SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 53


__ADS_3

Rico diam-diam pergi ke rumah Stella, mumpung William sedang sakit jadi tidak mungkin akan mengetahuinya.


"Rico! ada apa kamu malam-malam datang kesini?" tanya Stella saat membuka pintu rumahnya.


"Apa kamu baik-baik saja, Stella? Nyonya Jennie bilang kalau kamu harus kerja di tempat Martin, kenapa bisa begitu?" tanya Rico.


Stella kemudian mengajak Rico masuk ke dalam rumah, dia menyuruh Rico untuk duduk dulu dan menjelaskan semuanya.


"Nyonya Jennie itu siapa, Rico?" tanya Stella.


"Pemilik perusahaan tempat kamu kerja yang sebenarnya, dia sedang berada di luar negeri," terang Rico.


Nyonya Jennie orang yang sangat tertutup, jadi tidak banyak orang yang tau dia siapa. Hanya orang-orang tertentu saja yang mengenalnya, seperti Rico contohnya.


Stella masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rico, sampai dia tidak tau mana pemilik perusahaan tempat dia berkerja.


"Kalau aku kerja di tempat Tuan Martin, bisa membawa Angelica. Beliau tidak keberatan sama sekali, Rico," kata Stella. Aku buatkan minuman dulu," Lanjutnya.

__ADS_1


Stella kemudian membuat minuman untuk Rico lalu menaruhnya di meja, dan dia kembali duduk.


"Tolong pikiran lagi keputusan mu, aku juga bersedia mencarikan orang untuk menjaga Angelica. Bagaimana pun dia anak William, kalau sampai tau akibatnya akan fatal," jelas Rico.


Rico kemudian pergi dari rumah Stella, dia tidak mau sampai ada orang yang mengetahui kedatangannya.


Tak di sangka ternyata ada orang yang mengikuti Rico tanpa sepengetahuannya, dia adalah orang suruhan Nyonya Jennie.


Orang itu menghubungi Nyonya Jennie melalui ponselnya, untuk memberikan informasi.


"Nyonya, ternyata Tuan Rico sudah mempunyai seorang kekasih. Wanita itu kerja di perusahaan Nyonya, tetapi sudah mempunyai anak," jelas seorang yang mengikuti Rico tadi.


***


"Sayang, maafkan Mamah belum bisa membahagiakanmu," ucap Stella seraya memeluk Angelica.


Air mata Stella kembali menetes, dia merasa bersalah karena sudah mengajak Angelica berkerja. Tapi kalau dia tidak berkerja, bagaimana dia bisa mencukupi kebutuhannya. Walaupun terbiasa hidup sendiri tapi sekarang kondisinya berbeda, ada Angelica yang harus dia besarkan.

__ADS_1


"Aku harus bisa melewati semua, lebih baik aku terima tawaran Tuan Martin," ucapnya dalam hati. Kemudian Stella menggendong Angelica lalu berangkat berkerja untuk menemui Martin.


Agar orang tidak mengenalinya Stella menggunakan masker dan baju tertutup, dia berjalan menuju ke kantornya.


"Stella, bukannya saya sudah peringatkan agar tidak membawa anak!" bentak atasan Stella yang waktu itu memarahi Stella.


"Saya...


"Sekarang juga saya pecat kamu! keluar dari kantor ini!" bentaknya lagi.


Kemudian Stella bersimpuh di kaki orang itu, dia memohon agar tidak di pecat. Orang itu justru menendang Stella hingga jatuh ke lantai, beruntung saja Angelica tidak kenapa-napa. Bayi itu menangis sangat kencang, sehingga menimbulkan pusat perhatian teman kerja Stella.


Tidak ada yang berani mendekat dan menolong Stella, mereka semua hanya menyaksikan Stella dan bayinya menangis.


"Keluar! ini gaji kamu!" kata orang itu seraya melemparkan amplop berisi uang ke muka Stella.


Karena sangat membutuhkan Stella mengambilnya, lalu perlahan dia berdiri dan keluar meninggalkan kantor itu.

__ADS_1


Stella menenangkan Angelica terlebih dahulu, lalu memeluknya dengan erat. Setapak demi setapak dia meninggalkan kantor, kali ini dia tidak tau harus kerja di mana lagi.


__ADS_2