnya hujan tampak saling rangkul dan berpelukan. Perkasa dengan rakusnya menjilati setiap keindahan di tubuh Mustika Jajar. Sehingga membuat gadis itu menggelinjang, merintih sambil tetap memeluk lawan jenisnya dengan erat. Dalam kesempatan itu tanah di setiap pekuburan bergetar hebat. Kemudian terjadi keretakan disana-sini disertai suara aneh seperti rintihan.
Sementara itu tanpa menghiraukan derasnya hujan. Kedua sosok tubuh berlainan jenis ini telah berguling-guling ke tanah. Nafsu setan tampaknya memang sudah menguasai jiwa mereka. Mustika Jajar bahkan mulai merentangkan kedua paha yang putih mulus itu selebar-lebarnya. Sementara tangan kirinya telah bergerak liar ke bagian bawah perut Perkasa yang menegang.
"Aukh... ookh... aakh...!" gadis itu merintih-rintih.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu tubuh bagian bawah mereka pun telah menyatu. Saat diri Perkasa memasuki Mustika Jajar. Ketika itu pula terlihat sinar putih memancar dari tubuh mereka. Sinar itu menerangi seluruh tanah pekuburan. Secara perlahan muncul tangan-tangan berlendir penuh darah. Tangan-tangan tersebut mencuat ke permukaan tanah di susul dengan bagian-bagian tubuh lainnya.
Sementara Perkasa terus bergerak teratur di atas tubuh Mustika Jajar. Sampai akhirnya terdengar suara lenguh panjang dari bibir keduanya. Itulah puncak kenikmatan dari seluruh pendakian yang mereka lakukan.
"Auuckh... kau tetap hebat Perkasa...!" desis si gadis sambil mempererat pelukannya.
"Hemm." Perkasa menggumam tidak jelas.
Sedangkan raga mereka tetap dibiarkan menyatu untuk beberapa saat lamanya.
"Biarkan kita begini, kekasihku. Aku ingin melihat apakah ilmu Pembangkit Mayat masih dapat bekerja dengan baik...!" ucap si gadis lirih.
"Auk... kroaakh...!"
Tiba-tiba saja terdengar suara-suara di sekeliling mereka. Selanjutnya terdengar suara yang lebih jelas lagi....
"Ladalah... kita hidup lagi... bagaimana ini... siapa yang menghidupkan kita...?!"
Mustika Jajar segera bangkit berdiri. Ia menyambar pakaiannya yang berserakan dan basah oleh air hujan. Ia mengenakan pakaiannya kembali. Sedangkan Perkasa segera memakai cawatnya yang dibuka oleh kekasihnya tadi.
"Lihat Perkasa! Kita berhasil!" seru si gadis.
Mayat-mayat yang baru bangkit dari kubur tersebut kebanyakan di antaranya hanya tinggal tulang belulang. Hanya sebagian di antara yang mempunyai Ilmu Karang saja yang masih utuh. Mereka segera berkumpul di tengah-tengah tanah pekuburan itu.
"Kepada kalian semuanya, aku adalah majikan kalian sekaligus sebagai ketua yang bertanggung jawab. Karena akulah yang telah membuat kalian hidup lagi!" seru Iblis Betina Dari Neraka lantang. Sementara itu hujan sudah mulai reda.
"Kroakh... bagaimana bisa begitu?" protes salah satu mayat yang mempunyai rambut panjang dan kuku melingkar di tubuhnya.
"Atas bantuan iblis kalian hidup. Bagi yang tidak mau hidup silahkan kembali ke liang kubur."
"Kami tidak mau kembali ke kubur. Disana sangat sunyi, panas dan di siksa melulu! Kami ingin ikut dengan kau!" seru mayat-mayat hidup tersebut hampir serentak.
"Kalau itu keinginan kalian. Maka mulai saat ini harus menurut dan patuh kepadaku! Ingat setiap musuhku adalah musuh kalian juga. Karena itu harus dibunuh!" tegas si gadis lagi.
"Kami mengerti dan selalu mematuhi perintahmu, Junjungan!" sahut mayat-mayat
hidup tersebut. Lalu mereka seperti dikomando langsung menghaturkan sembah. Sehingga Betina Dari Neraka menjadi girang.
"Kau lihat Perkasa! Sekarang kita mempunyai kekuatan yang dapat diandalkan. Mulai saat ini aku ingin mengutusmu untuk membantu Wiku Palawa dalam mencari anggota baru!"
"Jadi aku harus meninggalkanmu?!" tanya Perkasa seakan ragu-ragu.
"Kau tidak perlu cemburu atau khawatir aku menyeleweng. Tubuhku dan cintaku hanya milikmu, mengertikah kau...?"
"Aku mengerti Junjunganku!" sahut Perkasa.
"Aku akan membawa mayat-mayat hidup ini ke Bukit Cadas Siluman. Jika kau kembali, maka kembalilah ke bukit itu. Karena disanalah kita akan memulai segala sesuatunya!" tegas Mustika Jajar.
"Baiklah, aku mohon pamit dulu!" kata Perkasa. Kemudian pemuda yang cuma memakai cawat tersebut dengan langkah-langkahnya yang kaku segera meninggalkan majikannya.
"Hemm, aku beruntung mendapatkan dia. Perkasa tidak pernah lelah melayani keinginanku yang satu itu." pikir Betina Dari Neraka sambil tersenyum manis. Tidak lama ia segera berpaling pada mayat-mayat hidup di depannya.
"Sekarang kalian ikuti aku kemanapun majikanmu ini pergi!" perintah Mustika Jajar.
Benar saja ketika Mustika Jajar bergerak meninggalkan tanah pekuburan tersebut. Maka mayat-mayat hidup tersebut langsung mengikutinya. Di sepanjang perjalanan menuju Bukit Cadas Siluman. Bau busuk tercium dengan nyata. Namun tampaknya si gadis sudah mulai terbiasa dengan bau-bauan seperti ini.
__ADS_1