SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 56


__ADS_3

"Rico, anak ku dimana? aku tidak tau harus mencari kemana lagi," kata Stella hendak mencabut selang infus yang ada di tangan kirinya.


"Hentikan, Stella! aku janji akan mencari Angelica," kata Rico sembari memegang tangan kanan Stella.


Stella hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang, Rico membawa Stella ke sebuah rumah yang besar dan tak kalah mewah dari rumah William.


"Istirahatlah di sini dulu, sudah ada yang melayani segala kebutuhan kamu," ucap Rico.


"Ini rumah siapa? aku mau pulang saja," kata Stella.


"Stella, kamu belum sepenuhnya pulih! tolong, turuti permintaan ku. Aku harus pergi sekarang juga," kata Rico.


Dengan terpaksa Stella mau menuruti permintaan Rico, Stella di antar ke sebuah kamar oleh salah satu asisten rumah tangga yang berkerja di rumah itu.


Rico kemudian meminta anak buahnya agar menyiapkan pesawat, dia hendak ke tempat Nyonya Jennie untuk mengambil Angelica.


***


Setelah Karin pulang William lalu masuk ke dalam kamar, Helena mengikuti William.


"William, Mamah kamu kurang kerjaan sekali! berkas tidak penting saja di antar ke rumah," kata Helena sedikit kesal karena gagal merasakan sentuhan William.

__ADS_1


"Mamah memang perhatian dengan ku, jadi kamu jangan kaget," kata William membela Karin.


"Sayang, apa kamu tidak ingin melanjutkan yang tadi?" tanya Helena sembari menyandarkan kepalanya di dada bidang William.


"Aku ingin sendiri, tolong tinggalkan aku sebentar," kata William.


Helena kemudian menurut apa kata William, dia tidak ingin membuat suaminya marah dengannya.


"Semua jadi gagal! kenapa juga berkas William sampai ketinggalan," gerutu Helena sembari jalan ke dapur.


Helena duduk di kursi, ia meminta asisten rumah tangganya membuatkan minuman.


"Mbk, cepat buatkan coklat panas! gak pakai lama," kata Helena dengan tidak sabar.


"Apa kamu tidak bisa membuat sendiri?" sahut William yang tiba-tiba duduk di sebelah Helena.


"Jangan banyak bicara! aku sedang malas saja," jawab Helena.


"Buatkan aku kopi! bisa kah kamu melayani suami kamu," kata William dengan senyuman yang sulit diartikan.


Dengan terpaksa Helena membuatkan William secangkir kopi, Helena yang tidak pernah membuat minuman untuk orang kini harus membuatkan untuk suaminya.

__ADS_1


Helena memberikan kopi itu ke William, mereka berdua jadi menikmati minuman dan sepotong cake.


"Helen, apa kamu masih ingin melakukan seperti tadi?" tanya William sembari menatap wajah Helena.


"Lupakan saja, William!" kata Helena lalu pergi meninggalkan William.


"Helen!" teriak William.


Helena tidak menghiraukan teriakan William, dia masuk ke dalam kamar lalu istirahat.


William yang hendak menyusul Helena tidak bisa, karena pintu di kunci dari dalam.


"Helen!" teriak William lagi.


Tidak ada sahutan dari dalam kamar, William lalu tidak di sofa ruang televisi. Saat William sudah tertidur, Helena keluar dari dalam kamar. Ia membawakan selimut untuk William, karena merasa kasihan dengan William.


Setelah menyelimuti tubuh William, Helena kembali masuk ke dalam kamar.


Keesokan harinya William kaget, ada yang menyelimuti nya, ia mengetuk pintu kamarnya karena akan segera bersiap ke kantor.


Helena dengan langkah gontai membukakan pintu kamarnya, kemudian menyuruh William bik.

__ADS_1


"Lama sekali, aku harus segera pergi ke kantor!" kata William kemudian masuk ke dalam.


Setelah siap semua William menelpon Rico untuk minta di jemput, tetapi Rico tidak bisa karena saat ini sedang berada di luar negeri.


__ADS_2