
"Bagaimana nanti kalau anak kamu sudah besar dan menanyakan ayahnya?" tanya Martin merasa kesal dengan William karena telah di anggap merebut Helena dan membuat Stella menderita.
Martin sebenarnya orang yang baik, dia tidak pernah tega menyakiti wanita. Sejak ditinggalkan Helena menikah dia merasa kalau wanita itu semua sama, mulai saat itu juga dia membenci wanita.
Setelah mendengar cerita Stella dia merasa hatinya terketuk, kisah Stella hampir sama dengan kisah ibunya. Tetapi setelah Martin besar dia mencari ayahnya meminta pertanggung jawaban.
"Aku tidak akan pernah mempertemukan anak ku dengan William, Tuan," kata Stella dengan tegas.
"Egois! anak kamu butuh seorang ayah apalagi perempuan," kata Martin.
"Tuan, aku tidak ingin merebut kebahagiaan William," ucap Stella.
Martin kemudian mengambil jasnya dan pergi, dia hendak mendatangi Helena dan William. Stella tidak mencegah kepergian Martin, karena tidak tau apa rencananya dan akan pergi ke mana. Dia justru melanjutkan pekerjaannya, agar cepat terselesaikan.
Saat ini Martin berada di sebuah restoran, ia mengajak Helena dan William bertemu.
"Kenapa kamu datang sendiri, Helena?" tanya Martin sembari menghisap rokoknya.
"Suamiku sibuk kerja! apa sebenarnya mau kamu, kenapa tiba-tiba minta bertemu dengan ku?" tanya Helena menatap kesal Martin.
__ADS_1
"Apa kamu menyembunyikan siapa suami mu?" tanya Martin.
"Tidak! belum saatnya kamu mengetahui semua," kata Helena.
"Hahaha... sejak kapan seorang Martin tidak mengetahui apa yang kamu sembunyikan!" ucap Martin.
Helena panik mendengar ucapan Martin, dia serasa ingin kabur dari hadapan Martin. "Katakan apa mau kamu? aku harus pergi," ucapnya.
"Pergilah! apa yang kamu banggakan dari suami yang tidak bertanggung jawab!" kata Martin.
"Maksud kamu apa? bicara seperti itu," ucap Helena berdiri dari duduknya.
Helena lalu pergi meninggalkan Martin dengan rasa kesalnya, dia kemudian pergi ke kantor William. Kebetulan saat ini William tidak ada di dalam ruangannya, ia sedang meeting di luar kota dan baru saja berangkat.
"Helena, suami kamu sedang meeting di luar," kata Kiana saat berpapasan dengan Helena, kebetulan Kiana dari kantin.
"Kenapa tidak memberitahu aku," ucap Helena.
"Mungkin dia lupa kalau belum menikah," ucap Kata Kiana asal bicara.
__ADS_1
"Aku perlu membicarakan hal ini dengan William, enak saja dia tidak menganggap aku sama sekali," ucap Helena membuat Kiana sedikit tersenyum.
Helena kemudian berpamitan untuk pulang pada Kiana, dia sangat kecewa dengan suaminya yang pergi tanpa memberitahu terlebih dahulu.
***
Rayhan kebetulan saat ini pulang ke kampungnya, untuk menengok istri dan anak Stella. Sudah hampir seminggu dia tidak pulang.
"Siti, apa yang terjadi? kenapa kamu menyuruh ku untuk tidak pulang kemarin?" tanya Rayhan.
"Angelica kemarin di ambil orang, untung saja aku bisa menemukan dan mengambilnya lagi. Aku sudah sangat takut," kata Siti.
"Kenapa kamu ceroboh? kalau tidak bisa di temukan, apa yang harus aku katakan pada Stella," ucap Rayhan sedikit terpancing emosinya.
"Maafkan aku! sepertinya Angelica tidak aman di sini, kita harus mengembalikan pada Stella," terang Siti.
Rayhan kemudian mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Stella, agar Stella tidak kaget saat Rayhan dan Siti datang membawa Angelica.
Rayhan menyuruh Siti untuk berkemas-kemas, mereka akan pergi ke tempat Stella sekarang juga.
__ADS_1