Sang Pendekar Bloon

Sang Pendekar Bloon
33


__ADS_3

Mustika Jajar terus memanggul patung mar-mar di bahunya. Sesekali ia berhenti, beberapa saat lamanya ia memperhatikan suasana di sekelilingnya. Merasa perjalanan dalam keadaan aman-aman saja, maka Iblis Betina Dari Neraka ini melanjutkan perjalanannya kembali. Ketika ia menuruni lereng bukit tiba-tiba terdengar derap langkah kuda dari arah depannya.


Gadis cantik berpakaian tembus pandang ini memandang ke depan sekilas saja. Kemudian meludah dan lanjutkan perjalanannya kembali.


"Berhenti!" bentak sebuah suara.


Yang membentak barusan adalah salah seorang dari dua penunggang kuda memakai baju warna kuning. Tampang mereka tidak ramah, wajahnya ditumbuhi dengan cambang bawuk lebat tidak terurus. Di bagian pinggang kedualaki-laki tergantung sebuah pedang pendek berwarna kuning.


Mustika Jajar turunkan patung besar dari bahunya. Ketika melihat kedua laki-laki berbaju kuning itu ia kembali meludah. Sementara kedua laki-laki penunggang kuda berbulu coklat tampak leletkan lidah basahi bibir.


Seorang gadis cantik berwajah jelita ada di pinggir hutan seorang diri. Pakaiannya yang tembus pandang menimbulkan gairah yang begitu menggebu.


"Sudah hampir setahun ini kita tidak pernah bertemu dengan perempuan. Rupanya hari ini kita mendapat rezeki yang sangat besar. Lihatlah dari bayangannya saja tampak bukit-bukit yang indah. Seandainya bisa kuraih, hemm...!"


"Benar Kakang... selama ini yang kita lihat monyet betina, gajah betina, beruang betina. Dan yang betul-betul perempuan baru yang ini saja Kakang.'" kata yang berbadan pendek menyahuti.


"Kalau kau kebagian sisaku apa mau, Adikku?"


"Ha ha ha....! Sisanya juga enak Kakang. Aku mau saja walau sisamu yang ke sepuluh kalinya!"


Wajah Mustika Jajar seketika tampak berubah memerah. Ia tahu benar arah pembicaraan kedua laki-laki berbaju kuning tersebut. Tetapi di lain waktu wajah gadis itu tersenyum memikat. Malah ia usap-usap dadanya yang tampak membusung. Sehingga membuat kedua laki-laki ini jadi belingsatan.


"Kalian siapa?" tanya Iblis Betina Dari Neraka.


"Ha ha ha...! Ternyata kau adalah seorang gadis yang sangat ramah. Kami berdua adalah Iblis Kuning yang menguasai daerah ini. Tentu kau tidak keberatan bila kami mengajakmu bergabung. Jangan khawatir, hidupmu pasti terjamin, karena kami mempunyai harta yang sangat besar jumlahnya." kata yang berbadan pendek, lalu memelintir kumisnya yang tebal.


Mustika Jajar tersenyum, setiap senyumnya membuat jantung kedua laki-laki itu berdetak kencang.


"Hi hi hi...! Begitu? Apakah aku harus menjadi isteri kalian atau hanya sekedar sebagai pemuas nafsu?" tantang si gadis,


"Tentu saja menjadi isteri kami?" sahut yang jangkung. Ia melangkah mendekati si gadis.


"Kalau aku harus memilih, maka aku hanya bisa menjadi isteri salah seorang dari kalian. Selain itu kalian juga harus bertarung, siapa yang keluar sebagai pemenangnya. Maka orang itulah yang berhak mendapatkan tubuhku!"


Kedua Iblis Kuning saling pandang. Rasanya mustahil mereka saling serang sesama mereka sendiri. Sebab mereka masih punya hubungan darah.

__ADS_1


"Kami tidak bisa memenuhi permintaanmu!" sergah yang berbadan pendek.


"Mengapa? Sarat untuk mendapatkan diriku hanyalah dengan bertarung antara kau dan kawanmu itu. Kalau tidak siapa sudi? Sebab aku tidak tahu siapa yang paling hebat di antara kalian jika telah berada di atas ranjang...!"


"Kami tidak mau."


"Kalau kalian tidak mau bertarung aku pun tidak sudi menjadi isteri kalian!" dengus Mustika Jajar.


"Kau boleh tidak mau, tapi patung bagus itu harus kau serahkan pada kami...!" tegas si jangkung.


"Hik hik hik...! Patung ini tidak akan kuberikan pada siapa pun. Saudagar Bergola Mungkur hendak menukar patung ini dengan tiga kantung emas. Itu pun tidak kuberikan!. Apalagi cuma kalian yang memintanya. Tentu kalian hanya akan membuang nyawa secara sia-sia!"


