SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 75


__ADS_3

Perkataan William membuat Stella sakit hati, dia tidak menyangka kalau William tega berkata seperti itu.


"Kamu akan menyesal, William! aku dan anakku tidak butuh orang seperti kamu, kita bisa bahagia tanpa kamu," kata Stella dengan emosi yang membuncah.


Angelica yang terus menangis akhirnya di bawa keluar oleh suster Lela, dia memberikan pada Stella di tengah pertengkaran itu.


Karin dan William terkejut, karena Angelica sangat mirip dengan wajah William waktu masih bayi. Karin mendekati Stella, ia ingin menyentuh Angelica.


"Jangan pernah sentuh anak ku!" kata Stella dengan keras seraya memeluk erat Angelica.


"Stella, aku mohon! aku ingin melihat cucu ku," ucap Karin.


"Mah, anak itu bukan anak William," sahut William.


"Dengar Nyonya Karin, anak anda tidak mengakui ini anaknya! jangan pernah sentuh anak ku," kata Stella lagi.


Jennie memeluk Stella lalu membawanya pergi dari ruangan itu, dia kasihan dengan Stella. William benar-benar tidak punya perasaan, tega dengan wanita.


"Tuan, lebih baik tenangkan diri anda dulu! kita bisa bicara nanti, aku akan menjelaskan," kata Rico.

__ADS_1


"Aku tidak butuh penjelasan apa pun! aku pecat kamu sekarang juga!" kata William.


"William!" bentak Karin.


William lalu mengajak Karin untuk pergi dari rumah Rico, dia tidak mau melihat Rico lagi. Karin awalnya tidak mau, karena dia sangat yakin kalau Angelica adalah cucunya.


"William, dia anak kamu," ucapnya saat berjalan menuju keluar rumah.


"Bukan, Mah! buktinya dia tinggal bareng Rico," kata William yang tidak percaya kalau Angelica adalah anaknya.


Karin terdiam mendengar perkataan William, mungkin anaknya belum menyadari jadi ia memaklumi. Mereka berdua lalu pulang menuju ke rumah William.


*


*


"Rico tidak kehilangan pekerjaan, kamu tidak salah," sahut Jennie.


"Apa yang dikatakan Mamah benar, kamu tidak perlu khawatir," ucap Rico.

__ADS_1


Bagi Jennie dan Rico yang terpenting adalah bisa melindungi Stella dan Angelica, karena masalah ini tidak akan berhenti di sini. Helena pasti tidak akan tinggal diam, Stella bisa menjadi ancamannya.


"Kenapa semua ini terjadi pada ku, orang yang ingin membantuku pasti terkena dampaknya," kata Stella menyesal karena tidak menolak kebaikan Rico dari awal.


"Semua pasti baik-baik saja," kata Jennie sembari memeluk Stella.


"William tidak mengakui Angelica anaknya, Tante. Aku kecewa," kata Stella sembari membalas pelukan Jennie.


"Kamu tidak perlu sedih, kelak kalau Angelica sudah besar dia bisa menganggap Rico sebagai Ayahnya," kata Jennie menenangkan Stella.


Jennie juga akan berusaha melindungi Stella dan Angelica, dia tidak tega melihat Stella yang hidup sebatang kara penuh dengan penderitaan. Dia juga mendoakan Stella agar bahagia, menurutnya sudah cukup semua yang Stella alami.


Rico kemudian menyuruh Stella membawa Angelica untuk beristirahat, kasihan Angelica kalau Stella terus menerus larut dalam kesedihan.


"Rico, Mamah akan menetap di kota ini. Apa kamu sudah menyiapkan semua?" tanya Jennie.


"Sudah, Mah. Rico menyiapkan dari tahun lalu, berkas yang Mamah minta ada di ruang kerja," jelas Rico.


Jennie berencana untuk menetap di kota ini, dia meminta Rico untuk menyiapkan perusahaan untuknya. Rico juga akan berkerja di perusahaannya sendiri, dia memulai dari awal. Dia juga tidak akan berkerja dengan William lagi.

__ADS_1


__ADS_2