SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 18


__ADS_3

Stella terlihat begitu cantik saat menggunakan gaun yang disediakan oleh William, membuat terkesima orang yang melihatnya.


"Non, mau kemana? cantik banget," ucap Mbok Yem.


"Pulang Mbok, kerjaan Stella sudah selesai," kata Stella.


"Kenapa berpakaian seperti itu, Non?" tanya Mbok Yem, keheranan.


"Pak Rico yang menyuruh, Mbok," jawab Stella.


Stella berkaca di depan cermin, menurutnya memang sangat berlebihan pakaian yang digunakan padahal dia hanya mau pulang.


"Nona, Tuan sudah menunggu di dalam mobil," ucap Rico.


"Pak, pakaian ku ini sangat berlebihan. Aku ganti baju dulu," ucap Stella.


"Jangan Nona, nanti Tuan marah!" larang Rico.


Akhirnya Stella tidak jadi ganti baju, dia berpamitan pada Mbok Yem lalu masuk ke dalam mobil di mana William berada.


"Lama sekali!" ketus William.


"Baru juga selesai di bilang lama," kata Stella.


"Sekarang kamu sudah berani menjawab, ya!" kata William.

__ADS_1


William kemudian melajukan kendaraannya menuju sebuah cafe, dia mengajak Stella masuk ke dalam cafe.


"Tuan, kenapa kesini?" tanya Stella.


William tidak menjawab pertanyaan Stella, dia mempercepat langkahnya. Mereka duduk di kursi yang sudah William pesan.


Sebelum kedatangan William pelayan cafe sudah menyiapkan semua, di cafe ini William adalah tamu terhormat.


Stella mengambil sendok dan garpu untuk memulai makan, tidak sengaja Stella menjatuhkan garpu.


"Dasar ceroboh!" kata William.


"Maaf, tidak sengaja," ucap Stella dengan lembut.


"Jangan di ambil!" William melarang Stella mengambil garpu yang jatuh, dia memanggil pelayan untuk mengganti garpu Stella.


"Tuan, saya permisi ke toilet sebentar," ucap Stella.


"Hem, jangan lama-lama!" kata William.


Tak sengaja Stella menabrak seorang wanita yang tak lain adalah Helena, karena buru-buru dan tidak memperhatikan jalan.


"Maaf," ucap Stella. Kamu tidak apa-apa, kan?" Lanjutnya.


"Lain kali kalau jalan matanya buat melihat!" sinis Helena, lalu meninggalkan Stella begitu saja.

__ADS_1


William yang masih duduk di kursi tak sengaja juga melihat Helena, dia menutupi wajahnya dengan buku menu yang terdapat di meja.


"Sial! kenapa wanita itu ada di sini," gerutu William. Kemudian mengirimkan pesan ke Rico untuk mengurus pembayaran makanan.


Saat Stella sudah selesai dia melihat William menunggu di depan pintu toilet.


"Tuan, apa yang anda lakukan di sini? mau mengintip, ya?" tanya Stella.


"Bodoh! aku nunggu kamu dari tadi, Ayo kita pulang!" ajak William, tangan Stella di tarik oleh William.


"Tuan, aku bisa jalan sendiri!" kata Stella.


William mengajak Stella keluar dari cafe melalui pintu belakang. Stella hanya di antar sampai depan pintu gerbang rumah.


"Tuan, bagaimana kencan pertama anda dengan Nona Stella?" tanya Rico.


"Semua berantakan, gara-gara ada wanita itu," ucap William.


"Apa Tuan belum mengungkapkan perasaan, Tuan?" tanya Rico.


"Kenapa kamu banyak tanya? aku saja pusing bagaimana caranya. Jantungku terasa mau copot," ucap William.


"Utarakan dengan lembut, Tuan," sahut Mbok Yem.


"Bagaimana caranya, Mbok?" tanya William.

__ADS_1


William memang tidak paham dalam hal percintaan, karena dia tidak pernah berpacaran sama sekali. Sikap dia yang arogan dan perkataan yang kasar membuat wanita takut mendekat, walaupun William memiliki wajah yang sangat tampan.


Dulu pernah ada teman sekolah, yang mengutarakan perasaannya pada William. Tetapi William tidak menyukai wanita itu, William malah menonjok muka wanita sehingga kesakitan.


__ADS_2