
Nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur terjadi dengan hidup Stella. Kini Stella meratapi nasibnya setiap mendapat pekerjaan pasti tidak bertahan lama, ada saja kejadian yang membuatnya keluar dari pekerjaannya.
Stella menghentikan langkahnya saat hujan mulai turun, ia berteduh di teras rumah orang. Angelica terus menangis membuat pemilik rumah itu keluar, dan menyuruh Stella masuk ke dalam rumahnya. Stella menolak dia takut orang yang menolongnya akan terkena sial.
Ketika hujan mulai reda Stella melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah, saat sampai di depan rumah Stella menghentikan langkahnya karena ada sebuah mobil mewah berhenti. Stella takut kalau itu William, lalu dia bersembunyi di balik pohon besar.
Mobil itu tak kunjung pergi dari depan rumahnya, justru ada wanita paruh baya yang turun dari mobil kemudian mengetuk pintu rumah Stella di ikuti dua orang pengawal.
"Kamu yakin ini rumah kekasih Rico?" tanya nyonya Jennie kepada pengawalnya.
"Yakin, Nyonya! mungkin sedang pergi kerja wanita itu," jawab salah satu pengawal.
Stella keluar dari persembunyiannya dan menemui Nyonya Jennie, tetapi Stella belum mengetahui dia siapa.
"Nyonya, ada apa mencari saya?" tanya Stella dengan sopan.
__ADS_1
"Kamu pemilik rumah ini?" tanya Jennie melihat Stella dari atas sampai bawah, mata Jennie tertuju pada anak yang di bawa Stella.
"Ini pasti anak Rico! kasihan sekali bayi secantik ini tinggal di rumah kecil," kata Jennie dalam hati.
"Iya, Nyonya," jawab Stella dengan tersenyum walaupun habis menangis.
"Bawa anak itu!" perintah Jennie pada kedua pengawalnya.
Bayi Stella di rebut dengan paksa oleh pengawal Nyonya Jennie, Stella tidak mampu untuk melawan kedua orang itu.
"Siapa nama anak ini? kamu jangan khawatir dia akan baik-baik saja!" kata Jennie sembari memberikan uang pada Stella.
"Nyonya, asal anda tau! aku tidak butuh semua ini, aku sudah terbiasa hidup menderita!" jelas Stella.
Jennie tidak menghiraukan ucapan Stella, ia mengajak kedua pengawalnya untuk pergi. Stella mengejar mereka sampai di depan mobil, Jennie tetep melajukan mobilnya.
__ADS_1
Stella pingsan di jalan saat berlari mengejar mobil itu, tidak ada satu orang pun saat kejadian itu.
***
Rico yang berada di kantor sangat terkejut saat menerima telepon, orang itu mengatakan kalau anaknya di bawa Nyonya Jennie ke luar negeri.
Seketika Rico menutup telepon dan pergi meninggalkan kantor, Kiana yang melihat sikap Rico mulai curiga. Dia mengikuti Rico pergi, karena terburu-buru ia tidak menyadari kalau ada yang mengikutinya.
Rico menuju ke rumah Stella, betapa terkejut saat melihat Stella tergeletak di jalan. Ia langsung turun dari mobil dan menuju di mana Stella tergeletak.
"Stella! Stella, bangun!" kata Rico sembari memegang tangan Stella, keadaan Stella sangat pucat dan lemas. Rico kemudian menggendong Stella, dan membawanya masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya dengan kencang.
Kiana yang mengikuti Rico bertanya-tanya, siapa wanita yang di gendong Rico. Dia mengejar mobil Rico tetapi terhalang mobil yang lewat, sehingga Kiana kehilangan jejak.
"Sial! kemana perginya Rico tadi," gerutu Kiana bingung mau berjalan ke arah yang mana. Kendaraan yang ada di belakangnya tidak sabar sehingga menyalahkan klakson, membuat Kiana risi.
__ADS_1
Rico dengan kecepatan tinggi membawa Stella ke rumah sakit, dia sangat panik dengan keadaan Stella saat ini.