SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 67


__ADS_3

Helena mendatangi Martin di kantornya, dia meminta penjelasan mengenai ucapannya kemarin saat berada di restoran. Tetapi Martin tidak mau membahas masalah tidak penting di kantor, baginya di kantor tempat untuk berkerja.


Helena masih tetap memaksa Martin agar mau bicara degannya, Martin tidak mau jujur karena merasa belum bisa melindungi Stella. Seandainya Stella mau berkerja dengannya, dia sudah mengatakan pada Helena.


Dalam melakukan tindakan Martin selalu memikirkan akibatnya terlebih dahulu, maka dia menunda untuk mengatakan pada Helena. William juga pasti akan mencari keberadaan Stella, sedangkan Helena tidak akan tinggal diam pasti akan menggangu hidup Stella.


"Martin, katakan apa maksudnya tadi malam?" tanya Helena yang saat ini berada di dalam ruang kerja Martin.


"Ini kantor, Helena! tolong jangan bahas masalah itu di dalam kantor," ucap Martin masih fokus dengan berkasnya.


Karena diacuhkan oleh Martin kemudian Helena pergi, dia pulang ke rumahnya.


"Nona Helena masih seperti dulu, sangat cantik," ucap Bima yang kebetulan tadi berpapasan dengan Helena, saat hendak masuk ke dalam ruang kerja Martin.


"Lanjutkan pekerjaan mu! jangan membahas yang tidak perlu," kata Martin.


Bima segera melanjutkan pekerjaannya, dia tidak mau terkena omel Martin lagi. Di dalam berkerja Martin melarang semua karyawannya untuk ikut campur masalah pribadinya, walaupun dulu sering berkencan dengan karyawannya.


*

__ADS_1


*


Rico saat ini tidak masuk kerja lagi, dia menemani Stella menunggu Angelica yang sedang di rawat. Keadaan Angelica saat ini sangat menghawatirkan, Stella menyesal karena sudah membawanya kerja dan sering kehujanan.


Sekarang dia hanya bisa melihat bayinya dari balik kaca, mendekat pun tidak diperbolehkan. Angelica harus di rawat secara intensif, karena kondisinya belum stabil.


Air mata keluar dari kedua mata Stella, Rico yang ada disampingnya selalu menguatkan dan memberikan semangat.


"Stella, kamu lebih baik makan dulu! tadi malam kamu belum makan kan," ucap Rico.


"Aku tidak lapar... " ucap Stella lirih.


Air mata Stella tidak berhenti menetes dia masih menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Stella, Angelica pasti baik-baik saja," ucap Rico sembari memeluk Stella.


Beruntung ada Rico yang mau membantu Stella, kalau tidak pasti dia akan lebih menderita.


"Rico, kembalilah ke kantor! aku takut William akan mengetahui semuanya," ucap Stella dengan panik.

__ADS_1


"Kamu tenang saja! soal Tuan William, aku sudah tidak peduli. Keselamatan Angelica lebih penting," jelas Rico.


Ponsel Rico memang dari tadi berbunyi, tetapi dia mengabaikan. Baginya saat ini yang terpenting adalah keselamatan Angelica, dan menemani Stella.


*


*


William yang sedang meeting tiba-tiba perasannya tidak enak, dia tidak fokus sehingga kehilangan konsentrasi. Beberapa kali Kiana mengagetkan nya, dia sampai kesal dengan William.


"William, apa yang kamu pikirkan?" bisik Kiana sembari menginjak kaki William.


"Sakit!" teriak William.


"Tuan William, siapa yang sakit?" tanya salah satu peserta meeting.


Kiana menahan tawa dengan menutup mulutnya menggunakan kedua tangan, dia benar-benar puas mempermalukan William.


"Apa yang kamu lakukan? perasaan ku tiba-tiba tidak enak," ucap William berbisik pada Kiana.

__ADS_1


William kemudian meminta agar meeting segera dilanjutkan, dia juga meminta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi. Saat akan berdiri William tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di meja.


__ADS_2