Kedua Iblis Kuning tampak marah sekali melihat gadis di depan mereka terlalu memandang rendah. Yang berbadan pendek tiba-tiba saja melompat ke depan. Tangannya terpentang meluncur ke arah dada. Tujuannya adalah meremas bukit kembar milik si gadis yang tegak menantang itu. Akan tetapi tiba-tiba saja


"Tes!"


"Aaaa...!"


Iblis Pendek menjerit keras. Tubuhnya terpelanting, ketika ia melihat ke bagian tangannya. Maka tangan tersebut telah bengkak membiru.Mustika Jajar tergelak-gelak.


Yang berbadan jangkung melompat ke depan, iblis berbadan pendek bangkit berdiri. Lalu keduanya secara bersamaan melakukan penyerangan ke arah lawannya. Serangan yang mereka lakukan tidak main-main lagi, bahkan di saat itu kedua Iblis Kuning telah mengerahkan jurus 'Mengusir Kabut Dalam Badai'. Ini merupakan jurus andalan yang mereka miliki. Begitu tubuh dan tangan mereka berkiblat, maka terasa adanya sambaran angin yang sangat keras menampar wajah sang gadis. Mustika Jajar cepat menundukkan kepala. Laksana kilat masih dalam keadaan tertunduk itu ia melepaskan tendangan berputar.


"Duk! Duk!"


"Hegkh...!"


Kedua Iblis Kuning terhuyung ke belakang. Dada mereka yang kena tendangan itu langsung berubah membiru.


"Hek... kepa rat kau iblis betina...!" desis salah seorang di antara mereka. Lalu....


"Sring! Sring!"


Mereka langsung mencabut pedang pendek yang tergantung di pinggang. Setelah itu laksana kesetanan mereka memutar pedang di tangan dengan kekuatan berlipat ganda.


"Wut!"

__ADS_1


Begitu tubuh mereka menerjang ke arah si gadis. Maka pedang di tangan mereka menusuk enam jalan kematian lawannya. Mustika Jajar tidak menjadi keder dibuatnya. Ia menggeser langkahnya ke belakang sebanyak dua langkah. Setelah itu tangannya menghantam ke arah lawan-lawannya dengan kecepatan sulit diikuti mata.


"Wusss!"


Dua larik sinar membeset udara. Merasakan adanya hawa dingin menderu ke arah mereka. Maka dua Iblis Kuning terpaksa menarik serangan dan memutar senjata untuk melindungi diri.


Namun pukulan yang dilepaskan oleh Mustika Jajar tadi seakan tidak dapat mereka patahkan. Malah tubuh mereka seperti didorong oleh sebuah kekuatan yang sangat dashyat. Dua Iblis Kuning kertakkan rahang, lalu melipat gandakan tenaga dalam ke arah pedang. Akhirnya....


"Buuummm!"


"Auugkh…!"


Kedua laki-laki tersebut menjerit tertahan. Tubuh mereka terguling-guling. Wajah mereka berubah pucat seperti mayat. Dengan bersusah payah kedua iblis ini mencoba bangkit berdiri. Sementara lawan mereka tertawa mengikik sambil bertolak pinggang.


"Hegkh...!"


Begitu mereka dapat berdiri. Maka darah langsung menyembur dari hidung dan mulut mereka. Jelas sudah mereka menderita keracunan yang sangat parah.


"Racun Naga Biru belum seberapa. Tapi kalian segera berangkat ke akherat bila aku melepaskan pukulan yang ini...!" dengus si gadis.


Begitu tubuhnya berkelebat, maka Mustika Jajar kerahkan tenaga dalamnya ke bagian tangan. Kedua telapak tangan sampai ke siku yang berwarna putih tadi sekarang telah berubah menjadi merah semerah darah. Kedua Iblis Kuning segera menyadari apa yang bakal terjadi pada mereka. Mereka bersiap-siap hendak kabur, namun lawan rupanya melihat gelagat ini. Sehingga dengan cepat ia mengibaskan kedua tangannya ke depan.


"Wuut..,!"


Sepuluh leret sinar merah menebar bau bangkai melesat bagaikan kilat. Dua Iblis Kuning mencoba menangkis dengan memutar senjata di tangan. Tetapi tampaknya pertahanan yang mereka lakukan tidak memiliki arti sama sekali. Terbukti serangan Mustika Jajar mampu menerobos pertahanan lawannya.


"Glaar! Glaar!"


"Aaaaakgh...!"


Ledakan dashyat disertai dengan terdengarnya suara jeritan yang saling susul menyusul. Dua sosok tubuh terlempar, ketika Iblis Kuning terbanting ke tanah. Maka tubuh mereka telah mengeriput hancur dalam waktu yang sangat cepat sekali.


"Hik hik hik...! Kalian belumlah pantas menyandang gelar iblis. Kepandaian hanya seupil sudah berani bertindak usil!" dengus si gadis.


Sambil tersenyum sinis ia meninggalkan dua korbannya. Lalu ia mendekati patung perkasa, setelah itu ia memanggulnya kembali dan berjalan pelan tanpa menoleh-noleh lagi.

__ADS_1


__ADS_2